Tampilkan postingan dengan label hati dan cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hati dan cinta. Tampilkan semua postingan

10/20/2008

Tentang Pernikahan_chapter 01

Alangkah indahnya pernikahan yang Islami yang ditegakkan diatas dasar mawaddah (cinta) dan rahmah (kasih sayang). Allah Ta'ala berfirman:
"Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir." (QS. Ar-Ruum: 21).

Betapa bahagianya perayaan walimahan yang diberkati ini yang mana Allah Ta'ala mengumpulkan sepasang suami istri dan merpertautkan hati keduanya serta menjadikan keduanya dekat sesuai syar'i yang halal berdasar kitabullah dan sunnah Rasulullah shalallahu alahi wasalam. Allah Ta'ala berfirman:
".. maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua,tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya." (QS. An-Nisa': 3).
Allah Ta'ala juga berfirman:
"Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezki dari yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah ?" (QS. An-Nahl: 72).
"Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang patut (kawin) dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan.Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya.Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. An-Nuur: 32).
Allah melarang sikap tidak mau menikah padahal ia mampu melakukannya. Allah Ta'ala berfirman:
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (QS. Al-Maidah: 87).
Menikah adalah sunnah para nabi dan rasul, shalawat Allah semoga tercurah kepada mereka. Allah Ta'ala berfirman;
"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka istri-istri dan keturunan.Dan tidak ada hak bagi seorang Rasul mendatangkan suatu ayat (mu'jizat) melainkan dengan izin Allah.Bagi tiap-tiap masa ada kitab (yang tertentu)." (QS. Ar-Ra'du: 38).
Barangsiapa yang tidak suka dan benci untuk menikah, berarti ia telah menyelisihi sunnah dan meninggalkan petunjuknya nabi shallallahu 'alaihi wa salam yang mana beliau telah bersabda:
"Demi Allah, akulah orang yang paling takut dan paling takwa diantara kalian, namun aku tetap berpuasa dan berbuka, shalat dan juga tidur. Dan aku juga menikah dengan para wanita.Barang siapa yang tidak senang dengan sunnahku, maka ia bukan termasuk golonganku." (Muttafaqun 'Alaih).
Beliau shallallahu 'alaihi wa salam juga bersabda:
"Wahai para pemuda, barangsiapa diantara kalian yang sudah mempunyai kemampuan menikah,maka hendaklah segera menikah.Sebab menikah itu bisa lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan.Barang siapa yang belum mampu,hendaklah berpuasa,oleh karena puasa itu dapat melemahkan syahwatnya." (Muttafaqun 'Alaih).


Dasar-dasar Syar'i untuk Menikah

Agar terjalin mawaddah wa rahmah (cinta dan kasih sayang) antara suami istri, maka sebelum menikah harus menentukan terlebih dahulu kriteria calon pasangan yang baik. Dalam ajaran Islam ada beberapa kriteria memilih calon pasangan yang baik;

1. Pilihan berdasar faktor agama
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam bersabda:
"Wanita itu dinikahi karena empat hal; karena harta, keturunan, kecantikan dan agamanya, maka jadikanlah pilihanmu itu mengacu pada agamanya niscaya engkau akan beruntung." (Muttafaqun 'Alaih).
Begitu juga nabi memberikan petunjuk kepada para wali yang menerima pinangan untuk menyeleksi calon suami, yang beragama dan berakhlak baik. Nabi shallallahu 'alaihi wa salam bersabda:
"Apabila datang seseorang (peminang) kepada kalian yang mana kalian telah ridha dengan agama dan akhlaknya, maka terimalah (nikahkanlah) ia, jika tidak demikian niscaya akan terjadi kerusakan dimuka bumi dan keburukan yang banyak." (HR. At-Tirmidzi).

