4/07/2009

Sheikh Abdullah Azzam Bersama Kafilah Para Syuhada

Hudzaifah.org - "Sheikh Abdullah Azzam bukanlah orang biasa. Dia mewakili satu bangsa, satu Ummat. Tubuh Ummat ada di dalam dirinya. Setelah kematiannya, para muslimah sejauh ini gagal melahirkan seorang laki-laki yang mampu menggantikan Beliau".

[Usama bin Ladin, wawancara dengan TV Al-Jazeera, 1999] "Dialah yang bertanggung jawab membangkitkan kembali Jihad di abad 20 ini".

[Majalah Time] "Dia tidak hanya mewakili dirinya sendiri, melainkan seluruh Ummat. Ucapannya tidaklah seperti ucapan orang biasa. Sedikit bicaranya, namun kandungannya sangat dalam. Jika engkau menatap matanya, hatimu akan terpenuhi dengan iman dan cinta kepada Allah SWT".

[Ulama Mujahid asal Mekkah] " Tidak satupun Tanah Jihad di seluruh dunia, tidak seorangpun Mujahid yang berjuang di Jalan Allah, yang tidak terinspirasi oleh hidup, ajaran dan karya Sheikh Abdullah Azzam".

[Azzam Publications] " Pada dekade 1980-an, Syuhada Sheikh Abdullah Azzam mencetuskan satu kalimat yang maknanya bergaung di seluruh medan pertempuran Chechnya saat ini. Sheikh Abdullah Azzam Rahmatullah 'Alaihi menggambarkan bahwa Para Mujahid yang gugur dalam pertempuran bergabung bersama "Kafilah Para Syuhada".

Abdullah Yusuf Azzam lahir pada tahun 1941 di Desa Asba'ah Al-Hartiyeh, Propinsi Jiniin, Tanah Suci Palestina yang diduduki Israel. Beliau dibesarkan di sebuah rumah yang bersahaja dimana Beliau dididik agama Islam, ditanamkan kecintaan terhadap Allah dan Rasul-Nya SAW, terhadap Mujahid yang berjuang di Jalan-Nya dan terhadap orang-orang yang shaleh yang mencintai kehidupan akhirat. Semasa masih kanak-kanak, Abdullah Azzam sangat menonjol di antara anak-anak lainnya. Beliau sudah mulai menyiarkan dakwah Islam semenjak masih sangat muda. Teman-teman sepergaulan mengenal Beliau sebagai seorang anak yang shaleh.

Beliau telah menunjukkan tanda-tanda yang luar biasa sejak muda dan guru-guru Beliau telah mengenali tanda-tanda ini sejak Beliau masih di Sekolah Dasar. Sheikh Abdullah Azzam dikenal karena ketekunan dan kesungguhannya bahkan sejak masih kecil, Beliau memperoleh pendidikan dasar dan menengah di desanya dan kemudian melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Pertanian Khadorri hingga memperoleh gelar. Meskipun Beliau yang termuda di antara teman-temannya, namun Beliau adalah yang terpandai dan terpintar. Setelah menamatkan pendidikannya di Khadorri Beliau bekerja sebagai guru di Desa Adder, Yordania Selatan. Kemudian Beliau menuntut ilmu di Fakultas Syariah, Universitas Damaskus Suriah hingga memperoleh gelar B.A. di bidang Syariah pada tahun 1966.

Ketika tentara Yahudi merebut Tepi Barat pada tahun 1967, Sheikh Abdullah Azzam memutuskan untuk pindah ke Yordania, karena Beliau tidak ingin hidup di Palestina yang berada di bawah pendudukan Yahudi. Melihat bagaimana tank-tank Israel maju memasuki Tepi Barat tanpa mendapatkan perlawanan yang berarti, menimbulkan perasaan bersalah dalam diri Beliau, sehingga membuat Beliau semakin mantap untuk hijrah dengan maksud agar dapat mempelajari ilmu perang.

Pada akhir dekade 1960-an, dari Yordania Beliau bergabung dalam Jihad menentang pendudukan Israel atas Palestina. Tidak lama kemudian Beliau pergi belajar ke Mesir dan memperoleh gelar Master dalam bidang Syariah di Universitas Al-Azhar, Kairo. Pada tahun 1970, setelah Jihad terhenti karena kekuatan PLO diusir keluar dari Yordania, Beliau menjadi dosen di Universitas Yordania di Amman. Setahun kemudian, tahun 1971, Beliau memperoleh beasiswa dari Universitas Al-Azhar dimana Beliau melanjutkan pendidikan S3 dan memperoleh gelar Ph.D dalam bidang Pokok-Pokok Hukum Islam (Ushul-Fiqh) tahun 1973. Selama di Mesir inilah Beliau mengenal keluarga Syuhada Sayyid Qutb (1906-1966). Sheikh Abdullah Azzam cukup lama turut serta dalam Jihad Palestina. Namun ada hal yang tidak disukainya, yaitu orang-orang yang terlibat di dalamnya sangat jauh dari Islam. Beliau menggambarkan bagaimana orang-orang ini berjaga-jaga sepanjang malam sambil bermain kartu dan mendengarkan musik, dan menganggap bahwa mereka sedang menunaikan Jihad untuk membebaskan Palestina. Sheikh Abdullah Azzam menyebutkan juga meskipun ada ribuan orang di basis-basis pemukiman, tetapi jumlah orang yang hadir untuk shalat berjama?ah bisa dihitung dengan satu tangan saja. Beliau berusaha mendorong mereka untuk menerapkan Islam sepenuhnya, namun mereka bertahan untuk menolak. Suatu hari Beliau bertanya kepada seorang "Mujahid" secara retoris, agama apa yang ada di belakang revolusi Palestina, "Mujahid" itu menjawab dengan jelas dan gamblang, "Revolusi ini tidak memiliki dasar agama apapun".

Habislah sudah kesabaran Abdullah Azzam. Beliau kemudian meninggalkan Palestina, pindah ke Saudi Arabia dan mengajar di berbagai universitas di sana.Saat Sheikh Abdullah Azzam menyadari bahwa hanya dengan kekuatan yang terorganisir Ummat ini bisa menggapai kemenangan, lalu Jihad dan senjata adalah kesibukan dan pengisi waktu luangnya.

