12/31/2008

Hollywood dan Zionisme

Pemikiran untuk membentuk sebuah kota harapan sejak lama telah berkembang di kalangan para cendikiawan dan pemikir. Utopia-nya Plato, “Kota Cahaya Mentari”-nya Farabi, dan “Surga Dunia”-nya Thomas Moore, adalah di antara kota-kota harapan itu. Dalam agama-agama samawi, juga terdapat kepercayaan tentang akan datangnya seorang penyelamat ke dunia. Penyelamat itu akan membebaskan dunia dari kemalangan dan kegelapan. Dia akan membawa keadilan, keamanan, kebajikan, dan ilmu pengetahuan untuk semua manusia. Tetapi, siapakah penyelamat tersebut dan bagaimanakah situasi kemunculannya?

Zaman ketika munculnya penyelamat dunia itu disebut sebagai “Akhir Zaman” atau apocalypse. Namun, setiap agama dan mazhab mempunyai istilah dan definisi masing-masing mengenai hal ini. Apocalypse merupakan sebuah kepercayaan bersama manusia mengenai berakhirnya dunia materi ini.

Dalam terminologi ini, diyakini bahwa alam materi mempunyai awal dan akhir. Alam materi dimulai dari waktu yang telah ditetapkan dan berakhir pada masa yang telah ditentukan pula.

Dengan demikian, keyakinan atas masa akhir zaman atau apocalypse ini merupakan satu jawaban atas pertanyaan manusia yang tidak ada habisnya mengenai masa depan dunia. Pada akhir zaman itu, rahasia tujuan penciptaan alam dan manusia akan terbuka.

Psikolog terkenal Carl Gustav Jung, pernah mengungkapkan tentang adanya pengetahuan yang dimiliki semua manusia sejak sebelum dia dilahirkan. Pengetahuan ini membentuk pola-pola perilaku yang berdasarkan kepada insting yang diistilahkan sebagai archetype. Karena itulah manusia memiliki citra primordial sebagaimana yang ditemukan dalam mitos-mitos. Di sebagian besar mitos-mitos kuno manusia, disebutkan tentang akan terjadinya peperangan besar antara Sang Penyelamat dan kekuatan jahat. Peperangan itu akan berakhir dengan kemenangan bagi Sang Penyelamat dan para sahabatnya. Kemudian, umat manusia akan menyaksikan terwujudnya kota yang mereka impikan.

Pada acara ini, kami tidak berniat untuk membahas secara lebih terperinci mengenai kepercayaan berbagai bangsa dan agama mengenai akan datangnya penyelamat dunia. Kami ingin mengajak Anda untuk meninjau film-film Hollywood yang bertema akhir zaman dan kedatangan penyelamat.


Dalam film-film Hollywood banyak digambarkan tentang adanya technological apocalypse, yaitu di masa depan manusia akan menciptakan manusia buatan dan manusia buatan ini akan menyerang manusia ciptaan Tuhan. Film dengan tema seperti ini ialah “Dr. Frankenstein”, “Terminator-2″, dan “Matrix”. Pada film ini, manusia asli kalah dari manusia ciptaannya sendiri. Kemudian, datanglah penyelamat yang biasanya adalah seorang manusia yang pintar dan berani.

Selain akibat serangan teknologi, film-film Hollywood juga menggambarkan bahwa akhir zaman diakibatkan oleh bencana alam. Natural apocalypse ini bisa berupa datangnya badai, banjir, gempa bumi, kebakaran, atau bertabrakannya bumi dengan planet lain. Di samping itu, Hollywood pun menciptakan makhluk khayalan yang akan menghancurkan umat manusia. Misalnya, raksasa yang lahir akibat intervensi manusia terhadap alam atau akibat rekayasa genetik yang dilakukan manusia. Film-film seperti ini di antaranya berjudul, “Deep Impact”, “Armageddon”, “Water World”, “Godzilla”, dan “Jurassic Park”.

Karya khayalan Hollywood lainnya mengenai akhir zaman adalah akan datangnya makhluk jahat, yang disebut sebagai apocalypse mithological. Dalam film seperti ini, dikisahkan bahwa Sang Penyelamat dan sahabatnya melakukan perjalanan ke dunia mitos dan mengalahkan makhluk jahat dalam dunia mitos itu dengan kekuatan sakti. Contoh film seperti ini ialah The Mummy, The Mummy Returns, King Scorpion dan Wishmaster.

Sciencefictional apocalypse merupakan sekelompok film Hollywood yang mengambarkan dunia masa depan yang dipenuhi oleh percampuran antara khayalan dan realitas. Dalam film-film seperti ini, kekuatan jahat digambarkan dalam bentuk makhluk luar angkasa yang mengancam kehidupan manusia di planet bumi. Penyelamat dalam film ini memiliki pengetahuan teknologi dan metafisika. Setelah berperang dengan makhluk luar angkasa itu, Sang Penyelamat akhirnya berhasil membebaskan umat manusia di muka bumi. Film-film seperti ini, antara lain bejudul Alien, Independence Day, The Fifth Element, dan Star Wars.

Religious apocalypse merupakan kategori film Hollywood yang terpenting untuk kita bicarakan pada kesempatan ini. Film-film seperti ini biasanya menggambarkan bahwa kekuatan jahat berbentuk sebuah sosok yang anti agama, seperti setan, anti-Kristen, atau kekuatan jahat yang pada zaman dulu dipenjarakan, namun kemudian kabur dan kembali datang ke tengah umat manusia. Penyelamat dalam kisah-kisah seperti ini adalah seorang tokoh ruhani, seperti pendeta atau orang suci. Dia melawan kekuatan jahat dengan iman, keberanian, dan pengorbanan. Film-film dalam kategori ini antara lain berjudul, “Exorcist 1 dan 2″, “The Omen 3″ dan “End of Days”.

Secara umum, kita bisa menangkap bahwa para penentu kebijakan di Hollywood tengah membawa satu misi tertentu dengan menciptakan film-film seperti yang telah kaum uraikan tadi. Tujuan pertama dari misi Hollywood ini adalah untuk memanipulasi rasa ingin tahu alami manusia mengenai masa depan dan dengan demikian, membuat para investor film menjadi lebih kaya.

Tujuan kedua ialah menyebarluaskan paham apocalypse yang sesuai dengan pandangan Hollywood serta berlandaskan kepada ajaran Taurat dan pemikiran Zionis. Tujuan ketiga ialah untuk mengasosiasikan antara kejahatan dengan dunia Timur dan negara-negara Islam. Dengan kata lain, Hollywood berusaha menyebarkan opini bahwa bangsa yang jahat adalah bangsa-bangsa Timur dan bangsa penyelamat adalah bangsa Barat.

Poin yang menarik dalam hal ini adalah bahwa film-film Hollywood berusaha membesar-besarkan kejadian tragedi di masa depan dan menimbulkan ketakutan di tengah manusia. Tragedi tersebut dibuat sedemikian rupa sehingga para pemirsa menyetujui semua ide dan jalan penyelesaian yang ditawarkan oleh para sutradara film. Dari sini, kita bisa menangkap adanya proses penggunaan film-film untuk menyeret opini masyarakat dunia tentang akan terjadinya perang di masa depan antara Barat dan Timur.

Hall Lindsey, seorang penulis buku “Bumi, Planet Besar Penuh Rahmat”, pernah menulis tentang apocalyse. Ia berkata, “Sebelum orang-orang Yahudi berhasil membentuk sebuah negara, tidak ada satupun di dunia ini yang berjalan dengan baik. Kini, ketika negara Israel telah terbentuk, segala hal berjalan sesuai dengan yang telah diramalkan. Hal ini bisa terjadi karena pusat kekuasaan dunia adalah politik. Kini, percaturan politik dunia berporos di Timur Tengah, khususnya di Israel. Oleh karena itu, seluruh bangsa dunia akan ikut merasakan kesulitan dan kesengsaraan atas segala hal yang terjadi di sana, dan di sanalah mereka akan bertempur.”

Ucapan Lindsey ini sepertinya telah diadopsi oleh film-film Hollywood. Sejak puluhan tahun yang lalu, ide-ide zionisme telah masuk ke dalam kancah perfilman Barat. Film berjudul “Birth of a Nation” karya D.W Griffith merupakan pelopor film-film mengenai pemberantasan manusia non-Yahudi. Film ini dibuat tahun 1915 dan sepanjang film itu dipenuhi tayangan pembunuhan. Di dalam film ini, bangsa yang lebih mulia, yaitu Yahudi, digambarkan dibenci oleh bangsa lain. Di akhir film, diceritakan bahwa kelompok Ku Klux Klan merupakan penyelamat kulit putih. Kelompok itu berhasil membasmi musuh mereka, yaitu orang-orang kulit hitam.

Dalam menyikapi penjajahan Zionis di Palestina, Hollywood memproduksi film-film yang bertujuan untuk menjustifikasi penjajahan tersebut, dengan menceritakan tentang sejarah Yahudi. Misalnya, film “Ben Hur “dan “The Ten Commandments”. Orang-orang Zionis telah menanamkan investasi yang besar dalam pembuatan film-film seperti ini. Kritikus film terkenal dan penulis sejarah perfilman, Eric Rhode, mengomentari bahwa film-film tersebut tidak begitu sesuai dengan isi kitab suci. Menurutnya, para sutradara film itu mengakui bahwa sesungguhnya film-film tersebut dibuat untuk mengambil keuntungan dari reaksi orang-orang Kristen.

Film Independence Day yang diproduksi pada tahun 1996, menceritakan bahwa di suatu masa, semua komputer melaporkan adanya sebuah pesawat ruang angkasa yang menghampiri bumi. Seorang pakar komputer melakukan penelitian terhadap sinyal-sinyal yang ditangkap dari pesawat ruang angkasa itu dan memberikan analisis metode untuk menghancurkannya. Akhirnya, makhluk angkasa yang melakukan serangan ke bumi itu berhasil dikalahkan lewat kecanggihan alat komputer, tepat pada hari kemerdekaan Amerika Serikat.

Dalam film yang dipenuhi dengan simbol-simbol Yahudi ini, Amerika dan Zionis diperkenalkan sebagai penyelamat manusia. Amerika diperkenalkan sebagai bangsa dan negara yang terbaik. Penekanan terhadap perang akhir zaman dan kemenangan Yahudi ini diungkapkan dalam dialog seorang pakar komputer dalam film tersebut, “Sejauh yang aku ketahui, akhir dunia telah mendekat dan aku merasa senang.”