2. Pilihan berdasar pada keturunan dan status sosial
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam bersabda:
"Seleksilah bakal benih kalian,sebab faktor genetik itu akan menurun." (HR. Ibnu Majah).
Diriwayatkan dari nabi shallallahu 'alaihi wa salam, bahwa beliau bersabda:
"Waspadalah kalian terhadap 'khadhraud diman'. Para shahabat bertanya: "Apa 'khadhraud diman' itu wahai Rasulullah? Beliau menjawab: "Seorang wanita baik-baik berasal dari benih yang jelek." (HR. Ad-Daruquthni). Hadist ini dhaif (-pent).

3. Mengutamakan gadis
Islam menganjurkan untuk memilih calon istri yang masih gadis. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam bersabda:
"Hendaknya kalian memilih para gadis, sebab mereka lebih manis mulutnya, lebih bersih rahimnya dan lebih sedikit makar dan tipu dayanya serta lebih ridha dengan yang sedikit." (HR. Ibnu Majah).

4. Mengutamakan wanita yang banyak anaknya
Nabi shallallahu 'alaihi wa salam bersabda:
"Nikahilah wanita-wanita yang banyak anak dan penyayang,sebab aku akan berbangga dengan banyaknya kalian atas umat-umat yang lain." (HR. Abu Dawud).

5. Melihat calon Tunangan
Agama islam menganjurkan untuk melihat wanita yang akan dipinang, supaya diketahui seberapa kecantikannya sehingga mendorong ia untuk segera menikahinya. Diriwayatkan dari Al-Mughirah bin Syukbah,bahwa ia telah meminang seorang wanita, lantas nabi bersabda kepadanya: "Engkau telah melihat wanita itu?” Ia jawab; “Belum." Nabi shallallahu 'alaihi wa salam kemudian bersabda:
"Lihatlah kepadanya, sebab dengan itu akan lebih mengekalkan hubungan kalian berdua." (HR. At-Tirmidzi).


Referensi :
"Baquyah min Bustan An-Nushi fii Lailah unsi wa 'Ursy", penyusun : Darul Qasim


5/30/2008

Keindahan Untukmu...

Rabbi....
Jika cintaku Kau ciptakan untuk dia
tabahkan hatinya
teguhkan imannya
sucikan cintanya
lembutkan rindunya

Rabbi....
Jika hatiku Kau ciptakan untuk dia
penuhi hatinya dengan Kasih-MU
terangi langkahnya dengan Nur-MU
bisikkan kedamaian dalam kegalauan
temani dia dalam kesepian

Rabbi...
kutitipkan cintaku pada-MU untuknya
resapkan rinduku pada rindunya
mekarkan cintaku bersama cintanya
satukan hidupku dan hidupnya dalam cinta-MU
sebab, sungguh aku mencintainya karena-MU...

5/29/2008

Teruntuk Sahabat-sahabatku...

Cinta ibarat kupu-kupu.
Makin kau kejar, makin ia menghindar.
Tapi bila kau biarkan ia terbang, ia akan menghampirimu
disaat kau tak menduganya.

Cinta bisa membahagiakanmu
tapi sering pula ia menyakiti,
tapi cinta itu hanya istimewa apabila kau berikan
pada seseorang yang layak menerima.
Jadi tenang-tenang saja, jangan terburu-buru
dan pilihlah yang terbaik.

Kepada sahabat-sahabatku yang
"RAGU-RAGU DENGAN PERNIKAHAN"
Cinta bukannya perkara menjadi "orang sempurna"- nya seseorang.
Justru perkara menemukan seseorang yang bisa membantumu
menjadikan dirimu menjadi se-sempurnanya.

Kepada sahabat-sahabatku yang
"TIPE PLAYBOY/PLAYGIRL."
Jangan katakan "Aku cinta padamu"
bila kau tidak benar-benar peduli.
Jangan bicarakan soal perasaan-perasaan
bila itu tidak benar-benar ada.
Jangan kau sentuh hidup seseorang
bila kau berniat mematahkan hati.
Jangan menatap ke dalam mata
bila apa yang kau kerjakan cuma berbohong.
Hal terkejam yang bisa dilakukan ialah
membuat seseorang jatuh cinta,
padahal kau tidak berniat sama sekali
'tuk menerimanya saat ia terjatuh..