"Jihad hanya dengan senjata. TIDAK dengan Negosiasi, TIDAK dengan Perundingan Damai, TIDAK dengan Dialog", kalimat tersebut menjadi semboyan Beliau. Beliau praktekkan apa yang selalu Beliau kumandangkan, sehingga membuat Beliau menjadi salah satu di antara orang Arab pertama yang bergabung dalam Jihad di Afghanistan melawan Uni Soviet yang komunis. Pada tahun 1980, ketika masih di Saudi Arabia, Abdullah Azzam memperoleh kesempatan berjumpa dengan satu delegasi Mujahidin Afghanistan yang datang untuk menunaikan ibadah Haji. Segera Beliau tertarik dengan kelompok ini dan ingin mengetahui lebih banyak lagi mengenai Jihad Afghanistan. Ketika dijabarkan kepadanya, Beliau merasa inilah yang sudah sejak lama sekali Beliau cari-cari.Beliau segera melepaskan jabatannya sebagai dosen di Universitas King Abdul-Aziz Jeddah Saudi Arabia, dan berangkat menuju Islamabad Pakistan supaya dapat ikut serta dalam Jihad. Beliau pindah ke Pakistan agar dapat lebih dekat dengan Jihad Afghanistan, dan di sanalah Beliau mengenal pemimpin-pemimpin Mujahidin. Saat-saat pertama berada di Pakistan, Beliau ditunjuk untuk memberikan kuliah di International Islamic University di Islamabad. Namun tidak lama hal ini berlangsung, karena Beliau memutuskan untuk meninggalkan universitas agar bisa mencurahkan seluruh waktu dan energinya untuk Jihad Afghanistan. Pada permulaan dekade 1980-an, Sheikh Abdullah Azzam langsung turun ke medan Jihad Afghanistan. Di Jihad inilah Beliau merasa puas bisa memenuhi kerinduan dan cinta yang tak terlukiskan untuk berjuang di Jalan Allah, persis seperti suatu kali Rasulullah SAW bersabda : "Berdiri satu jam dalam pertempuran di Jalan Allah lebih baik daripada berdiri menunaikan shalat selama enam puluh tahun".

Terinspirasi oleh Hadits ini, Sheikh Abdullah Azzam beserta keluarganya memutuskan pindah ke Pakistan agar lebih dekat dengan medan Jihad. Tidak lama setelah itu Beliau pindah lagi dari Islamabad ke Peshawar supaya bisa lebih dekat lagi dengan medan Jihad dan Syahid.Di Peshawar, bersama dengan Usama bin Ladin yang juga teman dekatnya, Sheikh Abdullah Azzam mendirikan Baitul-Anshar (Mujahideen Services Bureau atau Kantor Pelayanan Mujahidin) dengan tujuan untuk menawarkan semua bantuan yang memungkinkan bagi Jihad Afghanistan dan Para Mujahid dengan cara mengadakan dan me-manage berbagai proyek yang menunjang Jihad. Kantor ini juga menerima dan melatih para sukarelawan (Foreign Mujahideen) yang berbondong-bondong datang ke Pakistan untuk ikut serta dalam Jihad dan mengatur penempatan mereka di garis depan.

Dapat diduga, semua hal ini masih belum cukup memuaskan keinginan Sheikh Azzam yang menggebu-gebu berjihad. Keinginan inilah yang akhirnya membawanya pergi ke garis depan. Di medan pertempuran Sheikh Abdullah Azzam mengambil peranan dengan sikap ksatria dalam perjuangan yang penuh dengan pengorbanan yang besar. Di Afghanistan Beliau jarang menetap di suatu tempat. Beliau selalu berkeliling ke seluruh pelosok negeri mengunjungi hampir seluruh propinsi dan wilayah seperti Logar, Kandahar, Pegunungan Hindukush, Lembah Panshir, Kabul dan Jalalabad. Dalam kunjungan ini, Sheikh Abdullah Azzam menyaksikan secara langsung kepahlawanan orang-orang awam yang telah mengorbankan segala apa yang dimiliki termasuk jiwa mereka demi jayanya Dien Islam. Di Peshawar, setelah kembali dari berkeliling, Sheikh Azzam selalu berbicara tentang Jihad secara kontinyu. Beliau selalu berdo'a agar Para Komandan Mujahidin yang terpecah belah dapat bersatu padu. Beliau selalu mengundang orang-orang yang belum bergabung dalam pertempuran untuk memanggul senjata dan maju ke garis depan sebelum terlambat.

Abdullah Azzam sangat dipengaruhi oleh Jihad Afghanistan dan Beliaupun sangat besar pengaruhnya pada Jihad ini sejak Beliau mengabdikan diri sepenuhnya dalam perjuangan ini. Beliau menjadi salah satu tokoh yang paling menonjol dan berpengaruh bersama dengan pemimpin-pemimpin bangsa Afghanistan lainnya. Beliau tidak tanggung-tanggung mempromosikan perjuangan Afghanistan ke seluruh dunia, khususnya ke kalangan Ummat Islam. Beliau berkeliling dunia, menyampaikan panggilan kepada Kaum Muslimin untuk beraksi mempertahankan agama dan Tanah Muslim. Beliau menulis sejumlah buku tentang Jihad, seperti Join the Caravan, Signs of Ar-Rahman in the Jihad of the Afghan, Defence of the Muslim Lands dan Lovers of the Paradise Maidens. Bahkan Beliau turun langsung ke medan Jihad Afghanistan, meskipun usia Beliau telah lebih dari 40 tahun. Beliau menjelajahi Afghanistan, dari utara ke selatan, dari timur ke barat, menembus salju, mendaki pegunungan, di bawah panas terik matahari dan dingin yang membekukan tulang, dengan menunggang keledai maupun berjalan kaki. Banyak Pemuda yang bersama Beliau kelelahan, namun Sheikh Abdullah Azzam tidak. Beliau merubah pandangan Ummat Islam terhadap Jihad di Afghanistan dan menjadikan Jihad ini sebagai perjuangan yang Islami yang merupakan kewajiban seluruh Ummat Islam di dunia. Hasil dari usaha ini adalah Jihad Afghanistan menjadi universal dimana Ummat Islam dari seluruh dunia turut serta. Para Pejuang Muslim dari seluruh penjuru dunia secara sukarela berdatangan ke Afghanistan untuk memenuhi kewajiban Jihad dan membela Saudara-saudara Muslimin dan Muslimah mereka yang tertindas.