Pada tahun 2000, sebuah film berjudul “Matrix” telah diproduksi dan mendapat sambutan hangat dari para pemirsa di seluruh dunia. Diceritakan dalam film ini, pada tahun 2199, kehidupan manusia telah menyerupai robot buatan komputer. Saat itu, telah diciptakan inteligensia buatan yang dimasukkan dalam tubuh manusia dan disambungkan lewat pipa ke dalam otak. Akibatnya, kehidupan manusia saat itu diatur oleh mesin. Namun, ada seseorang yang menolak kehidupan seperti ini dan melakukan perlawanan. Orang tersebut, yang bernama Neo, kemudian berhasil menyelamatkan manusia dari cengkeraman mesin.

Film Matrix dipenuhi dengan lambang dan tanda Yahudi. Dalam film ini, manusia direkomendasikan untuk mencari perlindungan ke sebuah tempat bernama Zion, yang merupakan nama sebuah bukit di Baitul Maqdis. Tokoh Neo, yang artinya “baru”, digambarkan sebagai sang penyelamat masa depan dan menjadi pemimpin di bumi Zionis.

Menyusul film Matrix, diproduksi film lanjutan yang berjudul “Matrix Reloaded”. Dalam film ini digambarkan bahwa umat manusia telah diserang oleh mesin dan mereka kemudian mencari perlindungan di kota bawah tanah. Neo hanya memiliki waktu 72 jam untuk mengalahkan makhluk tidak berperi kemanusiaan itu lewat petunjuk seorang peramal. Dalam film ini, para penonton diajak untuk menanti tanah air yang ditunggu-tunggu dan masa depan mereka. Sang peramal dalam film Matrix kedua ini, bernama Oracle dan berasal dari Yunani kuno. Dia memperlihatkan simbol nabi-nabi sebelum Isa Al-Masih dan menyampaikan ajaran-ajaran Yahudi di kitab “Old Testament”. Dia membimbing Neo untuk berperang dengan mesin dan meramalkan apa yang akan terjadi di masa mendatang.

Saudara pendengar, demikianlah pembahasan secara sepintas tentang infiltrasi Zionisme dalam film-film Hollywood. Sebelum mengakhiri acara ini, kami ingin mengutip sebuah ayat Al-Quran dalam surat Al-Anbiya ayat 105, yang artinya, “Sesungguhnya bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hamba- Ku yang saleh.”

Artinya, sesungguhnya, masa depan dunia akan berada di tangan orang-orang yang saleh, bukan di tangan bangsa Zionis yang bertahun-tahun menzalimi rakyat Palestina, melakukan pembunuhan massal, dan menyebabkan ribuan manusia menjadi pengungsi. Justru sebaliknya, merekalah yang kelak akan menerima hukuman atas kejahatan mereka, sebagaimana yang telah dijanjikan oleh Allah.

sumber: http://secretsocieties.wordpress.com/

12/22/2008

Misteri Malam Satu Suro.....,

Seminggu lagi kita masuk bulan Muharram. Wong Jowo bilang bulan Suro, gara-gara ilat ndeso tak mampu melafalkan istilah Arab dengan benar. Dinamai Suro karena di bulan Muharram ada satu hari yang bersejarah, yakni tanggal 10 Muharram. Tanggal ke Sepuluh bahasa Arabnya ‘Asyuro. Maka untuk menandai bulan ini, wong Jowo menamainya dengan nama sasi (bulan) Suro.

Biasanya suasana pergantian tahun selalu diwarnai dengan kemeriahan dan gegap gempita penuh harap. Tapi rupanya tak demikian dengan suasana Tahun Baru Hijriyah ini. Yang ada adalah suasana penuh keangkeran, wingit, mencekam dan beraroma klenik yang kental. Terutama wong Jowo.

Tahun baru Hijriyah selalu diwarnai dengan mitos seputar Nyi Roro Kidul, si Danyang Ratu Pantai Selatan. Lantas bermunculanlah pamali-pamali yang njelehi dan tak masuk akal, namun dipegang erat-erat oleh khalayak ramai yang konon cerdas, bagaikan 4 balon yang belum meletus di lagu Balonku Ada Lima.

Di Solo tahun baru Hijriyah diwarnai dengan Parade Thawaf Kebo Bule Kyai Slamet, yang telah ditunggu fans beratnya dari kalangan manusia berotak kerbau yang histeris untuk minta tanda tangan rebutan tahinya yang konon ampuh buat mengusir penyakit, termasuk plu manuk. Simbah jadi heran, kalo yang namanya bule kok mesti dipuji-puji lho. Dari orangnya, pemikiran, budaya bahkan sampai kepada kebonya pun dielu-elukan bak berhala. Bener-bener bulemania.

Di satu daerah di tlatah Wonogiri, ada satu goa yang saat malam satu Suro ribuan manusia berjejal buat ngalap berkah di goa wingit itu. Di Gunung Lawu, puluhan ribu manusia meramaikan lereng gunung Lawu, buat ngalap berkah di satu sendang keramat yang ada di sana. Wis, pokokmen. Pokoknya yang namanya demit, jin iprit, setan alas kobar, danyang, tuyul, banaspati, dan segala makhluk-makhluk alien dari negeri klenik, malam itu berpesta pora merayakan malam tahun Baru Islam dengan dipuja-puji oleh muslimin yang konon bertauhid hanya menyembah Allah Yang Esa.

Ha kok bisa begitu tho? Apa yang salah dari ajaran Tauhid? Kang Djigoer, salah seorang pembaca blog ini pernah menyampaikan satu teori konspirasi. Konon ada upaya menglenikkan semua unsur yang bernapaskan islam, sehingga nantinya Islam itu identik dengan dunia perdemitan yang hung liwang-liwung itu. Misalnya, ritual perawatan jenassah dalam Islam adalah dengan Pocong. Maka dibuatlah mitos-mitos tentang hantu pocong untuk mendiskreditkan tatacara perawatan jenasah tersebut. Itu kata kang Djigoer….

Yang jelas, memang ajaran Islam yang memerintahkan umatnya untuk beriman pada hal yang ghaib telah diselewengkan. Benihnya dari umat Islam sendiri, unsur diluar Islam hanya menyuburkan saja. Ghaib dipahami sebagai klenik… ini genah ngawur. Klenik itu takhayul, takhayul itu khayal, khayal itu fiktif, fiktif itu bukan fakta… tak pantas diyakini. Sementara hal yang ghaib yang harus diimani itu nyata, riil, dan keberadaannya pasti. Masyarakat bahkan tak mampu membedakan mana yang fiktif dan mana yang nyata-nyata ada.

Satu contoh lagi penglenikan yang njelehi adalah mitos malam Jum’at. Jum’at adalah sayidul ayyam. Rajanya hari, hari beribadahnya umat islam. Ha kok hari raya baik begitu malah diwarnai dengan cerita-cerita pating klenyit ra nggenah. Herannya umat Islam ngemplok bulet-bulet hal itu tanpa dicerna. Seakan ya memang begitulah keadaannya.

Kebodohan yang sudah masuk kategori jahil murokab itu seringkali malah didukung dengan kata-kata, “Itulah tradisi adiluhung, yang pantas dilestarikan, karena merupakan warisan peninggalan nenek moyang yang berharga.”

Di era kapitalisme seperti saat ini, tradisi klenik merupakan aset. Bisa meraup banyak dolar. Maka dibangkitkanlah kejahilan-kejahilan yang sudah terpendam, dimunculkan ke permukaan demi menarik doku dari sakunya turis nudis yang royal dollar. Dengan bangganya si anak pribumi bilang, “Inilah budaya luhur kami mister.”

Di saat bangsanya si bule bangun dari terlelapnya di dunia gelap mereka, bangsa ini malah kembali terlelap di dunia gelap masa lalunya yang klenik. Si bule sudah asyik ngelus-elus rudal berkepla nuklir, si klenik masih asyik njamasi pusaka Keris kyai Gemblung, dimandiin, dikasih minyak wangi takut si keris ngamuk kalo gak dimandiin. Si bule telah menjelajah melanglang angkasa, si klenik masih asyik ngoprek kubur, nyuri kafan, makan daging mayit, maling iket pocong… dlsb.

Yang parah, di saat si bule bersatu padu dalam Uni Bule, si klenik berpecah belah dalam puluhan bahkan ratusan aliran, sekte, madzhab dan perguruan. Menunggu-nunggu ratu adil, satrio piningit, titisan Bung Karno, titisan Nyi Blorong, sambil komat-kamit semoga keadaan berubah mak grembyang dengan hanya duduk-duduk menanti kehadiran mereka.

Klenik selalu menyedihkan dan membodohi. Kebodohan adalah mangsa bagi si pinter. Selama umat Islam masih berkutat dengan klenik berkedok iman pada yang ghaib ini, maka mereka hanya akan menjadi santapan bagi pemangsanya. Ini sudah diramalkan oleh kanjeng Nabi.

Selamat Tahun Baru Hijriyah 1430. Semoga di tahun itu, klenik gak mendapat tempat.

12/01/2008

Awan Berbentuk Lafal Allah di Atas Rumah Amrozy dan Ustad Mukhlas


Redaksi Muslimdaily menerima kiriman foto dari seorang pentakziyah yang menghadiri pemakaman As Syshid Amrozy dan Ustad Mukhlas. Dalam foto yang diambil dari depan rumah Hj. Tariyem ibunda Ustad Mukhlas dan Amrozy menggunakan kemera handphone tersebut memperlihatkan awan yang membentuk lafalz Allah.

Kejadian ini muncul setelah ketiga burung besar menghilang. Kemudian langit yang saat itu terang benderang tiba-tiba berubah menjadi mendung dan para pentakziyah mulai menunjuk-nunjuk langit di atas, melihat awan yang membentuk lafal Allah tersebut.

Reporter Muslimdaily tidak sempat mengambil gambar kejadian tesebut karena lokasinya terletak diatas rumah yang kami tempati, jadi terhalang genteng rumah. Namun anggota TPM bapak Achmad Michdan yang setelah menyolatkan jenazah kemudian duduk-duduk bersama kru Muslimdaily di rumah salah satu kerabat ustad Mukhlas melihat sendiri kejadian itu dan menceritakan kepada kami.