Kepada sahabat-sahabatku yang "SUDAH MENIKAH."
Kalau Cinta jangan katakan "Ini salahmu!",
tapi "Maafkan aku, ya?" Bukan "Kau dimana!",
melainkan "Aku disini, kenapa?"
Bukan "Kok bisa sih kau begitu!" tapi "Aku ngerti."
Dan juga bukan "Coba, seandainya kau..."
akan tetapi "Terima kasih ya, kau begitu.."
















Kepada sahabat-sahabatku yang "BERTUNANGAN"
Tolak ukur saling mencocoki bukanlah berapa lamanya waktu
yang kalian habiskan bersama, melainkan untuk berapa saling baiknyaanda berdua.

Kepada sahabat-sahabatku yang "PATAH HATI"
Sakit patah hati bertahan selama kau menginginkannya
dan akan mengiris luka sedalam kau membiarkannya.
Tantangannya bukanlah bagaimana bisa mengatasi
melainkan apa yang bisa diambil sebagai pelajaran
dan hikmahnya.

Kepada sahabat-sahabatku yang
"BELUM PERNAH JATUH CINTA."
Bagaimana kalau jatuh cinta: Mau jatuh jatuhlah
tapi jangan sampai terjerumus,
tetaplah konsisten tapi jangan terlalu "ngotot",
berbagilah dan jangan sekali-kali tidak fair,
berpengertianlah dan cobalah untuk tidak menuntut,
siap-siaplah untuk terluka dan menderita,
tapi jangan kau simpan semua rasa sakitmu itu.

Kepada sahabat-sahabatku yang
"INGIN MENGUASAI."
Hatimu patah melihat yang kau cintai
berbahagia dengan orang lain,
tapi akan lebih sakit lagi mengetahui
bahwa yang kau cintai ternyata tidak bahagia denganmu.

Kepada sahabat-sahabatku yang
"TAKUT MENGAKUI."
Cinta menyakitkan bila anda putuskan
hubungan dengan seseorang.
Itu malah lebih sakit lagi bila seseorang
memutuskan hubungan denganmu.
Tapi cinta paling menyakitkan
bila orang yang kau cintai sama sekali
tidak mengetahui perasaanmu (terhadapnya).

Kepada sahabat-sahabatku yang
"MASIH BERTAHAN MENCINTAI SEORANG YANG SUDAH PERGI."
Hal menyedihkan dalam hidup
ialah bila kau bertemu seseorang lalu jatuh cinta,
hanya kemudian pada akhirnya menyadari bahwa
dia bukanlah jodohmu
dan kau telah menyiakan bertahun-tahun
untuk seseorang yang tidak layak.
Kalau sekarangpun ia sudah tak layak,
10 tahun dari sekarangpun ia juga tak akan layak.
Biarkan dia pergi,
Lupakan......!!
Relakan.......!!
Matahari pagi menunggumu di esok hari ...
Saat yang tepat buat memulai sesuatu yang baru ...

5/17/2008

Yang menyedihkan, menyakitkan & mengecewakan!

Hal yang sangat menyedihkan adalah
saat kau jujur pada temanmu, dia berdusta padamu ….
Saat dia telah berjanji padamu, dia mengingkarinya ….
Saat kau memberikan perhatian, dia tidak menghargainya …

Hal yang sangat menyakitkan
adalah saat kau mengirimkan e-mail pada temanmu,
dia menghapus tanpa membacanya …
Saat kau membutuhkan jawaban dari e-mailmu,
dia tidak menjawab dan mengacuhkannya …
Saat bertemu dengannya dan ingin menyapa,
dia pura-pura tidak melihatmu …
Saat kau mencintainya dengan tulus
tapi dia tidak mencintamu …
Saat dia yang kau sayangi
tiba-tiba mengirimkan kartu undangan pernikahannya….