Kehidupan Sheikh Azzam berkisar hanya kepada satu tujuan, yakni menegakkan Hukum Allah di muka bumi ini, yang merupakan tanggung jawab yang pasti bagi setiap dan segenap Ummat Muslim. Dalam rangka melaksanakan tugas suci dalam hidup ini yaitu menegakkan kembali Khilafah Islamiyyah (negara yang berdasarkan pada hukum Islam), Sheikh Azzam mengkonsentrasikan kepada Jihad (perjuangan bersenjata untuk menegakkan Islam). Beliau berkeyakinan bahwa Jihad wajib dilaksanakan sampai Khilafah Islamiyyah ditegakkan sehingga cahaya Islam menerangi seluruh dunia.

Beliau juga menjaga dan memelihara keluarganya dengan semangat perjuangan yang sama, sehingga istrinya, sebagai contoh, aktif mengurus anak-anak yatim piatu dan aktif dalam berbagai tugas kemanusiaan di Afghanistan. Beliau menolak jabatan di beberapa universitas dengan menyatakan bahwa dirinya tidak akan pernah meninggalkan Jihad kecuali jika gugur di medan perang atau terbunuh. Beliau selalu menekankan kembali bahwa tujuannya yang terakhir adalah membebaskan Tanah Suci Palestina. Dalam hal ini Beliau menyatakan: "Saya tidak akan meninggalkan Tanah Jihad kecuali karena tiga hal. Pertama, saya terbunuh di Afghanistan. Kedua, saya terbunuh di Pakistan. Ketiga, saya diborgol dan diusir dari Pakistan"

Jihad di Afghanistan telah membuat Abdullah Azzam menjadi penyangga utama dalam gerakan Jihad di jaman modern sekarang. Dengan turun langsung dalam Jihad ini dan dengan mempromosikannya serta menjelaskan kendala-kendala yang menghambat gerakan Jihad, Beliau memiliki peranan yang sangat berarti dalam meluruskan pendapat Ummat Islam tentang Jihad dan perlunya menegakkan Jihad. Beliau menjadi panutan bagi generasi muda yang menyambut panggilan Jihad. Beliau amat mementingkan Jihad dan butuh akan Jihad. Sekali waktu Beliau berkata :"Saya merasa seolah-olah berumur 9 tahun. Tujuh setengah tahun dalam Jihad di Afghanistan dan satu setengah tahun dalam Jihad di Palestina. Sisa tahun lainnya tidak berarti sama sekali".

Dari atas mimbar Sheikh Azzam berulangkali menekankan keyakinannya : "Jihad tidak boleh ditinggalkan sampai hanya Allah SWT saja yang disembah. Jihad akan terus berlangsung sampai Kalimat Allah ditinggikan. Jihad sampai semua orang yang tertindas dibebaskan. Jihad untuk melindungi kehormatan kita dan merebut kembali Tanah kita yang dirampas. Jihad adalah Jalan untuk mencapai kejayaan abadi?.

Sejarah dan semua orang yang mengenal dekat Sheikh Abdullah Azzam mencatat keberanian Beliau dalam berbicara tentang kebenaran, dengan mengabaikan segala konsekuensi yang ada.Setiap saat Sheikh Abdullah Azzam mengingatkan seluruh Kaum Muslimin bahwa :"Ummat Islam tidak dapat dikalahkan oleh ummat lainnya. Kita Ummat Islam tidak akan dikalahkan oleh musuh-musuh kita, namun kita bisa dikalahkan oleh diri kita sendiri".

Sheikh Abdullah Azzam adalah contoh seorang yang berperilaku Islami dengan baik, dengan amal shalehnya, dengan ketaqwaannya kepada Allah SWT dan dengan kesederhanaannya dalam segala hal. Beliau tidak pernah mencemari hubungan baiknya dengan orang lain. Sheikh Azzam selalu mendengarkan pendapat Para Pemuda, Beliau amat disegani dan tidak terbersit sedikitpun rasa takut di dalam hatinya. Beliau selalu berpuasa selang seling hari seperti yang dilakukan Nabi Daud AS. Dan juga selalu menghimbau yang lainnya untuk berpuasa hari Senin dan Kamis. Sheikh Azzam adalah orang yang selalu berterus terang, tulus dan mulia. Beliau tidak pernah mencaci orang lain atau berbicara yang tidak baik mengenai orang lain.Satu saat sekelompok Muslim yang tidak puas di Peshawar mencap Sheikh Azzam sebagai kafir dan menuduhnya meminta uang dari Kaum Muslimin untuk dihambur-hamburkan. Ketika Sheikh Azzam mendengar hal ini, Beliau tidak mencari dan mendebat mereka, malah mengirimi mereka berbagai hadiah. Namun kelompok tersebut tetap saja mencaci maki, mengumpat dan memfitnah Beliau, dan Beliau terus saja mengirimi mereka hadiah lainnya. Bertahun-tahun kemudian, ketika akhirnya menyadari kesalahannya, mereka berkomentar :

"Demi Allah, kami belum pernah menemui seseorang seperti Sheikh Abdullah Azzam. Beliau tetap saja memberi kami uang walaupun kami selalu mengutuk dan mencaci Beliau"

Selama Jihad Afghanistan berlangsung, Beliau telah berhasil menyatukan berbagai kelompok Mujahidin dalam Jihad ini. Dan tentu saja kebanggaan Beliau terhadap Islam menimbulkan rasa benci di kalangan musuh agama, sehingga musuh membuat rencana untuk menghabisi nyawa Beliau. Pada November 1989, sejumlah bahan peledak TNT diletakkan di bawah mimbar dimana Beliau selalu menyampaikan khutbah setiap hari Jum?at. Demikian besar jumlah peledak tersebut sehingga seandainya meledak akan menghancurkan seluruh Masjid termasuk apa saja dan siapa saja yang ada di dalamnya. Ratusan Muslimin dapat terbunuh. Namun Allah memberikan perlindungan-Nya dan bom tersebut tidak meledak.