Foto ini kami terima hari Ahad setelah ada seorang kerabat keluarga yang menghubungi kami dan memberitahukan kalau dia mempunyai foto kejadian tersebut kemudian mengirimkan ke redaksi Muslimdaily via e-mail. (Muslimdaily)

11/11/2008

Telah dijemput para bidadari para kafilah syuhada

Serang, Banten (arrahmah.com) - Hari ini telah dijemput para bidadari para kafilah syuhada, Mujahid Imam Samudera, Mujahid Amrozi dan Mujahid Ali Ghufron. Mereka semua telah menunjukkan pada umat ini bagaimana sikap mujahid sejati yang tetap istiqomah.

Sejak kedatangan jenazah Mujahid Imam Samudera yang diterima dirumah istri beliau Zakiah Derajat, keluarga besar tampak tabah dan meyakini akan syahidnya As Syahid Imam Samudera.

Wajah as syahid Imam Samudera yang sempat dibuka keluarga tampak putih segar, tersenyum dan berpaling ke kanan sebagaimana ekspresi raut kebahagiaan dan kepuasan bertemu dengan Sang Khalik. As Syahid Imam Samudera membawa luka yang akan menjadi bukti di hadapan Allah untuk menjadi salah satu pengikut rombongan kafilah syuhada.

Setelah disholatkan keluarga, jenazah dibawa menuju masjid Al Manar Serang Banten diiringi ribuan masyarakat pada kanan kirinya jalan. Sholat jenazah diikuti ribuan umat muslim sehngga memerlukan 3 kali kesempatan sholat jenazah.

Walaupun dengan penjagaan yang sangat ketat dari aparat, hal ini tidak menyurutkan ribuan kaum muslimin mengiringi as syahid Imam Samudera untuk mengantarkan ke kuburnya. Gema takbir terus membahana mengiringi As Syahid Imam Samudera menjemput bidadari.

Sungguh, As Syahid memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi para mujahid bagaimana wujud Iskariman au mut syahidan (Hidup Mulia, Atau Mati Syahid).(Prince of jihad/arrahmah.com)

Imam Samudra Meninggal Dengan Senyum

"Jenazah Imam Samudra disambut bak “pahlawan” dan pekikan takbir. Pelayat tak henti mengalir sejak pagi sampai sore. Ada keanehan yang dirasa pihak keluarga. Wajahnya berseri dan mengeluarkan bau harum."


Hidayatullah.com --Warga Serang sejak pagi tadi memadati Pemakaman Kampung Lopang Gede, Serang, Banten. Hal ini menyusul disiarkannya berita eksekusi mati pada pria asal kota ini, Imam Samudera. Imam bersama Amrozi dan Ali Ghufron, yang dituduh sebagai pelaku bom bali I dieksekusi Ahad dini hari di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah (9/11).

Menurut Syafrison, warga Lopang Gede, jenazah Imam Samudera tiba di Serang dengan menggunakan helikopter polisi yang mendarat di Mapolda Banten. Selanjutnya, jenazah sempat dibawa ke rumah istri Imam Samudera yang berada di daerah Cinanggung. Baru kemudian, dengan menggunakan mobil ambulan, jenazah dibawa ke Masjid Al Manar yang berada di dekat rumah orangtua Imam Samudera, Embay Badriyah.

"Masjid berkapasitas 500 orang itu, tidak mampu menampung warga yang ingin ikut menyolatkan. Makanya, sholat jenazah dilakukan sampai empat kali," kata Syafrison kepada www.Hidayatullah.com.

Usai disholatkan, jenazah dibawa ke lokasi penguburan yang berada 300 meter dari Masjid Al Manar. Warga yang ingin menyaksikan prosesi pemakaman Imam Samudera telah berdesak-desakan. Sayangnya, satuan polisi yang berjumlah 500 personil telah berjaga-jaga di sekitar makam. Jadi, tak hanya warga yang tak bisa melihat langsung prosesi pemakaman, wartawan pun hanya bisa menyaksikan dari jarak sekitar 10 meter.

Sambutan Takbir

Suasana makam menjadi riuh saat jenazah tiba di pintu makam. "Allahu akbar, Allahu akbar," teriak warga menyambut kedatangan jasad Imam Samudera. Di antara mereka ada yang meneteskan air mata. Berkali-kali lantunan takbir itu diteriakkan. Sebagian lainnya, melantunkan tahlil, Laa Ilaha Illallah. Jenazah Imam, diusung di dalam keranda besi berwarna hijau dan ditutupi oleh kain warna hitam bertuliskan kalimat Thayyibah.

Ketegangan mulai terasa saat perlahan keranda berisi jenazah pemilik nama lain Abu Umar ini masuk lokasi pemakaman. Seluruh warga berlomba ingin ikut mengangkat keranda. Untungnya, sebagian warga segera membuat pagar betis. Namun, untuk membawa keranda ke lubang makam ternyata tak mudah. Pria-pria yang membawa keranda itu harus berdesakan dengan warga. Hidayatullah.com yang berada di samping keranda saat diusung menuju makam, juga ikut berdesak-desakan. Saat dorong-dorongan itu, telintas penulis membayangkan jamaah haji di Makkah yang berdesak-desakan hendak melempar jumrah. Butuh tenaga dan fisik yang kuat untuk menahan arus manusia.

Suasana demikian haru, saat jasad Imam Samudera diletakkan dalam tanah. Teriakan takbir kembali menggelegar di sekeliling lubang kubur. Bahkan, pelayat yang rata-rata menggunakan gamis dan pakaian khas Afhanistan mengeluarkan ucapan yang berjanji akan meneruskan perjuangan Imam Samudera. "Demi Allah, kematian Imam Samudera akan melahirkan ribuan mujahid yang akan meneruskan cita-cita perjuangannya," teriak salah satu pelayat.

Usai dimakamkan, secara bergantian pelayat melaksanakan sholat Ghaib di depan makam Imam Samudera. Menurut Munir, wartawan yang meliput pemakaman, sholat itu dilaksanakan sebanyak tujuh kali.

Khoirul Anwar, kakak Imam Samudera yang turut memasukan jenazah ke liang lahat begitu terpukau saat melihat sang adik terakhir kali.

"Wajahnya seperti anak kecil yang baru saja dapat permen. Seperti bayi yang baru saja dimandikan bidan," katanya. Lebih lanjut Khairul mengatakan, "Wajahnya begitu bahagia dan bersih. Bibirnya tampak senyum."

Yang lebih aneh lagi adalah pengakuan adik Imam Samudra, Lulu Jamaluddin. "Jenazah kakak wangi sekali waktu dikeluarkan dari peti. Seperti minyak wangi yang sering dipakainya," ujar Lulu Jamaluddin dikutip inilah.com, di rumah duka, Lopang Gede, Serang

Tentang darah segar yang mengalir dari salah satu bagian tubuhnya, Khairul menjawab, "Memang darah Syuhada tak pernah kering," ujarnya. Sampai sore ini, palayat tak henti berdatangan dan mengalir sejak pagi hari. [adam/cha/www.hidayatullah.com]

10/20/2008

Jika seorang wanita menangis dihadapanmu,

Itu berarti dia tak dapat menahannya lagi.
Jika kamu memegang tangannya saat dia menangis,
Dia akan tinggal bersamamu sepanjang hidupmu.
Jika kamu membiarkannya pergi,
Dia tidak akan pernah kembali lagi menjadi dirinya yang dulu.
Selamanya....

Seorang wanita tidak akan menangis dengan mudah,
Kecuali didepan orang yang amat dia sayangi.
Dia menjadi lemah.

Seorang wanita tidak akan menangis dengan mudah,
Hanya jika dia sangat menyayangimu,
Dia akan menurunkan rasa egoisnya.

Lelaki....,
Jika seorang wanita pernah menangis karena mu,
Tolong pegang tangannya dengan pengertian.
Dia adalah orang yang akan tetap bersamamu sepanjang hidupmu.

Lelaki...,
Jika seorang wanita menangis karenamu.
Tolong jangan menyia-nyiakannya.
Mungkin karena keputusanmu, kau merusak kehidupannya.
Saat dia menangis didepanmu,
Saat dia menangis karenamu,
Lihatlah matanya....
Dapatkah kau lihat dan rasakan sakit yang dirasakannya?

Pikirkan....
Wanita mana lagikah yang akan menangis dengan murni, penuh rasa sayang,
Didepanmu dan karenamu......
Dia menangis bukan karena dia lemah
Dia menangis bukan karena dia menginginkan simpati atau rasa kasihan
Dia menangis, karena menangis dengan diam-diam tidaklah memungkinkan lagi.

Lelaki.....,
Pikirkanlah tentang hal itu.
Jika seorang wanita menangisi hatinya untukmu,
Dan semuanya karena dirimu.
Inilah waktunya untuk melihat apa yang telah kau lakukan untuknya.

Hanya kau yang tahu jawabannya....
Pertimbangkanlah..., karena suatu hari nanti
Mungkin akan terlambat untuk menyesal,
Mungkin akan terlambat untuk bilang 'MAAF'

Tentang Pernikahan_chapter 01

Alangkah indahnya pernikahan yang Islami yang ditegakkan diatas dasar mawaddah (cinta) dan rahmah (kasih sayang). Allah Ta'ala berfirman:
"Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir." (QS. Ar-Ruum: 21).

Betapa bahagianya perayaan walimahan yang diberkati ini yang mana Allah Ta'ala mengumpulkan sepasang suami istri dan merpertautkan hati keduanya serta menjadikan keduanya dekat sesuai syar'i yang halal berdasar kitabullah dan sunnah Rasulullah shalallahu alahi wasalam. Allah Ta'ala berfirman:
".. maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua,tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya." (QS. An-Nisa': 3).
Allah Ta'ala juga berfirman:
"Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezki dari yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah ?" (QS. An-Nahl: 72).
"Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang patut (kawin) dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan.Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya.Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. An-Nuur: 32).
Allah melarang sikap tidak mau menikah padahal ia mampu melakukannya. Allah Ta'ala berfirman:
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (QS. Al-Maidah: 87).
Menikah adalah sunnah para nabi dan rasul, shalawat Allah semoga tercurah kepada mereka. Allah Ta'ala berfirman;
"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka istri-istri dan keturunan.Dan tidak ada hak bagi seorang Rasul mendatangkan suatu ayat (mu'jizat) melainkan dengan izin Allah.Bagi tiap-tiap masa ada kitab (yang tertentu)." (QS. Ar-Ra'du: 38).
Barangsiapa yang tidak suka dan benci untuk menikah, berarti ia telah menyelisihi sunnah dan meninggalkan petunjuknya nabi shallallahu 'alaihi wa salam yang mana beliau telah bersabda:
"Demi Allah, akulah orang yang paling takut dan paling takwa diantara kalian, namun aku tetap berpuasa dan berbuka, shalat dan juga tidur. Dan aku juga menikah dengan para wanita.Barang siapa yang tidak senang dengan sunnahku, maka ia bukan termasuk golonganku." (Muttafaqun 'Alaih).
Beliau shallallahu 'alaihi wa salam juga bersabda:
"Wahai para pemuda, barangsiapa diantara kalian yang sudah mempunyai kemampuan menikah,maka hendaklah segera menikah.Sebab menikah itu bisa lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan.Barang siapa yang belum mampu,hendaklah berpuasa,oleh karena puasa itu dapat melemahkan syahwatnya." (Muttafaqun 'Alaih).