Hal yang sangat mengecewakan
adalah saat kau dibutuhkan
hanya pada saat dia dalam kesulitan…
Saat kau bersikap ramah,
dia terkadang bersikap sinis padamu…
Saat kau butuh dia untuk berbagi cerita,
dia berusaha untuk menghindarimu …

Jangan pernah menyesali atas apa yang terjadi padamu
Sebenarnya hal-hal yang kau alami sedang mengajarimu….
Saat temanmu berdusta padamu atau
tidak menepati janjinya padamu atau dia tidak
menghargai perhatian yang kau berikan….
sebenarnya dia telah mengajarimu
agar kau tidak berperilaku seperti dia ….

Saat temanmu menghapus e-mail yang kau kirim
sebelum membacanya atau saat bertemu dengannya
dan ingin menyapa, dia pura-pura tidak melihatmu...
sebenarnya dia telah mengajarkanmu
agar tidak berprasangka buruk & selalu berpikiran positif
bahwa mungkin saja dia pernah membaca e-mail
yang kau kirim atau mungkin saja dia tidak melihatmu ….

Dan saat dia tidak menjawab e-mailmu ….
Sebenarnya dia telah mengajarkanmu
untuk menjawab e-mail temanmu
yang membutuhkan jawaban walaupun kau sedang sibuk
dan jika kau tidak bisa menjawabnya
katakan kalau kau belum bisa menjawabnya
jangan biarkan e-mailnya tanpa jawaban
karena mungkin dia sedang menunggu jawabanmu….

Saat kau mencintainya dengan tulus tapi dia tidak
mencintaimu atau dia yang kau sayangi tiba-tiba
mengirimkan kartu undangan pernikahannya ….
sebenarnya sedang mengajarimu
untuk ridha menerima takdir-Nya..

Saat kau bersikap ramah
tapi dia terkadang bersikap sinis padamu...
Sebenarnya dia sedang mengajarimu
untuk selalu bersikap ramah pada siapapun ….

Saat kau butuh dia untuk berbagi cerita,
dia berusaha untuk menghindarimu …
Sebenarnya dia sedang mengajarimu
untuk menjadi seorang teman
yang bisa diajak berbagi cerita,
mau mendengarkan keluhan temanmu
dan membantunya ….

Bila kau dibutuhkan hanya pada saat
dia sedang dalam kesulitan ….
Sebenarnya juga telah mengajarimu
untuk menjadi orang yang arif & santun,
kau telah membantunya saat dia dalam kesulitan ….

Begitu banyak hal yang tidak menyenangkan
yang sering kau alami atau bertemu dengan
orang-orang yang menjengkelkan, egois dan sikap
yang tidak mengenakkan…

Dan betapa tidak menyenangkan
menjadi orang yang dikecewakan, disakiti,
tidak dipedulikan/dicuekin, tidak dihargai,
atau bahkan mungkin dicaci dan dihina…
Sebenarnya orang-orang tersebut.
Sedang mengajarimu..
untuk melatih membersihkan hati & jiwa,
melatih untuk menjadi orang yang sabar
dan mengajarimu untuk tidak berperilaku seperti itu …

Mungkin Tuhan menginginkan kau bertemu orang
dengan berbagai macam karakter yang tidak menyenangkan
sebelum kau bertemu dengan orang yang menyenangkan
dalam kehidupanmu dan kau harus mengerti bagaimana
berterimakasih atas karunia itu yang telah mengajarkan
sesuatu yang paling berharga dalam hidupmu …

source : AirPutih

5/01/2008

Bila cinta berbicara

Suatu ketika, seorang wanita kelihatan amat sedih. Wajahnya kusut masai. Air mukanya letih menahan tangis. Rupanya, dia baru saja kehilangan anak tercintanya untuk selama- lamanya.