Musuh-musuhpun semakin berhasrat melaksanakan rencana gilanya. Mereka mencobanya sekali lagi di Peshawar, tidak lama berselang setelah kejadian tersebut. Ketika itulah Allah SWT berkehendak agar Sheikh Abdullah Azzam meninggalkan dunia ini menuju haribaan-Nya (kita berharap demikian Insya Allah). Dan Sheikh wafat dengan cara yang gemilang pada hari Jum'at 24 November 1989 pukul 12.30 siang.Musuh-musuh Allah meletakkan tiga bom di jalan yang sempit dimana hanya bisa dilewati satu mobil saja. Jalan tersebut adalah jalan yang biasa dilalui oleh Sheikh Abdullah Azzam untuk menunaikan shalat Jum'at. Pada hari Jum'at itu, Sheikh Azzam bersama dengan dua anaknya, Ibrahim dan Muhammad, serta salah seorang anak Syuhada Sheikh Tamim Adnani (salah seorang Pahlawan Jihad Afghanistan lainnya), melalui jalan tersebut. Mobil pun berhenti di mana bom yang pertama berada, dan Sheikh Azzam turun untuk meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki. Musuh-musuh yang sudah menanti segera memicu bom yang telah mereka persiapkan tersebut. Bunyi ledakan dahsyat mengguncang hebat terdengar di seluruh penjuru kota.

Orang-orang berhamburan keluar dari Masjid, dan menyaksikan pemandangan yang mengerikan. Hanya sedikit saja yang tersisa dari kendaraan yang hancur lebur. Tubuh anaknya yang kecil, Ibrahim, terlempar ke udara sejauh 100 meter, demikian pula dengan kedua anak lainnya, beterbangan pada jarak yang hampir sama. Potongan-potongan tubuh mereka tersebar di pohon-pohon dan kawat-kawat listrik. Sementara tubuh Syahid Sheikh Abdullah Azzam tersandar di dinding, tetap utuh dan tidak cacat sama sekali, kecuali sedikit darah terlihat mengalir dari mulut Beliau.

Ledakan itu telah mengakhiri perjalanan hidup Sheikh Abdullah Azzam di dunia, yang telah Beliau lalui dengan baik melalui perjuangan, daya upaya sepenuhnya, dan pertempuran di Jalan Allah SWT. Hal ini semakin menjamin kehidupannya yang sebenarnya dan abadi di Taman Surga -kita memohon kepada Allah demikian, dan menikmatinya bersama dengan teman-teman yang mulia yakni : "Dan barangsiapa yang mena?ati Allah dan Rasul-Nya mereka ini akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni'mat oleh Allah, yaitu : Para Rasul, Para Shiddiqiin, Orang-orang yang mati Syahid dan Orang-orang Shaleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya" [QS An-Nisaa:69]

Dengan cara seperti inilah Pahlawan Besar dan Penggerak Kebangkitan Islam meninggalkan medan Jihad dan dunia ini, dan tidak akan pernah kembali lagi. Beliau dimakamkan di Makam Para Syuhada Pabi di Peshawar Pakistan, dimana Beliau bergabung bersama-sama dengan ratusan Syuhada lainnya. Semoga Allah menerima Beliau sebagai Syuhada dan menganugerahinya tempat tertinggi di Surga. Pertempuran yang telah Beliau lalui dan telah Beliau perjuangkan tetap berlanjut melawan musuh-musuh Islam. Tidak satupun Tanah Jihad di seluruh dunia, tidak seorangpun Mujahid yang berjuang di Jalan Allah, yang tidak terinspirasi oleh hidup, ajaran dan karya Sheikh Abdullah Azzam Rahmatullah 'Alaihi.

Kita memohon kepada Allah SWT untuk menerima amal ibadah Beliau dan menempatkan Beliau di Surga Tertinggi. Kita memohon kepada Allah SWT untuk membangkitkan dari Ummat ini Ulama-Ulama lain sekaliber Beliau, yang menerapkan pengetahuannya di medan perjuangan, bukan hanya menyimpannya di dalam buku dan di dalam Masjid saja.Melalui biografi ini, kami merekam kejadian-kejadian dalam sejarah Islam selama sepuluh tahun terakhir dari tahun 1979 hingga 1989, dan akan terus berlanjut sebagaimana Sheikh Abdullah Azzam berkata :

"Sesungguhnya sejarah Islam tidaklah ditulis melainkan dengan darah Para Syuhada, dengan kisah Para Syuhada, dengan teladan Para Syuhada""Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir tidak menyukai. Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai" [QS At-Taubah:32-33].

Buku-buku yg ditulis oleh Dr Abdullah Azzam diantaranya ialah ;
· Ayaturrahman fi jihadil Afghan
· Addifak 'an aradhil muslimin min ahammi furdhul 'iyan (mempertahankan Bumi Umat Islam - Fardhu Ain yg terpenting)
· Akidah dan Kesannya dlm Membentuk Masyarakat
· Adab/Tatatertib dan Hukum-hukum dalam Jihad
· Islam dan masa Depan Kemanusian
· Menara Api yg Hilang
· Hukum berjuang/beramal dlm berjamaah

Sejak Abdullah Azzam syahid, Maktab Khidmat al Mujahidin (terletak di Peshawar) mengumpulkan berbagai petikan khutbah dan ceramahnya kemudian dibukukan sehingga mencapai 50 judul, diantaranya;

· seri Tarbiyah Jihadiyah Wal Bina' yg mencapai 26 jilid,
· Hijrah dan I'dad 3 juz/jilid.
· Fi Zhilali Suratti Taubah 2 Juz.
· Fiqh dan Ijtihad dlm Jihad 3 jilid
· Perkataan-perkataan dari Garisan Api pertama 3 jilid
· Dibawah Gelora peperangan 4 jilid
· Pengajaran dari Sirah Rasulullah SAW
· Keruntuhan Khilafah dan Pembinaan kembali

Judul-judul di atas adalah merupakan buku-buku yg penting saja sedangkan di sana terdapat berpuluh-puluh lagi buku-buku karangan As-syahid dan buku2 yg ditulis mengenainya.

Sumber : Unknown

Orisinil in english : www.azzam.com

http://www.hudzaifah.org/Article350.phtml

3/27/2009

Terima Kasih Musuh.....!!!!