Dasar-dasar Syar'i untuk Menikah

Agar terjalin mawaddah wa rahmah (cinta dan kasih sayang) antara suami istri, maka sebelum menikah harus menentukan terlebih dahulu kriteria calon pasangan yang baik. Dalam ajaran Islam ada beberapa kriteria memilih calon pasangan yang baik;

1. Pilihan berdasar faktor agama
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam bersabda:
"Wanita itu dinikahi karena empat hal; karena harta, keturunan, kecantikan dan agamanya, maka jadikanlah pilihanmu itu mengacu pada agamanya niscaya engkau akan beruntung." (Muttafaqun 'Alaih).
Begitu juga nabi memberikan petunjuk kepada para wali yang menerima pinangan untuk menyeleksi calon suami, yang beragama dan berakhlak baik. Nabi shallallahu 'alaihi wa salam bersabda:
"Apabila datang seseorang (peminang) kepada kalian yang mana kalian telah ridha dengan agama dan akhlaknya, maka terimalah (nikahkanlah) ia, jika tidak demikian niscaya akan terjadi kerusakan dimuka bumi dan keburukan yang banyak." (HR. At-Tirmidzi).

2. Pilihan berdasar pada keturunan dan status sosial
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam bersabda:
"Seleksilah bakal benih kalian,sebab faktor genetik itu akan menurun." (HR. Ibnu Majah).
Diriwayatkan dari nabi shallallahu 'alaihi wa salam, bahwa beliau bersabda:
"Waspadalah kalian terhadap 'khadhraud diman'. Para shahabat bertanya: "Apa 'khadhraud diman' itu wahai Rasulullah? Beliau menjawab: "Seorang wanita baik-baik berasal dari benih yang jelek." (HR. Ad-Daruquthni). Hadist ini dhaif (-pent).

3. Mengutamakan gadis
Islam menganjurkan untuk memilih calon istri yang masih gadis. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam bersabda:
"Hendaknya kalian memilih para gadis, sebab mereka lebih manis mulutnya, lebih bersih rahimnya dan lebih sedikit makar dan tipu dayanya serta lebih ridha dengan yang sedikit." (HR. Ibnu Majah).

4. Mengutamakan wanita yang banyak anaknya
Nabi shallallahu 'alaihi wa salam bersabda:
"Nikahilah wanita-wanita yang banyak anak dan penyayang,sebab aku akan berbangga dengan banyaknya kalian atas umat-umat yang lain." (HR. Abu Dawud).

5. Melihat calon Tunangan
Agama islam menganjurkan untuk melihat wanita yang akan dipinang, supaya diketahui seberapa kecantikannya sehingga mendorong ia untuk segera menikahinya. Diriwayatkan dari Al-Mughirah bin Syukbah,bahwa ia telah meminang seorang wanita, lantas nabi bersabda kepadanya: "Engkau telah melihat wanita itu?” Ia jawab; “Belum." Nabi shallallahu 'alaihi wa salam kemudian bersabda:
"Lihatlah kepadanya, sebab dengan itu akan lebih mengekalkan hubungan kalian berdua." (HR. At-Tirmidzi).


Referensi :
"Baquyah min Bustan An-Nushi fii Lailah unsi wa 'Ursy", penyusun : Darul Qasim


8/09/2008

journey to the Lawu's gate


26-07-2008 , 16.30 pm,
at Cemoro Kandang





27-07-2008, 08.00 am,
at Lawu's peak (Hargo Dumilah)

5/31/2008

Terima kasih IBU...,,,

Hari pertama taman kanak-kanak
Ia bergegas ke pintu
Melepaskan pelukan ibunya
Ia tak lagi perlu itu
Karena ia sudah besar sekarang
Terlalu besar untuk hal-hal seperti itu
Sebaliknya ia melambaikan salam
Berharap itu sudah cukup

Saat hari itu ia pulang sekolah
Sang ibu menanyakan kegiatannya
Ia memberinya secarik kertas
Bergambar matahari kuning besar
Gambarnya tak sempurna
Karena ia ceroboh sana-sini
Tapi sang ibu agaknya tak melihat
Atau agaknya tak peduli

Hari pertama SMP
Ia bergegas ke pintu
Berlari dari pelukan ibunya
Ia tak menginginkan hal itu lagi
Ia mengabaikan panggilannya
Saat ia bergegas menyusuri jalan
Di dekat perempatan
Tempat temannya berencana bertemu
Ia berharap ibu akan mengerti
Mengapa ia harus berjalan kesekolah
Diantar oleh ibunya kini
Akan tidak keren kelihatannya

Dan saat ia pulang sekolah
Sang ibu menanyakan kegiatannya
Ia menyerahkan beberapa kertas
Dengan silang lebih dari satu
Sang guru jelas menunjukkan
Jawaban salah disana-sini
Tapi ibunya agaknya tak melihat
Atau agaknya tak peduli

Hari pertama SMU
Ia bergegas keluar pintu
Melompat kekursi pengemudi
Ford-nya yang mengilap
Ia pergi tanpa sarapan
Ia pergi tanpa pamit
Tapi ia berbalik dan menoleh
Sebelum membelok
Ia melihat ibunya melambai dengan semangat
Saat ia menjauh
Ia membunyikan klaksonnya hanya sekali
Untuk mencerahkan hari ibunya
Ia melihat senyuman diwajah ibunya
Lalu ia melaju menghilang dari pandangan
Menuju dunia yang berbeda
Kehidupan baru yang menyenangkan

Dan saat wisudanya
Saat air mata bersinar dimata ibunya
Ia tahu sudah tiba waktunya
Untuk berpisah dengan ibunya
Karena ia akan pergi kuliah
Pergi menuju hari lebih baik
Tak ada lagi peraturan mengekang
Sendirian menemukan jalan

Kopor memenuhi bagasi Ford-nya
yang kotor dan usang
Ia tak sabar tiba di kampus
Memeriksa kamar asramanya
Sang ibu membuka pintu mobil
Dan menutupnya saat ia masuk
Lalu tersenyum bangga pada putranya
Seraya air mata menetes dari dagunya
Ia menjulurkan tangan melalui jendela yang terbuka
Mengucapkan selamat sukses dikampus
Lalu ditariknya anaknya mendekat
Dan melanggar aturan dilarang memeluk
Si anak merasa kebebasan menyapanya
Saat ia memasuki jalan tol
Akhirnya hidupnya hanya miliknya sendiri
Dan ia mengantisipasi takdir

Kehidupan kampus lebih menantang
Daripada yang dapat ia harapkan
Tak ada waktu menjawab surat
Yang sering dikirim ibunya
Ia sudah dewasa sekarang
Terlalu tua untuk hal-hal itu
Kunjungannya saat liburan
Sudah mesti cukup
Lagipula, ujian semester cepat menghadang
Tekanan terasa raksasa
Ia belajar hingga begadang
Keinginannya untuk lulus begitu kuat
Ia bertanya-tanya bagaimana ia berhasil
Bagaimana ia mengatasi
Bagaimana jika ia tak lulus?
Apakah masih akan ada harapan?

Seakan ia mendapat panggilan
Ia melaju di jalan tol
Dengan kecepatan penuh
Malam mulai larut
Ia membelok di kelokan
Yang sering dijelajahinya
Dan memasuki pintu terbuka
Rumah ibunya

Sang ibu duduk di meja
Bersama gambar dalam pigura
Kenangan dari masa lalu
Yang membawa suka duka
Sang ibu tidak perlu bertanya
Mengapa anaknya pulang dari kampus
Karena ia tahu jawabannya
Saat si anak melanggar aturan dilarang memeluk
Lengan melingkarinya erat
Mengintip gambar yang dibuatnya
Banyak pohon, cabang tidak sempurna
Dan matahari kuning yang besar
Sang ibu tersenyum penuh pengertian
Lalu ia pun berkata tegas
anakku, sejak dulu
dan selalu kau membanggakanku
lihatlah betapa jauh kau menempuh
dari anak kecil yang begitu berani
menuju taman kanak-kanak
tanganmu melambai
dan ditahun-tahun kau berbuat kesalahan
tapi anakku, ibu juga pernah salah,
sempurna itu mustahil dalam hidup
lakukanlah sebaik mungkin
dan jangan berharap lebih dari itu
karena hidup ini semestinya menyenangkan
kau hanya bisa menjalani satu kehidupan
lakukan apa yang terbaik bagimu, Nak

duduk dikamar asramanya
saat tekanan tampak terlalu banyak
dan segala yang ia perjuangkan
tampak begitu tak terjangkau
ia menatap gambar
matahari kuning besar
lalu ia teringat
betapa jauh ia telah menempuh
dari anak menjadi dewasa
melawan banyak rasa takut
melalui ujian dan cobaan
manahan banyak air mata
tahu bahwa sukses itu
bukan melewati setiap ujian
dan satu-satunya jalan gagal dalam hidup
adalah tidak melakukan yang terbaik
dan pelajaran terbesar yang didapatnya
yang tidak didapatnya dari sekolah...
bahwa tak apa-apa bagi orang dewasa
untuk melanggar aturan dilarang memeluk

5/30/2008

Keindahan Untukmu...

Rabbi....
Jika cintaku Kau ciptakan untuk dia
tabahkan hatinya
teguhkan imannya
sucikan cintanya
lembutkan rindunya

Rabbi....
Jika hatiku Kau ciptakan untuk dia
penuhi hatinya dengan Kasih-MU
terangi langkahnya dengan Nur-MU
bisikkan kedamaian dalam kegalauan
temani dia dalam kesepian

Rabbi...
kutitipkan cintaku pada-MU untuknya
resapkan rinduku pada rindunya
mekarkan cintaku bersama cintanya
satukan hidupku dan hidupnya dalam cinta-MU
sebab, sungguh aku mencintainya karena-MU...