Atas nasihat orang di desa, ia menemui seorang tua bijak di pinggir hutan. Mereka berkata, siapa tahu orang bijak itu dapat membantu menyelesaikan masalahnya. Kerana merasa amat cinta kepada anaknya yang telah mati itu, ia amat berharap agar dapat bertemu dengan orang bijak itu. Ditempuhlah perjalanan yang jauh dengan cepatnya.

Sesampainya disana, dia bertanya, “Guru, apakah Anda memiliki ramuan ajaib untuk mengembalikan anakku?”
Sang Guru tidak berusaha untuk berbalah atau menghalau wanita itu kerana permintaannya yang tidak masuk akal.

Dia cuma berkata, “Carilah bunga merah dari rumah yang tidak mengenal “kesedihan”. Setelah kamu bertemu bunga itu, kita akan bersama-sama membuat ramuan ajaib untuk menghidupkan kembali puteramu.”
Selesai mendengar itu, wanita tersebut segera berangkat mencari kemahuan sang guru.

Dalam perjalanan, dia nampak bingung. Tak ada satu petunjuk pun tentang di mana dan bagaimana bentuk rumah itu. Hinggalah, dia tiba di depan rumah mewah. “Mungkin, penghuni rumah itu tak pernah mengenal kesedihan,” ucap wanita itu dalam hati. Setelah mengetuk pintu, dia berkata, “Saya mencari rumah yang tidak pernah mengalami kesedihan. Inikah tempatnya ?” Wajah sang wanita masih memperlihatkan raut bersedih. Dari dalam rumah, terlihat wajah yang tak kalah sedih. Pemilik rumah itu menjawab, “Kamu datang ke rumah yang salah.”

Pemilik rumah itu bercerita tentang tragedi yang dialami keluarganya . Ia tak hanya kehilangan seorang anak, tapi juga suami dan kedua orangtuanya kerana kemalangan. Si wanita berasa amat kecewa. Namun, dia menjadi terharu dengan cerita tuan rumah. Ia berfikir, “Siapa yang boleh membantu orang yang nasibnya lebih malang dari saya ini?” Dia memutuskan untuk tinggal di sana dan menghiburkan pemilik rumah itu. Beberapa hari lamanya, dia bersama wanita pemilik rumah itu, saling bantu-membantu untuk menjalani hidup. Beberapa minggu berlalu, wanita itu pun berasa si tuan rumah sudah kelihatan lebih baik.

Lalu, ia berangkat lagi mencari rumah berikutnya. Tetapi, ke mana pun dia pergi, selalu bertemu kesedihan orang lain. Akhirnya, dia berasa bertanggungjawab untuk menghiburkan semua orang yang dikunjunginya. Hingga akhirnya, dia pun melupakan misinya.


Note :
Kita belajar makna cinta dari seorang ibu yang menyusui anaknya dalam dukungan. Kedua belah tangannya sibuk membetulkan selimut si bayi. Dalam dadanya tiada sesuatu selain ketulusan memberi atas nama cinta.

Kita belajar makna cinta dari seorang ayah yang membawa pulang sekarung padi dan sejag air setelah seharian berpenat-lelah di sawah. Dalam dadanya, tiada sesuatu selain kegembiraan memberi atas nama cinta.

Kerana cinta bukan hanya sekadar pelukan hangat, belaian lembut, atau kata-kata penuh romantis. Kita belajar apa itu cinta dari apa pun yang ada di muka bumi. Dari cahaya matahari, dari sepasang merpati, dari sujud dan tengadah doa. Dari apapun!

Pada semua kelahiran yang bersambut dengan cinta, hingga kematian dalam cinta, kita dalam hidup ini, tiada lain selain mewujudkan cinta.

Kerana itu, tiada yang boleh kita lakukan selain atas nama cinta kita yang teragung: cinta buat Yang Maha Agung, Allah Ta'ala.

Apapun keputusan-NYA buat kita, Allah yang berbicara, yang menentukan untung-nasib kita, kerana setiap sesuatu yang menyedihkan itu ada hikmah-Nya.