Engkau mengajariku bagaimana mendengar kritik yang pedas tanpa harus merasa galau. Engkau mengajariku bagaimana harus terus melangkah di jalan yang telah kutempuh tanpa ragu, meski kadang aku harus mendengar kata-kata yang kurang pantas atau tidak layak. Sungguh, ini adalah pelajaran yang sangat berharga. Pelajaran yang tidak bisa didapatkan secara teori, bahkan oleh seseorang yang telah berupaya dan berupaya. Sampai kemudian Allah mendatangkan orang lain sebagai pelatih, yang memaksa meneguk pil pahit untuk pertama kalinya, agar terbiasa untuk selanjutnya.

Terima kasih, musuh...!

Engkaulah penyebab lahirnya pendisiplinan diri; agar diri tidak hanyut oleh pujian para pemuji. Sungguh, Allah menjadikanmu sebagai penyeimbang. Agar, seseorang tidak tertipu oleh pujian, atau sanjungan orang yang berlebihan, atau ujub yang tidak pada tempatnya, dari para pengagum yang hanya melihat kebaikan dan kebaikan belaka. Berbeda dengan engkau! Engkau tidak melihat kecuali dari sisi lain. Atau, engkau sejatinya melihat kebaikan tapi engkau buat ia menjadi buruk.


Terima kasih, musuh...!

Engkau telah mencela lisan-lisan pembela kebenaran, menyerangnya, juga menentangnya, yang karenanya mengobarkan sikap pembelaan yang hebat.

Jika bukan karena nyala api yang membakarnya
Aroma harum kayu gaharu takkan ada yang tahu

Terima kasih, terima kasih! Engkau mempunyai kelebihan –sekalipun tidak engkau inginkan– dalam menciptakan iklim keseimbangan, juga obyektifitas sebuah pemikiran. Kadang, manusia meletakkan al-haq melampaui kadarnya. Dan engkau, menjadi penyebab ditegakkannya keseimbangan. Penyebab adanya evaluasi dan perbaikan. Maka, janganlah engkau diperbudak kemarahan atas sebab penolakanmu. Sebab seseorang, jika kepentingan telah masuk, tak dapat lagi melihat dan berpikir jernih. Yang tersisa hanya menolak dan menentang. Tak ada lagi ketenangan dan kehati-hatiaan dalam dirinya. Tak ada lagi kecermatan dalam memandang pendapat orang yang berbeda dengannya. Padahal, boleh jadi yang berbeda itu benar, meski hanya sedikit.

Terima kasih, musuh...!

Sungguh, Engkau telah mengasah semangat, menciptakan tantangan, membuka arena, dan menggelar kompetisi. Hingga setiap orang benar-benar terobsesi memenangkan dirinya, berambisi meningkatkan dirinya, tuk meraih kedudukan yang tinggi nan utama. Ya, berlomba adalah sunnah syar’iyah, adalah ketentuan Rabbani. Bukankah Allah berfirman, "Maka, pada yang demikian itu hendaklah manusia mau berlomba."

Tentu, kemuliaan sebuah perlombaan, didasarkan pada tata-cara yang mulia, tujuan yang benar, media yang sehat, serta rongga yang bersih.

Terima kasih, musuh...!

Engkaulah yang menempa kami untuk berlatih bersabar, berlatih tabah dalam menghadapi cobaan, dan berlatih membalas keburukan dengan kebaikan sekaligus penolakan.

Terima kasih, musuh...!

Ya, timbangan kebaikan seseorang kelak, kadang bukan buah dari amal shalih yang ia lakukan. Tetapi, ia buah dari kesabaran, buah dari bersikap baik, buah dari ridha atas ketentuan-Nya, buah dari bersikap memaafkan...

Musuhku..., aku sadar betul bahwa sebagian dari kata-kata ini membuatmu tidak berkenan, atau bahkan terasa menyesakkan hati. Tapi, sungguh saya tidak bermaksud membuatmu begitu. Sejujurnya saya katakan, engkau adalah teman sejati. Engkau adalah saudaraku seagama, sekalipun terdapat perbedaan pendapat di antara kita. Kalau saja kita mau melihat titik persamaan, cukup banyak yang bisa kita temukan.

oleh : Imam samudera



http://thufailalghifari.multiply.com/reviews/item/175

1/16/2009

“Abi, Aku Sekarat”

Abi, aku sekarat.”
Kalimat ini terus bergema di telinga Kamal Awaga bersamaan dengan sakit hati yang ia rasakan.
Ini adalah kalimat terakhir yang diucapkan anaknya, Ibrahim yang berumur 9 tahun, sebelum ia akhirnya menjadi syahid (Insya Allah) akibat serangan biadab Israel.
“Mereka membunuh putraku dengan tangan dingin,” ungkap Kamal dalam keadaan yang terguncang menghadapi kematian anaknya yang tragis. Ibrahim akhirnya menambah jumlah korban jiwa anak-anak Gaza yang dibunuh Israel, menjadi lebih dari 350 nyawa sejak 27 Desember silam.

Jika yang lain menjadi korban peluru-peluru yang membabi buta atau bombardir yang dilakukan zionis Israel laknatullah, nasib Ibrahim lebih tragis dari mereka.
Ia menjadi bahan percobaan yang digunakan regu cadangan tentara Israel laknatullah.
“Israel sama sekali tidak menunjukkan belas kasihan kepada dia yang tidak berdosa,” tambah Kamal yang saat itu masih berada di RS. Al-Shifa, mengurus jenazah putranya. “Mereka tidak memiliki rasa kasihan untuk tubuhnya yang kecil.”


Hari yang Cerah

Tidak pernah terbayangkan sebelumnya di benak keluarga Kamal Awaga bahwa mereka akan mengalami nasib yang tragis.
Mereka bangun tiap paginya untuk menghadapi hari yang cerah, bukan untuk terkunci dalam sebuah ruang kecil untuk menghindari bom-bom Israel.

“Ibu, biarkan aku sarapan di luar, di kebun kita.

Aku bosan tinggal dalam ruang sempit ini,” ujar Ibu Ibrahim yang mengulangi perkataan anaknya.


Satu jam kemudian, sebuah meja diletakkan di kebun mereka dan satu keluarga itu berharap dapat menikmati sarapan kali ini dengan sempurna, momen yang jarang mereka temui. Mereka berusaha acuh terhadap keadaan sekitar, mereka tidak memperhatikan dari jauh apakah misil-misil Israel menargetkan rumah mereka.
Sebuah misil pertama menghancurkan acara mereka setelah itu misil-misil lainnya menghancurkan rumah mereka.