5/29/2008

Teruntuk Sahabat-sahabatku...

Cinta ibarat kupu-kupu.
Makin kau kejar, makin ia menghindar.
Tapi bila kau biarkan ia terbang, ia akan menghampirimu
disaat kau tak menduganya.

Cinta bisa membahagiakanmu
tapi sering pula ia menyakiti,
tapi cinta itu hanya istimewa apabila kau berikan
pada seseorang yang layak menerima.
Jadi tenang-tenang saja, jangan terburu-buru
dan pilihlah yang terbaik.

Kepada sahabat-sahabatku yang
"RAGU-RAGU DENGAN PERNIKAHAN"
Cinta bukannya perkara menjadi "orang sempurna"- nya seseorang.
Justru perkara menemukan seseorang yang bisa membantumu
menjadikan dirimu menjadi se-sempurnanya.

Kepada sahabat-sahabatku yang
"TIPE PLAYBOY/PLAYGIRL."
Jangan katakan "Aku cinta padamu"
bila kau tidak benar-benar peduli.
Jangan bicarakan soal perasaan-perasaan
bila itu tidak benar-benar ada.
Jangan kau sentuh hidup seseorang
bila kau berniat mematahkan hati.
Jangan menatap ke dalam mata
bila apa yang kau kerjakan cuma berbohong.
Hal terkejam yang bisa dilakukan ialah
membuat seseorang jatuh cinta,
padahal kau tidak berniat sama sekali
'tuk menerimanya saat ia terjatuh..

Kepada sahabat-sahabatku yang "SUDAH MENIKAH."
Kalau Cinta jangan katakan "Ini salahmu!",
tapi "Maafkan aku, ya?" Bukan "Kau dimana!",
melainkan "Aku disini, kenapa?"
Bukan "Kok bisa sih kau begitu!" tapi "Aku ngerti."
Dan juga bukan "Coba, seandainya kau..."
akan tetapi "Terima kasih ya, kau begitu.."
















Kepada sahabat-sahabatku yang "BERTUNANGAN"
Tolak ukur saling mencocoki bukanlah berapa lamanya waktu
yang kalian habiskan bersama, melainkan untuk berapa saling baiknyaanda berdua.

Kepada sahabat-sahabatku yang "PATAH HATI"
Sakit patah hati bertahan selama kau menginginkannya
dan akan mengiris luka sedalam kau membiarkannya.
Tantangannya bukanlah bagaimana bisa mengatasi
melainkan apa yang bisa diambil sebagai pelajaran
dan hikmahnya.

Kepada sahabat-sahabatku yang
"BELUM PERNAH JATUH CINTA."
Bagaimana kalau jatuh cinta: Mau jatuh jatuhlah
tapi jangan sampai terjerumus,
tetaplah konsisten tapi jangan terlalu "ngotot",
berbagilah dan jangan sekali-kali tidak fair,
berpengertianlah dan cobalah untuk tidak menuntut,
siap-siaplah untuk terluka dan menderita,
tapi jangan kau simpan semua rasa sakitmu itu.

Kepada sahabat-sahabatku yang
"INGIN MENGUASAI."
Hatimu patah melihat yang kau cintai
berbahagia dengan orang lain,
tapi akan lebih sakit lagi mengetahui
bahwa yang kau cintai ternyata tidak bahagia denganmu.

Kepada sahabat-sahabatku yang
"TAKUT MENGAKUI."
Cinta menyakitkan bila anda putuskan
hubungan dengan seseorang.
Itu malah lebih sakit lagi bila seseorang
memutuskan hubungan denganmu.
Tapi cinta paling menyakitkan
bila orang yang kau cintai sama sekali
tidak mengetahui perasaanmu (terhadapnya).

Kepada sahabat-sahabatku yang
"MASIH BERTAHAN MENCINTAI SEORANG YANG SUDAH PERGI."
Hal menyedihkan dalam hidup
ialah bila kau bertemu seseorang lalu jatuh cinta,
hanya kemudian pada akhirnya menyadari bahwa
dia bukanlah jodohmu
dan kau telah menyiakan bertahun-tahun
untuk seseorang yang tidak layak.
Kalau sekarangpun ia sudah tak layak,
10 tahun dari sekarangpun ia juga tak akan layak.
Biarkan dia pergi,
Lupakan......!!
Relakan.......!!
Matahari pagi menunggumu di esok hari ...
Saat yang tepat buat memulai sesuatu yang baru ...

5/17/2008

Yang menyedihkan, menyakitkan & mengecewakan!

Hal yang sangat menyedihkan adalah
saat kau jujur pada temanmu, dia berdusta padamu ….
Saat dia telah berjanji padamu, dia mengingkarinya ….
Saat kau memberikan perhatian, dia tidak menghargainya …

Hal yang sangat menyakitkan
adalah saat kau mengirimkan e-mail pada temanmu,
dia menghapus tanpa membacanya …
Saat kau membutuhkan jawaban dari e-mailmu,
dia tidak menjawab dan mengacuhkannya …
Saat bertemu dengannya dan ingin menyapa,
dia pura-pura tidak melihatmu …
Saat kau mencintainya dengan tulus
tapi dia tidak mencintamu …
Saat dia yang kau sayangi
tiba-tiba mengirimkan kartu undangan pernikahannya….

Hal yang sangat mengecewakan
adalah saat kau dibutuhkan
hanya pada saat dia dalam kesulitan…
Saat kau bersikap ramah,
dia terkadang bersikap sinis padamu…
Saat kau butuh dia untuk berbagi cerita,
dia berusaha untuk menghindarimu …

Jangan pernah menyesali atas apa yang terjadi padamu
Sebenarnya hal-hal yang kau alami sedang mengajarimu….
Saat temanmu berdusta padamu atau
tidak menepati janjinya padamu atau dia tidak
menghargai perhatian yang kau berikan….
sebenarnya dia telah mengajarimu
agar kau tidak berperilaku seperti dia ….

Saat temanmu menghapus e-mail yang kau kirim
sebelum membacanya atau saat bertemu dengannya
dan ingin menyapa, dia pura-pura tidak melihatmu...
sebenarnya dia telah mengajarkanmu
agar tidak berprasangka buruk & selalu berpikiran positif
bahwa mungkin saja dia pernah membaca e-mail
yang kau kirim atau mungkin saja dia tidak melihatmu ….

Dan saat dia tidak menjawab e-mailmu ….
Sebenarnya dia telah mengajarkanmu
untuk menjawab e-mail temanmu
yang membutuhkan jawaban walaupun kau sedang sibuk
dan jika kau tidak bisa menjawabnya
katakan kalau kau belum bisa menjawabnya
jangan biarkan e-mailnya tanpa jawaban
karena mungkin dia sedang menunggu jawabanmu….

Saat kau mencintainya dengan tulus tapi dia tidak
mencintaimu atau dia yang kau sayangi tiba-tiba
mengirimkan kartu undangan pernikahannya ….
sebenarnya sedang mengajarimu
untuk ridha menerima takdir-Nya..

Saat kau bersikap ramah
tapi dia terkadang bersikap sinis padamu...
Sebenarnya dia sedang mengajarimu
untuk selalu bersikap ramah pada siapapun ….

Saat kau butuh dia untuk berbagi cerita,
dia berusaha untuk menghindarimu …
Sebenarnya dia sedang mengajarimu
untuk menjadi seorang teman
yang bisa diajak berbagi cerita,
mau mendengarkan keluhan temanmu
dan membantunya ….

Bila kau dibutuhkan hanya pada saat
dia sedang dalam kesulitan ….
Sebenarnya juga telah mengajarimu
untuk menjadi orang yang arif & santun,
kau telah membantunya saat dia dalam kesulitan ….

Begitu banyak hal yang tidak menyenangkan
yang sering kau alami atau bertemu dengan
orang-orang yang menjengkelkan, egois dan sikap
yang tidak mengenakkan…

Dan betapa tidak menyenangkan
menjadi orang yang dikecewakan, disakiti,
tidak dipedulikan/dicuekin, tidak dihargai,
atau bahkan mungkin dicaci dan dihina…
Sebenarnya orang-orang tersebut.
Sedang mengajarimu..
untuk melatih membersihkan hati & jiwa,
melatih untuk menjadi orang yang sabar
dan mengajarimu untuk tidak berperilaku seperti itu …

Mungkin Tuhan menginginkan kau bertemu orang
dengan berbagai macam karakter yang tidak menyenangkan
sebelum kau bertemu dengan orang yang menyenangkan
dalam kehidupanmu dan kau harus mengerti bagaimana
berterimakasih atas karunia itu yang telah mengajarkan
sesuatu yang paling berharga dalam hidupmu …

source : AirPutih

5/05/2008

Dahsyatnya Sakaratul Maut

“Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara sekejab, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri kalian sendiri”. (Imam Ghazali mengutip atsar Al-Hasan).

Datangnya Kematian Menurut Al-Qur’an :

1. Kematian bersifat memaksa dan siap menghampiri manusia walaupun kita berusaha menghindarkan resiko-resiko kematian.
"Katakanlah: "Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat mereka terbunuh". Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati." (QS. Ali Imran: 154).

2. Kematian akan mengejar siapapun meskipun ia berlindung di balik benteng yang kokoh atau berlindung di balik teknologi kedokteran yang canggih serta ratusan dokter terbaik yang ada di muka bumi ini.
"Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah", dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: "Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)." Katakanlah: "Semuanya (datang) dari sisi Allah." Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun?" (QS. An-Nisa: 78).

3. Kematian akan mengejar siapapun walaupun ia lari menghindar.
"Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan." (QS. Al-Jumu’ah: 8).

4. Kematian datang secara tiba-tiba.
"Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." (QS. Luqman: 34).

5. Kematian telah ditentukan waktunya, tidak dapat ditunda atau dipercepat.
"Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS, Al-Munafiqun: 11).


Dahsyatnya Rasa Sakit Saat Sakaratul Maut

Sabda Rasulullah saw : “Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang.” (HR. At-Tirmidzi).
Sabda Rasulullah saw : “Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek ?” (HR. Al-Bukhari).