Untuk Calon Istriku Kelak

Ukhti....
Jikalau tiba saatnya bertemu...
bersabarlah dikau dengan kekuranganku....
bersabarlah dikau dengan apa yang tampak sekilas....
sesungguhnya aku ini hanyalah seseorang anak adam yang
biasa-biasa saja....
yang biasa dipandang sebelah mata....

Ukhti....
Jika Allah memang memilihku tuk mendampingimu....
Kumohon....
Hendaklah dikau selalu mengingatkan diriku ini yang
lemah ini....
Yang mungkin menelantarkan hak-hakmu....
Yang mungkin lupa diri dan tak tahu diri....
Yang mungkin lupa akan kewajibanku ini....

Ukhti....
Terimalah salamku ini....
Jagalah dirimu dengan sebaik-baiknya ukhti....
Berimanlah pada Allah Ta'ala....
dan bertakwalah pada Allah....
Patuhilah Allah dan Rasul-Nya....
Jangan terbawa oleh arus musuh-musuh Islam ukhti....

Ingatlah.....
Sesungguhnya Allah Ta'ala bersama orang-orang yang sabar....

Jikalau bukan takdir kita untuk bertemu....
Doaku semoga Allah mempertemukanmu dengan Ikhwan
yang lebih baik dariku....
Yang akan membahagiakanmu di dunia dan membimbingmu
menuju kebahagiaan akhirat....


Akhir kata....
Wassalam.

Pengakuan laki-laki.....

Kami sulit menahan pandangan mata ketika melihat kalian,
apalagi jika kalian diamanahkan ALLAH kecantikan dan postur yang ideal, kami semakin susah untuk menolak agar tidak melihat kalian, karena itu lebarkanlah pakaian kalian, dan tutupilah rambut hingga ke dada kalian dengan kerudung yang membentang.

Kami juga sulit menahan pendengaran kami
ketika berbicara dengan kalian,
apalagi jika kalian diamanahkan oleh ALLAH
suara yang merdu dengan irama yang mendayu,
karena itu tegaskanlah suara kalian, dan berbicaralah seperlunya.

Kami juga sulit menahan bayangan- bayangan hati kalian,
ketika kalian dapat menjadi tempat mencurahkan isi hati kami,
waktu luang kami akan sering terisi oleh bayangan-bayangan kalian,
karena itu janganlah kalian membiarkan kami menjadi curahan hati bagi kalian.

Kami tahu kami paling lemah bila harus berhadapan dengan kalian,
Kekerasan hati kami dengan mudah bisa luluh hanya dengan senyum kalian,
Hati kami akan bergetar ketika mendengar kalian menangis,
Sungguh ALLAH telah memberikan amanah terindah kepada kalian,
maka jagalah jangan sampai ALLAH murka dan memberikan keputusan.

Maha Besar ALLAH yang tahu akan kelemahan hati kami,
hanya dengan ikatan yang suci dan yang diridhoi-Nya
kalian akan halal bagi kami.

"Lalu apa yang telah aku lakukan selama ini…
Ya Rabb… tolong ampuni aku…
untuk setiap pandangan yang tak terjaga,
lisan yang merayu dan hati yang tak terhijab…
Ya Rabb… Engkau mengawasi kami tiap detik,
karena kasih sayangMu kepada kami engkau perintahkan malaikat
silih berganti menemani kami siang dan malam…"



dikutip dari:
http://suryaningsih.wordpress.com/2007/10/24/pengakuan-laki-laki-yang-wajib-dibaca-wanita/

4/28/2008

what it's love..????