“Abi, aku sekarat,” ujar Ibrahim saat itu dengan luka-luka di sekujur tubuhnya. Cepat pergi,” ujar Kamal Awaga kepada istri dan dua anaknya sambil menggendong tubuh Ibrahim. Tetapi, belum sampai ke gerbang rumah, peluru menghujani keberadaan mereka.
Satu peluru mengenai lengan Ibu Ibrahim dan satu peluru lainnya mengenai pinggang Kamal Awaga. Dua saudara Ibrahim bersembunyi di balik puing-puing reruntuhan rumah mereka.


Praktek Menembak

Ketika hujan peluru telah selesai, keluarga Awaga berfikir kesengsaraan mereka Selesai. Tetapi tentara zionis Israel tidak selesai sampai di siru.
“Tentara Israel semakin mendekat, aku fikir, aku akan menjadi target mereka,” ujar Awaga. “Tetapi ternyata mereka mengarahkan senjatanya ke anakku, Ibrahim,” lanjutnya
mengulang kejadian pahit yang ia alami dengan bulir-bulir air mata di matanya.
Seorang tentara biadab datang mendekati tubuh Ibrahim, memutar tubuh Ibrahim dengan kakinya sambil tertawa setelah itu menembakkan senjatanya ke arah kepala Ibrahim.


Beberapa waktu kemudian, Kamal mencoba menenangkan dirinya setelah menyaksikan kebiadaban Israel terhadap tubuh putranya. “Setiap peluru yang ditembakkan, mereka iringi dengan nyanyian yang aku tidak mengerti maksudnya. Namun itu seperti merayakan sesuatu.” Saat mereka merasa telah cukup melakukan “latihan”, mereka meninggalkan rumah Kamal. Empat hari keluarga Awaga terperangkap hingga akhirnya tim medis berhasil mencari jalan untuk menyelamatkan keluarga itu dan membawanya ke rumah sakit. “Apakah yang mereka lakukan, layak untuk putraku?” ujarnya dengan terisak.
(Hanin Mazaya/arrahmah.com)

Mengapa Yahudi Mengincar Anak-anak Palestina?

Terjawab sudah mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 kemarin memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza. Seperti yang diketahui, setelah lewat dua minggu, jumlah korban tewas akibat holocaust itu sudah mencapai lebih dari 900 orang lebih. Hampir setengah darinya adalah anak-anak. Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah kebetulan belaka.

Sebulan lalu, sesuai Ramadhan 1429 Hijriah, Khaled Misyal, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz Alquran. Anak-anak yang sudah hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. "Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?" demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi.


Tidak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan Alquran. Tak ada main video-game atau mainan-mainan bagi mereka. Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid.(Prince Muhammad/eramuslim)


sumber : http://arrahmah.com/index.php/news/read/3051/mengapa-yahudi-mengincar-bocah-bocah-palestina

Tak perlu tembak, Patahkan leher Mereka..!!

"Kami sedang patroli di Rafah. Tidak ada anjing-anjing di jalanan, yang ada hanya seorang bocah kecil tengah bermain dengan pasir. Dia sedang membuat rumah dari pasir. Teman kami mulai membidikkan senjatanya, tapi komandan kami melarang dan berkata, 'Jangan, dia hanya anak-anak. Tidak perlu ditembak. Patahkan saja leher atau tulang rusuknya.
Lalu kami hampiri dia dan mematahkan tulang-tulangnya. Kami pergi meninggalkan anak itu'.

Disebabkan media-media besar dunia, juga nyaris seluruh kantor berita internasional, dikuasai jaringan Zionis Internasional, maka kekejaman dan kebiadaban tentara Zionis-Israel tidak diketahui banyak orang. Termasuk bagaimana cara dan perasaan para tentara penjajah ini saat menyiksa warga Palestina, baik itu bayi dan anak-anak kecil, para gadis dan para Muslimah, dan sebagainya.

Sebuah foto dimuat dalam situs Kavkazcenter.com. Situs perjuangan Mujahidin Checnya misalnya pernah merilis sebuah foto yang sangat menyesakkan dada di mana seorang Muslimah Palestina sedang dikeroyok oleh tak kurang tiga tentara Israel dan tangan si Muslimah tersebut tengah berada dalam gigitan anjing besar yang dibawa tentara Zionis tersebut.


Bagaimanakah perasaan kita bila sang Muslimah Palestina tersebut adalah ibu kita? Isteri kita? Anak kita? Atau saudara kita? Rakyat Palestina setiap hari senantiasa berada dalam siksaan dan sasaran tembak tentara-tentara Zionis tersebut.

Terkait dengan hal itu, Harian Observer memuat kesaksian seorang psikolog Klinik Universitas Hebrew bernama Nufar Yishai-Karin. Psikolog Yahudi ini memeriksa dan mewawancarai delapan belas tentara Zionis-Israel yang banyak bertugas di daerah pendudukan.

Ternyata Mereka banyak yang mengaku senang bisa menyiksa orang-orang Arab tersebut, ujarnya.

Beberapa jawaban yang disampaikan tentara Zionis kepada Psikolog Yahudi tersebut sungguh-sungguh memperlihatkan bahwa mereka memang bukan manusia, tapi babi dan kera yang berwujud manusia. Inilah sebagian kutipannya:

"(Menyiksa mereka) seperti minum anggur yang lezat"

"Jika saya tidak ditugaskan ke Rafah atau daerah di mana banyak orang Palestinanya dan tidak menyiksa mereka, sepekan saja, maka saya merasakan badan ini kurang sehat".

Beberapa tentara Israel bahkan mengakui bahwa menyiksa orang Palestina merupakan bagian dari keimanan mereka.

"Kamu akan merasa kamu adalah hukum itu sendiri. Kamu adalah hukum. Kamu bebas untuk berbuat apa saja, bahkan terhadap anak-anak kecil dan tentu saja perempuan muda..."

"Kami adalah Tuhan, yang bisa berbuat apa saja terhadap mereka"!

"Saya pernah melakukan yang amat saya suka. Seorang pemuda Palestina saya tendang kemaluannya. Saya pecahkan, hingga dia tidak akan pernah punya anak".