Atsar (pendapat) para sahabat Rasulullah saw.
Ka’b Al-Ahbar berpendapat : “Sakaratul maut ibarat sebatang pohon berduri yang dimasukkan kedalam perut seseorang. Lalu, seorang lelaki menariknya dengan sekuat-kuatnya sehingga ranting itupun membawa semua bagian tubuh yang menyangkut padanya dan meninggalkan yang tersisa”.

Imam Ghozali berpendapat : “Rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul maut menghujam jiwa dan menyebar ke seluruh anggota tubuh sehingga bagian orang yang sedang sekarat merasakan dirinya ditarik-tarik dan dicerabut dari setiap urat nadi, urat syaraf, persendian, dari setiap akar rambut dan kulit kepala hingga kaki”.

Imam Ghozali juga mengutip suatu riwayat ketika sekelompok Bani Israil yang sedang melewati sebuah pekuburan berdoa pada Allah Ta'ala agar Dia menghidupkan satu mayat dari pekuburan itu sehingga mereka bisa mengetahui gambaran sakaratul maut. Dengan izin Allah melalui suatu cara tiba-tiba mereka dihadapkan pada seorang pria yang muncul dari salah satu kuburan. “Wahai manusia..!” Kata pria tersebut. “Apa yang kalian kehendaki dariku? Limapuluh tahun yang lalu aku mengalami kematian, namun hingga kini rasa perih bekas sakaratul maut itu belum juga hilang dariku.”

Proses sakaratul maut bisa memakan waktu yang berbeda untuk setiap orang, dan tidak dapat dihitung dalam ukuran detik seperti hitungan waktu dunia ketika kita menyaksikan detik-detik terakhir kematian seseorang. Mustafa Kemal Attaturk, bapak modernisasi (sekularisasi) Turki, yang mengganti Turki dari negara bersyariat Islam menjadi negara sekular, dikabarkan mengalami proses sakaratul maut selama 6 bulan (walau tampak dunianya hanya beberapa detik), seperti dilaporkan oleh salah satu keturunannya melalui sebuah mimpi.

Rasa sakit sakaratul maut dialami setiap manusia, dengan berbagai macam tingkat rasa sakit, ini tidak terkait dengan tingkat keimanan atau kezhaliman seseorang selama ia hidup. Sebuah riwayat bahkan mengatakan bahwa rasa sakit sakaratul maut merupakan suatu proses pengurangan kadar siksaan akhirat kita kelak. Demikianlah rencana Allah.

Wallahu a’lam bis shawab.


Sakaratul Maut Orang-orang Zhalim

Imam Ghazali mengutip sebuah riwayat yang menceritakan tentang keinginan Ibrahim 'alaihissalam untuk melihat wajah Malaikatul Maut ketika mencabut nyawa orang zhalim. Allah Ta'ala pun memperlihatkan gambaran perupaan Malaikatul Maut sebagai seorang pria besar berkulit legam, rambut berdiri, berbau busuk, memiliki dua mata, satu didepan satu dibelakang, mengenakan pakaian serba hitam, sangat menakutkan, dari mulutnya keluar jilatan api, ketika melihatnya Ibrahim 'alaihissalam pun pingsan tak sadarkan diri. Setelah sadar Ibrahim 'alaihissalam pun berkata bahwa dengan memandang wajah Malaikatul Maut rasanya sudah cukup bagi seorang pelaku kejahatan untuk menerima ganjaran hukuman kejahatannya, padahal hukuman akhirat Allah jauh lebih dahsyat dari itu.
















Kisah ini menggambarkan bahwa melihat wajah Malakatul Maut saja sudah menakutkan apalagi ketika sang Malaikat mulai menyentuh tubuh kita, menarik paksa roh dari tubuh kita, kemudian mulai menghentak-hentak tubuh kita agar roh (yang masih cinta dunia dan enggan meninggalkan dunia) lepas dari tubuh kita ibarat melepas akar serabut-serabut baja yang tertanam sangat dalam di tanah yang terbuat dari timah keras.

Itulah wajah Malaikatul Maut yang akan mendatangi kita kelak dan memisahkan roh dari tubuh kita. Itulah wajah yang seandainya kita melihatnya dalam mimpi sekalipun maka kita tidak akan pernah lagi bisa tertawa dan merasakan kegembiraan sepanjang sisa hidup kita.

"Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakratulmaut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): "Keluarkanlah nyawamu". Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya." (QS Al-An’am: 93).

"(Yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat lalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata); "Kami sekali-kali tidak mengerjakan sesuatu kejahatan pun". (Malaikat menjawab): "Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan". Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahanam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu." (QS, An-Nahl: 28-29).

Di akhir sakaratul maut, seorang manusia akan diperlihatkan padanya wajah dua Malaikat Pencatat Amal. Kepada orang zhalim, si malaikat akan berkata, “Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik, engkaulah yang membuat kami terpaksa hadir kami ke tengah-tengah perbuatan kejimu, dan membuat kami hadir menyaksikan perbuatan burukmu, memaksa kami mendengar ucapan-ucapan burukmu. Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik ! “ Ketika itulah orang yang sekarat itu menatap lesu ke arah kedua malaikat itu.

Ketika sakaratul maut hampir selesai, dimana tenaga mereka telah hilang dan roh mulai merayap keluar dari jasad mereka, maka tibalah saatnya Malaikatul Maut mengabarkan padanya rumahnya kelak di akhirat. Rasulullah saw pernah bersabda, “Tak seorangpun diantara kalian yang akan meninggalkan dunia ini kecuali telah diberikan tempat kembalinya dan diperlihatkan padanya tempatnya di surga atau di neraka”.
Dan inilah ucapan malaikat ketika menunjukkan rumah akhirat seorang zhalim di neraka, “Wahai musuh Allah, itulah rumahmu kelak, bersiaplah engkau merasakan siksa neraka”.

Naudzu bila min dzalik!


Sakaratul Maut Orang-orang yang Bertaqwa

Sebaliknya Imam Ghozali mengatakan bahwa orang beriman akan melihat rupa Malaikatul Maut sebagai pemuda tampan, berpakaian indah dan menyebarkan wangi yang sangat harum.

"Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: "Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?" Mereka menjawab: "(Allah telah menurunkan) kebaikan". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (yaitu) surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): "Assalamu alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan." (QS, An-Nahl: 30-32).

Dan saat terakhir sakaratul mautnya, malaikatpun akan menunjukkan surga yang akan menjadi rumahnya kelak di akhirat, dan berkata padanya, “Bergembiralah, wahai sahabat Allah, itulah rumahmu kelak, bergembiralah dalam masa-masa menunggumu”.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Semoga kita yang masih hidup dapat selalu dikaruniai hidayah-Nya, berada dalam jalan yang benar, selalu istiqomah dalam keimanan, dan termasuk umat yang dimudahkan-Nya, selama hidup di dunia, di akhir hidup, ketika sakaratul maut, di alam barzakh, di Padang Mahsyar, di jembatan Sirath Al-Mustaqim, dan seterusnya.
Amin !

(Sumber Tulisan Oleh : NN, dikumpulkan dari berbagai sumber)

5/01/2008

Ya Mujahid

ya mujahid ……
sungguh apabila maut berjumpa dengan engkau
akan lari pucat pasi dan mencari jalan untk kembali
sambil melarikan diri kmatian takut dengan engkau

ya mujahid……
engkau selalu mencintainya dimanapun engkau berada
tiadalah engkau berlambat lambat darinya ataupun maju mendahuluimu
maka engkau dapati celaan dalam mencintainya amatlah nikmat
terasa senang mengingtnya maka biarkan celaan mencela engkau

ya mujahid……
engkau tegak berdiri dan tak ada keraguan dalam kematian bagi orang yang tegak berdiri
seolah olah engkau berada dipelupuk sang maut yang tengah tertidur
lewat padamu para perwira yangg tengah luka dan cedera sementara wajahmu tetap putih berseri;
mulutmu tetap tersungging senyum

ya mujahid……
adakah raja itu memiliki daging di atas meja hidangan
apabila pedang-pedangmu masih kehausan dah burung burung masih kelaparan
sampai aku kembali pena penaku mengatakan padaku kemuliaan itu milik pedang bukan milik pena


ya mujahid……
andai aku masih diberi umur , akan kujadikan perang sebagai ibu
tombak sebagai saudara dan pedang sebagai bapak
dengan rambut kusut masai terseyum meyongsong kematian
hingga seolah-olah ia mempunyai keinginan dalam kematian nya
berjalan cepat,, cepat,,jangan sampai terlambat
hingga hampir hampir ringkikan kuda melemparku dari pelananya
lantaran gembira dan melonjak-lonjak menyongsong perang

ya mujahid……
semoga allah merihoimu semoga allah merahmatimu
hingga dalam seyummu yg indah
engkau ingin mengatakan pada kami
aku sudah menepati janjiku aku sudah menjual diriku
maka kapan giliranmu wahai saudara maka kapan giliranmu wahai saudara??

by daud

http://www.arrahmah.com/forum/viewthread/27/

Bila cinta berbicara

Suatu ketika, seorang wanita kelihatan amat sedih. Wajahnya kusut masai. Air mukanya letih menahan tangis. Rupanya, dia baru saja kehilangan anak tercintanya untuk selama- lamanya.

Atas nasihat orang di desa, ia menemui seorang tua bijak di pinggir hutan. Mereka berkata, siapa tahu orang bijak itu dapat membantu menyelesaikan masalahnya. Kerana merasa amat cinta kepada anaknya yang telah mati itu, ia amat berharap agar dapat bertemu dengan orang bijak itu. Ditempuhlah perjalanan yang jauh dengan cepatnya.

Sesampainya disana, dia bertanya, “Guru, apakah Anda memiliki ramuan ajaib untuk mengembalikan anakku?”
Sang Guru tidak berusaha untuk berbalah atau menghalau wanita itu kerana permintaannya yang tidak masuk akal.

Dia cuma berkata, “Carilah bunga merah dari rumah yang tidak mengenal “kesedihan”. Setelah kamu bertemu bunga itu, kita akan bersama-sama membuat ramuan ajaib untuk menghidupkan kembali puteramu.”
Selesai mendengar itu, wanita tersebut segera berangkat mencari kemahuan sang guru.