Someone told me….
Love is when you close your eyes, you see her radiant body and it excites you
You dream soo much of her, you start taking sleeping pills and acting like a fool
The perfume of her hair, her sweet smell lingers wherever you happen to go
Her beauty seems to increase day by day; it is more stunning than the moonlight glow
Those hard strong, passionate feelings are hard to describe
That burning desire increases everyday and every night
Everyday that passes by you become restless
Your thirst for her is at its peak, you wonder if it will start to decrease
You will smile for no reason, for no reason at all
You will make yourself cry because of wanting her soo bad
Her voice when she sings makes you hypnotized
Every breath that you take, you think of her, it cannot be denied
Am I in love I hear you ask….
Yes, because…..
Every time I close my eyes I see myself amongst the people in Jannah rejoicing
I keep dreaming of myself praising my lord while my soul is in a green bird, flying
The only scent I love is the sweet smell of my blood that gushes out when I attack the enemy
The beauty of my sword can out do everything in the world I have seen
The strong feelings I have are also hard to describe
The burning desire to defeat the kuffar increases every night
I get restless as I wait, because I am a man of action
I am starving to destroy those pagans with both my hands and guns
I smile continuously because I am doing the peak of Islam
I cry out of fear of my lord and not to be misguided by the world
The mesmerizing and charming voice of my bride in Jannah is what I hear time to time
Telling me to carry on doing what I am in love with and assuring everything will be fine
What am I in love with? I hear you say
Isn't it obvious my dear brother?
It's the best thing, jihad in Allah's way!

from someone

4/25/2008

a letter to my love....

Sebuah surat yang benar-benar mempresentasikan apa yang saya rasa selama ini........

Sebenarnya surat ini ingin kukirimkan kepadamu wahai engkau yang mampu melumpuhkan hatiku. Surat ini ingin
kuselipkan dalam satu kehidupanmu, namun aku hanya lelaki yang tak memiliki keberanian dalam mengungkapkan semua percikan-percikan rasa yang terjadi dalam hatiku. Aku hanya dia yang engkau anggap tidak lebih, aku hanya merasa seperti itu.














Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarukatuh

Wahai engkau yang melumpuhkan hatiku.........

Tak terasa sudah beberapa tahun aku mengenal kamu. Seiring berjalannya waktu, tumbuhlah perasaan terpendam itu. Rasa yang ingin segera kuselesaikan tanpa harus mengorbankan perasaan aku atau dirimu. Seperti yang engkau tahu, aku selalu berusaha menjauh darimu, aku selalu berusaha tidak acuh padamu. Saat di depanmu, aku ingin tetap berlaku dengan normal walau perlu usaha untuk mencapainya.

Tahukah engkau wahai yang mampu melumpuhkan hatiku? Entah mengapa aku dengan mudah berkata “cinta” kepada mereka yang tak kucintai namun kepadamu, lisan ini seolah terkunci. Dan aku merasa beruntung untuk tidak pernah berkata bahwa aku benar-benar mencintaimu, walau aku teramat sakit saat mengetahui bahwa aku bukanlah mereka yang engkau cintai walaupun itu hanya sebagian dari prasangkaku. Jika boleh aku beralasan, mungkin aku cuma takut engkau akan menjadi “illah” bagiku, karena itu aku mencoba untuk mengurung rasa itu jauh ke dalam, mendorong lagi, dan lagi hingga yang terjadi adalah tolakan-tolakan dan lonjakan yang membuatku semakin tidak mengerti.

Sakit hatiku memang saat prasangkaku berbicara bahwa engkau mencintai dia dan tak ada aku dalam kamus cintamu, sakit memang, sakit terasa dan begitu amat perih. Namun 1000 kali rasa itu lebih baik saat aku mengerti bahwa senyummu adalah sesuatu yang berarti bagiku. Ketentramanmu adalah buah cinta yang amat teramat mendekap hatiku, dan aku mengerti bahwa aku harus mengalah.

Wahai engkau yang melumpuhkan hatiku, andai aku boleh berdoa kepada Rabb, mungkin aku ingin meminta agar Dia membalikkan sang waktu agar aku mampu mengedit saat-saat pertemuan itu hingga tak ada tatapan pertama itu yang membuat hati ini terus mengingatmu. Jarang aku memandang wanita, namun satu pandangan saja mampu meluluhkan bahkan melumpuhkan hati ini. Andai aku buta, tentu itu lebih baik daripada harus kembali lumpuh seperti ini.