Seorang tentara Israel lainnya dengan bangga bercerita bagaimana dia menyiksa seorang Muslimah Palestina, "Saya pukul wajahnya dengan gagang senjata ini hingga hancur dan dia tidak bisa lagi meludahi saya sampai kapan pun"

Yang lain berkata, "Kami sedang patroli di Rafah. Tidak ada anjing-anjing di jalanan, yang ada hanya seorang bocah kecil tengah bermain dengan pasir. Dia sedang membuat rumah dari pasir. Teman kami mulai membidikkan senjatanya, tapi komandan kami melarang dan berkata, ?Jangan, dia hanya anak-anak. Tidak perlu ditembak. Patahkan saja leher atau tulang rusuknya. Lalu kami hampiri dia dan mematahkan tulang-tulangnya. Kami pergi meninggalkan anak itu. (dakta)
sumber : http://swaramuslim.net/berita/more.php?id=5714_0_12_0_M

1/13/2009

Karya Spektakuler Trio Mujahid

Mimpi “Suci” Dari Balik Jeruji Besi.

Mimpi adalah sebuh kekuatan yang dahsyat, sepanjang mimpi
tersebut benar dan baik. Mimpi dapat memberi motivasi dan
dorongan dalam beramal, memperkuat iman, bahkan memantapkan
keyakinan. Mimpi juga bisa berfungsi sebagai pemberi peringatan
(tazkirah), nasihat, dan pembelajaran, serta penghibur dan selingan
khususnya dalam menghadapi ujian dan cobaan kehidupan yang
berat.


Inilah penjelasan hikmah mimpi yang benar dan baik menurut
pemahaman salafus sholeh. Sebuah penjelasan yang tidak
mengabaikan dan menganggap remeh arti sebuah mimpi
sebagaimana kaum rasionalis dan zindiq yang memahami semua
masalah sebatas akal dan hawa nafsu belaka. Bukan pula
pemahaman yang berlebih-lebihan dan melampaui batas, percaya
dan mengikuti mimpi melebihi Al Qur’an dan As Sunnah, padahal
tidak jarang mimpi itu batil yang datang dari syetan dan diperoleh
dengan jalan bertapa di kuburan, gua-gua, serta dengan cara ibadah
yang bertentangan dengan sunnah.

Dilengkapi dengan contoh mimpi-mimpi yang benar dan baik,
seperti : mimpi bertemu Rasulullah saw., dilatih perang, dan ditunggu
Rasulullah saw. Bahkan mimpi ditemui oleh mujahidin yang syahid di
medan jihad dengan wajah berseri-seri, di antara mereka ada yang
mengatakan aku masih hidup, ada pula yang menyampaikan, “hari
ini hari Jum’at, aku diizinkan Allah, untuk menemui anda, aku telah
menunaikan pesan anda, dan alhamdulillah, aku telah menyaksikan
kenikmatan-kenikmatan surga.”


Sekuntum Rosela Pelipur Lara

Bagi Imam Samudra, diasingkan adalah hijrah, penjara adalah uzlah,
dan hukuman mati adalah peluang menuju syahid. Artinya, tidak ada
kata berhenti untuk jihad dan berjuang menegakkan Islam.
Dari Istana Uzlah Nusakambangan, Imam Samudra masih sempat
membuat catatan & renungan membahas masalah fundamental
dalam Islam, seperti takfir, salafy, khawarij, dan irja’ sekaligus
membantah dan meluruskan syubhat yang dituduhkan kepada
dirinya. Lugas, terkadang jenaka, namun tetap kritis.

Imam Samudra telah dieksekusi mati sebagai resiko puncak
perjuangan yang dilakukannya. Namun dirinya tetap yakin bahwa
kebenaran tidak akan pernah mati bersama kematian para pemikul
kebenaran tersebut. Karena mujahidin yang syahid sejatinya tidaklah
‘mati’ dan jihad tidak akan pernah berhenti bahkan akan terus
berlangsung hingga hari kiamat.

Inilah, “Sekuntum Rosella Pelipur Lara”, yang merupakan catatan &
renungan Imam Samudra selama berada di Nusakambangan. Ditulis
dalam keterbatasan di balik jeruri besi tanpa kehilangan kekuatan
referensi. Sebuah furqon (pembeda) antara yang Haq dan yang
Bathil. Sebuah rujukan bagi yang ingin menyelami pemikiran dan
keyakinan perjuangan tiada henti seorang Imam Samudra.


Senyum Terakhir Sang Mujahid

Desaku, Tenggulun Namanya. Aku dilahirkan di sebuah desa yang
bernama Tenggulun. Desa ini terletak sekitar 7 km ke arah selatan
dari Tanjung Kodok, dan termasuk wilayah kecamatan Paciran,
Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Desa Tenggulun ini asalnya
bernama Trenggulun yang diambil dari nama sebuah pohon.
Trenggulun adalah sebuah pohon yang besar dan berduri, kayunya
sangat keras, daunnya kecil-kecil, buahnya pun bulat kecil, kalau
sudah matang (ranum) berwarna merah dan rasanya asam-asam
manis (kayak permen nano-nano). Siapa yang makan buah ini
dijamin akan kencing terus (bahasa Jawanya: beseren) dan baunya,
pesiiing….!

Inilah sebuah ‘biografi’ dari anak desa yang tidak pernah kuliah di
jurusan kimia namun mampu membuat bom yang efek ledakannya
begitu dahsyat layaknya mikro nuklir. Sebuah catatan kehidupan
seorang anak manusia dari desa Tenggulun yang selama ini menjadi
sorotan media seluruh dunia dan menjadi terkenal karena
senyumannya yang khas. Diceritakan secara jujur dan bersahaja,
kadang jenaka. Menjadi bukti kekuatan sebuah hidayah dan
keyakinan hidup.

Senyum Terakhir Sang Mujahid akan membawa Anda memasuki
‘dunia’ Amrozi sejak kecil, berjuang, hingga beliau di penjara dan
menuju detik-detik terakhir kehidupannya. Sebuah catatan
kehidupan yang sangat menarik dan unik, diceritakan apa adanya,
namun tetap penuh hikmah dan sarat pesan kehidupan.