Dalam perjalanan, dia nampak bingung. Tak ada satu petunjuk pun tentang di mana dan bagaimana bentuk rumah itu. Hinggalah, dia tiba di depan rumah mewah. “Mungkin, penghuni rumah itu tak pernah mengenal kesedihan,” ucap wanita itu dalam hati. Setelah mengetuk pintu, dia berkata, “Saya mencari rumah yang tidak pernah mengalami kesedihan. Inikah tempatnya ?” Wajah sang wanita masih memperlihatkan raut bersedih. Dari dalam rumah, terlihat wajah yang tak kalah sedih. Pemilik rumah itu menjawab, “Kamu datang ke rumah yang salah.”

Pemilik rumah itu bercerita tentang tragedi yang dialami keluarganya . Ia tak hanya kehilangan seorang anak, tapi juga suami dan kedua orangtuanya kerana kemalangan. Si wanita berasa amat kecewa. Namun, dia menjadi terharu dengan cerita tuan rumah. Ia berfikir, “Siapa yang boleh membantu orang yang nasibnya lebih malang dari saya ini?” Dia memutuskan untuk tinggal di sana dan menghiburkan pemilik rumah itu. Beberapa hari lamanya, dia bersama wanita pemilik rumah itu, saling bantu-membantu untuk menjalani hidup. Beberapa minggu berlalu, wanita itu pun berasa si tuan rumah sudah kelihatan lebih baik.

Lalu, ia berangkat lagi mencari rumah berikutnya. Tetapi, ke mana pun dia pergi, selalu bertemu kesedihan orang lain. Akhirnya, dia berasa bertanggungjawab untuk menghiburkan semua orang yang dikunjunginya. Hingga akhirnya, dia pun melupakan misinya.


Note :
Kita belajar makna cinta dari seorang ibu yang menyusui anaknya dalam dukungan. Kedua belah tangannya sibuk membetulkan selimut si bayi. Dalam dadanya tiada sesuatu selain ketulusan memberi atas nama cinta.

Kita belajar makna cinta dari seorang ayah yang membawa pulang sekarung padi dan sejag air setelah seharian berpenat-lelah di sawah. Dalam dadanya, tiada sesuatu selain kegembiraan memberi atas nama cinta.

Kerana cinta bukan hanya sekadar pelukan hangat, belaian lembut, atau kata-kata penuh romantis. Kita belajar apa itu cinta dari apa pun yang ada di muka bumi. Dari cahaya matahari, dari sepasang merpati, dari sujud dan tengadah doa. Dari apapun!

Pada semua kelahiran yang bersambut dengan cinta, hingga kematian dalam cinta, kita dalam hidup ini, tiada lain selain mewujudkan cinta.

Kerana itu, tiada yang boleh kita lakukan selain atas nama cinta kita yang teragung: cinta buat Yang Maha Agung, Allah Ta'ala.

Apapun keputusan-NYA buat kita, Allah yang berbicara, yang menentukan untung-nasib kita, kerana setiap sesuatu yang menyedihkan itu ada hikmah-Nya.

Untuk Calon Istriku Kelak

Ukhti....
Jikalau tiba saatnya bertemu...
bersabarlah dikau dengan kekuranganku....
bersabarlah dikau dengan apa yang tampak sekilas....
sesungguhnya aku ini hanyalah seseorang anak adam yang
biasa-biasa saja....
yang biasa dipandang sebelah mata....

Ukhti....
Jika Allah memang memilihku tuk mendampingimu....
Kumohon....
Hendaklah dikau selalu mengingatkan diriku ini yang
lemah ini....
Yang mungkin menelantarkan hak-hakmu....
Yang mungkin lupa diri dan tak tahu diri....
Yang mungkin lupa akan kewajibanku ini....

Ukhti....
Terimalah salamku ini....
Jagalah dirimu dengan sebaik-baiknya ukhti....
Berimanlah pada Allah Ta'ala....
dan bertakwalah pada Allah....
Patuhilah Allah dan Rasul-Nya....
Jangan terbawa oleh arus musuh-musuh Islam ukhti....

Ingatlah.....
Sesungguhnya Allah Ta'ala bersama orang-orang yang sabar....

Jikalau bukan takdir kita untuk bertemu....
Doaku semoga Allah mempertemukanmu dengan Ikhwan
yang lebih baik dariku....
Yang akan membahagiakanmu di dunia dan membimbingmu
menuju kebahagiaan akhirat....


Akhir kata....
Wassalam.

Malam Pertama

Satu hal sebagai bahan renungan kita...
Tuk merenungkan indahnya malam pertama
Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawiah semata
Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam dan Hawa

Justeru malam pertama 'perkawinan' kita dengan Sang Maut
Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara
Hari itu... mempelai sangat dimanjakan
Mandipun... harus dimandikan

Seluruh badan kita terbuka....
Tak ada sehelai benangpun menutupinya..
Tak ada sedikitpun rasa malu...
Seluruh badan digosok dan dibersihkan
Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan

Bahkan lubang-lubang itupun ditutupi kapas putih...
Itulah sosok kita....
Itulah jasad kita waktu itu

Setelah dimandikan...,
Kitapun kan dipakaikan gaun cantik berwarna putih
Kain itu... jarang orang memakainya..
Karena bermerk sangat terkenal, yaitu Kafan

Wewangian ditaburkan ke baju kita...
Bagian kepala.., badan..., dan kaki diikatkan

Tataplah.... tataplah... itulah wajah kita
Keranda pelaminan... langsung disiapkan
Pengantin bersanding sendirian...
Mempelai di arak keliling kampung bertandukan tetangga

Menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul kita
Diiringi langkah gontai seluruh keluarga

Serta rasa haru para handai taulan
Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah kudus

Akad nikahnya bacaan talkin...
Berwalikan liang lahat..
Saksi-saksinya nisan-nisan yang tlah tiba duluan
Siraman air mawar... pengantar akhir kerinduan

dan akhirnya.....
Tiba masa pengantin..
Menunggu dan ditinggal sendirian...
Tuk mempertanggungjawabkan seluruh langkah kehidupan

Malam pertama bersama 'kekasih'..
Ditemani rayap - rayap dan cacing tanah
Di kamar bertilamkan tanah..
Dan ketika 7 langkah tlah pergi....
Kitapun kan ditanyai oleh sang Malaikat...
Kita tak tahu apakah akan memperoleh Nikmat Kubur...
Ataukah kita kan memperoleh Siksa Kubur.....
Kita tak tahu...dan tak seorangpun yang tahu....
Tapi anehnya kita tak pernah galau ketakutan....
Padahal nikmat atau siksa yang kan kita terima
Kita sungkan sekali meneteskan air mata...
Seolah barang berharga yang sangat mahal...

Inilah masa menunggu sebelum tibanya hari akhir dari segala-galanya..
Akankah sejak malam ini kita menunggu untuk ke surga atau ke neraka..
Mungkin tak pantas kita rasanya menjadi ahli syurga...
Tapi.... tapi .... sanggupkah kita menjadi ahli neraka...

Wahai Sahabat... mohon maaf... jika malam itu aku tak menemanimu

Bukan aku tak setia...
Bukan aku berkhianat....
Tapi itulah komitmen azali tentang hidup dan kehidupan
Rasa sayangku padamu lebih dari apa yang kau duga

Aku berdo'a... semoga kita bisa khusnul khotimah sehingga jadi ahli syurga.

Amien....



(sumber : NN)

Pengakuan laki-laki.....

Kami sulit menahan pandangan mata ketika melihat kalian,
apalagi jika kalian diamanahkan ALLAH kecantikan dan postur yang ideal, kami semakin susah untuk menolak agar tidak melihat kalian, karena itu lebarkanlah pakaian kalian, dan tutupilah rambut hingga ke dada kalian dengan kerudung yang membentang.

Kami juga sulit menahan pendengaran kami
ketika berbicara dengan kalian,
apalagi jika kalian diamanahkan oleh ALLAH
suara yang merdu dengan irama yang mendayu,
karena itu tegaskanlah suara kalian, dan berbicaralah seperlunya.

Kami juga sulit menahan bayangan- bayangan hati kalian,
ketika kalian dapat menjadi tempat mencurahkan isi hati kami,
waktu luang kami akan sering terisi oleh bayangan-bayangan kalian,
karena itu janganlah kalian membiarkan kami menjadi curahan hati bagi kalian.

Kami tahu kami paling lemah bila harus berhadapan dengan kalian,
Kekerasan hati kami dengan mudah bisa luluh hanya dengan senyum kalian,
Hati kami akan bergetar ketika mendengar kalian menangis,
Sungguh ALLAH telah memberikan amanah terindah kepada kalian,
maka jagalah jangan sampai ALLAH murka dan memberikan keputusan.

Maha Besar ALLAH yang tahu akan kelemahan hati kami,
hanya dengan ikatan yang suci dan yang diridhoi-Nya
kalian akan halal bagi kami.

"Lalu apa yang telah aku lakukan selama ini…
Ya Rabb… tolong ampuni aku…
untuk setiap pandangan yang tak terjaga,
lisan yang merayu dan hati yang tak terhijab…
Ya Rabb… Engkau mengawasi kami tiap detik,
karena kasih sayangMu kepada kami engkau perintahkan malaikat
silih berganti menemani kami siang dan malam…"



dikutip dari:
http://suryaningsih.wordpress.com/2007/10/24/pengakuan-laki-laki-yang-wajib-dibaca-wanita/

4/30/2008

Sebelum mengeluh.....














Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali.

Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Sebelum kamu mengeluh tidak punya apa-apa,
Pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan.

Sebelum kamu mengeluh bahwa nasib kamu buruk,
Pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk didalam hidupnya.

Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istri anda,
Pikirkan tentang seseorang yang terus memohon kepada Allah Ta'ala untuk diberikan pendamping hidup.

Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu,
Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat

Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu,
Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul

Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya,
Pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan.

Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir,
Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan

Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu,
Pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.

Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain,
Ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.

Dan ketika kamu sedang bersedih dan hidupmu dalam kesusahan,
Tersenyum dan bersyukurlah kepada Allah Ta'ala bahwa kamu masih hidup


Note :
Cintai orang lain dengan perkataan dan perbuatanmu.
Cinta diciptakan tidak untuk disimpan atau disembunyikan.
Anda tidak mencintai seseorang karena dia cantik atau tampan,
Mereka cantik atau tampan karena anda mencintainya.

It’s true you don’t know what you’ve got until it’s gone, but it’s also true You don’t know what you’ve been missing until it arrives !!!

harapan, masih adakah,,?