Banyak lembaran buku yang telah kutelusuri, banyak teman yang telah kumintai pendapat. Sebahagian mendorongku untuk mengakhiri segala prasangkaku tentangmu tentang dia karena sebahagian prasangka adalah suatu kesalahan, mereka memintaku untuk membuka tabir lisan ini juga untuk menutup semua rasa prasangkamu terhadapku. Namun di titik yang lain ada dorongan yang begitu kuat untuk tetap menahan rasa yang terlalu awal yang telah tertancap dihati ini dan membukanya saat waktu yang indah yang telah ditentukan itu (andai itu bukan suatu mimpi).

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mungkin aku bukanlah pejantan tangguh yang siap untuk segera
menikah denganmu. Masih banyak sisi lain hidup ini yang harus ku kelola dan kutata kembali. Juga kamu wahai yang telah melumpuhkan hatiku, kamu yang dengan halus menolak diriku menurut prasangkaku dengan alasan belum saatnya memikirkan itu. Sungguh aku tidak ingin menanggung beban ini yang akan berujung ke sebuah kefatalan kelak jika hati ini tak mampu kutata, juga aku tidak ingin BERPACARAN denganmu.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mungkin saat ini hatiku milikmu, namun tak akan kuberikan setitik pun saat-saat ini karena aku telah bertekad dalam diriku bahwa saat-saat indahku hanya akan kuberikan kepada BIDADARI-ku. Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, tolong bantu aku untuk meraih BIDADARI-ku bila dia bukanmu.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, tahukah kamu betapa saat-saat inilah yang paling kutakutkan dalam diriku, jika saja Dia tidak menganugerahi aku dengan setitik rasa malu, tentu aku telah meminangmu bukan sebagai istriku namun sebagai kekasihku. Andai rasa malu itu tidak pernah ada, tentu aku tidak berusaha menjauhimu. Kadang aku bingung, apakah penjauhan ini merupakan jalan yang terbaik yang berarti harus mengorbankan ukhuwah diantara kita atau harus mengorbankan iman dan maluku hanya demi hal yang tampak sepele yang demikian itu.

Aku yang tidak mengerti diriku…

Ingin ku meminta kepadamu, sudikah engkau menungguku hingga aku siap dengan tegak meminangmu dan kau pun siap dengan pinanganku? Namun wahai yang telah melumpuhkan hatiku, kadang aku berpikir semua pasti berlalu dan aku merasa saat-saat ini pun akan segera berlalu, tetapi ada ketakutan dalam diriku bila aku melupakanmu... aku takut tak akan pernah lagi menemukan dirimu dalam diri mereka-mereka yang lain.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, ijinkan aku menutup surat ini dan biarkan waktu berbicara tentang takdir antara kita. Mungkin nanti saat dimana mungkin kau telah menimang cucu-mu dan aku juga demikian, mungkin kita akan saling tersenyum bersama mengingat kisah kita ini. Atau mungkin saat kita ditakdirkan untuk merajut jalan menuju keindahan sebahagian dari iman, kita akan tersenyum bersama betapa akhirnya kita berbuka setelah menahan perih rindu yang begitu mengguncang.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mintalah kepada Rabb-mu, Rabb-ku, dan Rabb semua manusia akhir yang terbaik terhadap kisah kita. Memintalah kepada-Nya agar iman yang tipis ini mampu bertahan, memintalah kepada-Nya agar tetap menetapkan malu ini pada tempatnya.

Wahai engkau yang sekarang kucintai, semoga hal yang terjadi ini bukanlah sebuah DOSA.........

Wassalam warahmatullahi wabarukatuhu


Ditulis oleh: Muhammad Baiquni, dengan sedikit perubahan