Ada 4 lilin yang menyala, Sedikit demi sedikit habis meleleh.
Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka

Yang pertama berkata: “Aku adalah keindahan." "Namun manusia tak mampu menjagaku: maka lebih baik aku mematikan diriku saja!”
Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam. Yang kedua berkata: “Aku adalah Kasih Sayang.” “Sayang aku tak berguna lagi.” “Manusia tak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.” Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.

Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara: ”Aku adalah Cinta.”
“Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala.”
“Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna.” “Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya. “ Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.

Tanpa terduga…
Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar,
dan melihat ketiga lilin telah padam.
Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata: “Eh, apa yang terjadi??
Kalian harus tetap menyala, Aku takut akan kegelapan!”

Lalu ia menangis tersedu-sedu.
Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata:
"Jangan takut, janganlah menangis,
selama aku masih ada dan menyala,
kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga lilin lainnya."

"Akulah harapan “
Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan,
lalu menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya.

Apa yang tidak pernah mati hanyalah harapan.
yang ada dalam hati kita…. dan masing-masing kita
semoga dapat menjadi alat, seperti sang anak tersebut,
yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali
Keindahan, Kasih Sayang dan Cinta dengan harapan-Nya…


Note :
Harapanlah yang membuat orang untuk lebih baik lagi,
dimasa sekarang dan masa yang akan datang.
Jadi jangan padamkan semangat dan harapanmu untuk hidup yang lebih baik…

sahabat sejati















Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah.

Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama

karenanya…

Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya.

Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur, disakiti, diperhatikan, dikecewakan, didengar, diabaikan, dibantu, ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.

Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.

Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.

Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.

Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.

Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya.

Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.

"Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri"
"Dalam masa kesuksesan, teman-teman mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman-teman kita"
Ingatlah kapan terakhir kali Anda berada dalam kesulitan.

Siapa yang berada di samping Anda..??
Siapa yang mengasihi Anda saat Anda merasa tidak dicintai...??
Siapa yang ingin bersama Anda saat Anda tak bisa memberikan apa-apa...??

''MEREKALAH SAHABAT ANDA''

Hargai dan peliharalah selalu persahabatan Anda dengan mereka

4/28/2008

Bertengkar Dengan Indah


Assalaamu’alaikum Wr. Wb.

Buat yang Udah Nikah, Mau Nikah, Punya Niat Untuk Nikah

Sebarkan kepada orang2 yang anda kenal…….. mudah-mudahan bermanfaat.

Bertengkar adalah fenomena yang sulit dihindari dalam kehidupan berumah tangga, kalau ada seseorang berkata: “Saya tidak pernah bertengkar dengan isteri saya !” Kemungkinannya dua, boleh jadi dia belum beristeri, atau ia tengah berdusta.

Yang jelas kita perlu menikmati saat-saat bertengkar itu, sebagaimana lebih menikmati lagi saat saat tidak bertengkar. Bertengkar itu sebenarnya sebuah keadaan diskusi, hanya saja dihantarkan dalam muatan emosi tingkat tinggi.

Kalau tahu etikanya, dalam bertengkarpun kita bisa mereguk hikmah, betapa tidak, justru dalam pertengkaran, setiap kata yang terucap mengandung muatan perasaan yang sangat dalam, yang mencuat dengan desakan energi yang tinggi, pesan pesannya terasa kental, lebih mudah dicerna ketimbang basa basi tanpa emosi.

Tulisan ini murni non politik, jadi tolong jangan tergesa-gesa membacanya.

Bacalah dengan sabar, lalu renungi dengan baik, setelah itu… terapkan dalam keseharian kita……. setuju ??

Suatu ketika seseorang berbincang dengan orang yang akan menjadi teman hidupnya, dan salah satunya bertanya; apakah ia bersedia berbagi masa depan dengannya, dan jawabannya tepat seperti yang diharap.Mereka mulai membicarakan : seperti apa suasana rumah tangga ke depan. Salah satu diantaranya adalah tentang apa yang harus dilakukan kala mereka bertengkar. Dari beberapa perbincangan hingga waktu yang mematangkannya, tibalah mereka pada sebuah Memorandum ofUnderstanding, bahwa kalaupun harus bertengkar, maka :

1. Kalau bertengkar tidak boleh berjama’ah

Cukup seorang saja yang marah-marah, yang terlambat mengirim sinyal nada tinggi harus menunggu sampai yang satu reda. Untuk urusan marah pantang berjama’ah, seorangpun sudah cukup membuat rumah jadi meriah. Ketika ia marah dan saya mau menyela, segera ia berkata “STOP” ini giliran saya ! Saya harus diam sambil istighfar. Sambil menahan senyum saya berkata dalam hati :
“kamu makin cantik kalau marah, makin energik …”

Dan dengan diam itupun saya merasa telah beramal sholeh, telah menjadi jalan bagi tersalurkannya luapan perasaan hati yang dikasihi… “duh kekasih .. bicaralah terus, kalau dengan itu hatimu menjadi lega, maka dipadang kelegaan perasaanmu itu aku menunggu ….”. Pokoknya khusus untuk marah, memang tidak harus berjama’ah, sebab ada sesuatu yang lebih baik untuk dilakukan secara berjama’ah selain marah (Sholat 5 waktu -red )

2. Marahlah untuk persoalan itu saja, jangan pernah ungkit masa lalu kita/dirinya

Siapapun kalau diungkit kesalahan masa lalunya, pasti terpojok, sebab masa silam adalah bagian dari sejarah dirinya yang tidak bisa ia ubah. Siapapun tidak akan suka dinilai dengan masa lalunya. Sebab harapan terbentang mulai hari ini hingga ke depan. Dalam bertengkar pun kita perlu menjaga harapan dan bukan menghancurkannya. Sebab pertengkaran di antara orang yang masih mempunyai harapan, hanyalah sebuah foreplay, sedang pertengkaran dua hati yang patah asa, menghancurkan peradaban cinta yang telah sedemikian mahal dibangunnya.

Kalau saya terlambat pulang dan ia marah,maka kemarahan atas keterlambatan itu sekeras apapun kecamannya, adalah “ungkapan rindu yang keras”. Tapi bila itu dikaitkan dgn seluruh keterlambatan saya, minggu lalu,awal bulan kemarin dan dua bulan lalu, maka itu membuat saya terpuruk jatuh.

Bila teh yang disajinya tidak manis (saya termasuk penimbun gula), sepedas apapun saya marah,maka itu adalah “harapan ingin disayangi lebih tinggi”. Tapi kalau itu dihubungkan dgn kesalahannya kemarin dan tiga hari lewat, plus tuduhan “Sudah tidak suka lagi ya dengan saya”, maka saya telah menjepitnya dengan hari yang telah pergi, saya menguburnya di masa lalu, ups....! saya telah membunuhnya, membunuh cintanya.

Padahal kalau cintanya mati, saya juga yang susah … OK, marahlah tapi untuk kesalahan saat ini saja, saya tidak hidup di minggu lalu, dan ia pun milik hari ini …..

3. Kalau marah jangan bawa-bawa keluarga

Saya dengan isteri saya terikat baru beberapa waktu, tapi saya dengan ibu dan bapak saya hampir berkali lipat lebih panjang dari itu, demikian juga ia dan kakak serta pamannya. Dan konsep Quran, seseorang itu tidak menanggung kesalahan pihak lain.
"(yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain, dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya)." (QS. An-Najm: 38-40).

Saya tidak akan terpantik marah bila cuma saya yang dimarahi, tapi kalau ibu saya diajak serta, jangan coba-coba. Begitupun dia, semenjak saya menikahinya, saya telah belajar mengabaikan siapapun di dunia ini selain dia, karenanya mengapa harus bawa bawa barang lain ke kancah “awal cinta yang panas ini”.

Kata ayah saya : “Teman seribu masih kurang, musuh satu terlalu banyak.”

Memarahi orang yang mencintai saya, lebih mudah dicari maafnya dari pada ngambek pada yang tidak mengenal hati dan diri saya..”. Dunia sudah diambang pertempuran, tidak usah ditambah tambah dengan memusuhi mertua!

4. Kalau marah jangan di depan anak-anak

Anak kita adalah buah cinta kasih, bukan buah kemarahan dan kebencian. Dia tidak lahir lewat pertengkaran kita, karena itu, mengapa mereka harus menonton komedi liar rumah kita. Anak yang melihat orang tuanya bertengkar, bingung harus memihak siapa. Membela ayah, bagaimana ibunya. Membela ibu, tapi itu ‘kan bapak saya.

Ketika anak mendengar ayah ibunya bertengkar :
  • Ibu : “Saya ini cape, saya bersihkan rumah, saya masak, dan kamu datang main suruh begitu, emang saya ini babu ?!!!”
  • Bapak : “Saya juga cape, kerja seharian, kamu minta ini dan itu dan aku harus mencari lebih banyak untuk itu, saya datang hormatmu tak ada, emang saya ini kuda....????!!!!
  • Anak : “…… Yaaa … ibu saya babu, bapak saya kuda …. terus saya ini apa ?”
Kita harus berani berkata : “Hentikan pertengkaran !” ketika anak datang, lihat mata mereka, dalam binarannya ada rindu dan kebersamaan. Pada tawanya ada jejak kerjasama kita yang romantis, haruskah ia mendengar kata bahasa hati kita ???

5. Kalau marah jangan lebih dari satu waktu shalat

Pada setiap tahiyyat dalam shalat kita berkata : “Assalaa-mu ‘alaynaa wa ‘alaa’ibaadilahissholiihiin” Ya Allah damai atas kami, demikian juga atas hamba hambamu yg shalih ….
Nah, andai setelah salam kita cemberut lagi, setelah salam kita tatap isteri kita dengan amarah, maka kita telah mendustai -Nya, padahal nyawamu ditangan-Nya.

OK, marahlah sepuasnya kala senja, tapi habis maghrib harus terbukti lho itu janji dengan Ilahi …. Marahlah habis shubuh, tapi jangan lewat waktu dzuhur, Atau maghrib sebatas isya … Atau habis isya sebatas….??? mmmh .. Ah kayaknya kita sepakat kalau habis isya sebaiknya memang tidak bertengkar …

6. Kalau kita saling mencinta, kita harus saling mema’afkan

Tapi yang jelas memang begitu, selama ada cinta, bertengkar hanyalah “proses belajar untuk mencintai lebih intens” Ternyata ada yang masih setia dengan kita walau telah kita maki-maki.

semoga tulisan yang sedikit ini bisa bermanfa’at bagi teman-teman yang membacanya


Wassalam