12/31/2008

Hollywood dan Zionisme

Pemikiran untuk membentuk sebuah kota harapan sejak lama telah berkembang di kalangan para cendikiawan dan pemikir. Utopia-nya Plato, “Kota Cahaya Mentari”-nya Farabi, dan “Surga Dunia”-nya Thomas Moore, adalah di antara kota-kota harapan itu. Dalam agama-agama samawi, juga terdapat kepercayaan tentang akan datangnya seorang penyelamat ke dunia. Penyelamat itu akan membebaskan dunia dari kemalangan dan kegelapan. Dia akan membawa keadilan, keamanan, kebajikan, dan ilmu pengetahuan untuk semua manusia. Tetapi, siapakah penyelamat tersebut dan bagaimanakah situasi kemunculannya?

Zaman ketika munculnya penyelamat dunia itu disebut sebagai “Akhir Zaman” atau apocalypse. Namun, setiap agama dan mazhab mempunyai istilah dan definisi masing-masing mengenai hal ini. Apocalypse merupakan sebuah kepercayaan bersama manusia mengenai berakhirnya dunia materi ini.

Dalam terminologi ini, diyakini bahwa alam materi mempunyai awal dan akhir. Alam materi dimulai dari waktu yang telah ditetapkan dan berakhir pada masa yang telah ditentukan pula.

Dengan demikian, keyakinan atas masa akhir zaman atau apocalypse ini merupakan satu jawaban atas pertanyaan manusia yang tidak ada habisnya mengenai masa depan dunia. Pada akhir zaman itu, rahasia tujuan penciptaan alam dan manusia akan terbuka.

Psikolog terkenal Carl Gustav Jung, pernah mengungkapkan tentang adanya pengetahuan yang dimiliki semua manusia sejak sebelum dia dilahirkan. Pengetahuan ini membentuk pola-pola perilaku yang berdasarkan kepada insting yang diistilahkan sebagai archetype. Karena itulah manusia memiliki citra primordial sebagaimana yang ditemukan dalam mitos-mitos. Di sebagian besar mitos-mitos kuno manusia, disebutkan tentang akan terjadinya peperangan besar antara Sang Penyelamat dan kekuatan jahat. Peperangan itu akan berakhir dengan kemenangan bagi Sang Penyelamat dan para sahabatnya. Kemudian, umat manusia akan menyaksikan terwujudnya kota yang mereka impikan.

Pada acara ini, kami tidak berniat untuk membahas secara lebih terperinci mengenai kepercayaan berbagai bangsa dan agama mengenai akan datangnya penyelamat dunia. Kami ingin mengajak Anda untuk meninjau film-film Hollywood yang bertema akhir zaman dan kedatangan penyelamat.


Dalam film-film Hollywood banyak digambarkan tentang adanya technological apocalypse, yaitu di masa depan manusia akan menciptakan manusia buatan dan manusia buatan ini akan menyerang manusia ciptaan Tuhan. Film dengan tema seperti ini ialah “Dr. Frankenstein”, “Terminator-2″, dan “Matrix”. Pada film ini, manusia asli kalah dari manusia ciptaannya sendiri. Kemudian, datanglah penyelamat yang biasanya adalah seorang manusia yang pintar dan berani.

Selain akibat serangan teknologi, film-film Hollywood juga menggambarkan bahwa akhir zaman diakibatkan oleh bencana alam. Natural apocalypse ini bisa berupa datangnya badai, banjir, gempa bumi, kebakaran, atau bertabrakannya bumi dengan planet lain. Di samping itu, Hollywood pun menciptakan makhluk khayalan yang akan menghancurkan umat manusia. Misalnya, raksasa yang lahir akibat intervensi manusia terhadap alam atau akibat rekayasa genetik yang dilakukan manusia. Film-film seperti ini di antaranya berjudul, “Deep Impact”, “Armageddon”, “Water World”, “Godzilla”, dan “Jurassic Park”.

Karya khayalan Hollywood lainnya mengenai akhir zaman adalah akan datangnya makhluk jahat, yang disebut sebagai apocalypse mithological. Dalam film seperti ini, dikisahkan bahwa Sang Penyelamat dan sahabatnya melakukan perjalanan ke dunia mitos dan mengalahkan makhluk jahat dalam dunia mitos itu dengan kekuatan sakti. Contoh film seperti ini ialah The Mummy, The Mummy Returns, King Scorpion dan Wishmaster.

Sciencefictional apocalypse merupakan sekelompok film Hollywood yang mengambarkan dunia masa depan yang dipenuhi oleh percampuran antara khayalan dan realitas. Dalam film-film seperti ini, kekuatan jahat digambarkan dalam bentuk makhluk luar angkasa yang mengancam kehidupan manusia di planet bumi. Penyelamat dalam film ini memiliki pengetahuan teknologi dan metafisika. Setelah berperang dengan makhluk luar angkasa itu, Sang Penyelamat akhirnya berhasil membebaskan umat manusia di muka bumi. Film-film seperti ini, antara lain bejudul Alien, Independence Day, The Fifth Element, dan Star Wars.

Religious apocalypse merupakan kategori film Hollywood yang terpenting untuk kita bicarakan pada kesempatan ini. Film-film seperti ini biasanya menggambarkan bahwa kekuatan jahat berbentuk sebuah sosok yang anti agama, seperti setan, anti-Kristen, atau kekuatan jahat yang pada zaman dulu dipenjarakan, namun kemudian kabur dan kembali datang ke tengah umat manusia. Penyelamat dalam kisah-kisah seperti ini adalah seorang tokoh ruhani, seperti pendeta atau orang suci. Dia melawan kekuatan jahat dengan iman, keberanian, dan pengorbanan. Film-film dalam kategori ini antara lain berjudul, “Exorcist 1 dan 2″, “The Omen 3″ dan “End of Days”.

Secara umum, kita bisa menangkap bahwa para penentu kebijakan di Hollywood tengah membawa satu misi tertentu dengan menciptakan film-film seperti yang telah kaum uraikan tadi. Tujuan pertama dari misi Hollywood ini adalah untuk memanipulasi rasa ingin tahu alami manusia mengenai masa depan dan dengan demikian, membuat para investor film menjadi lebih kaya.

Tujuan kedua ialah menyebarluaskan paham apocalypse yang sesuai dengan pandangan Hollywood serta berlandaskan kepada ajaran Taurat dan pemikiran Zionis. Tujuan ketiga ialah untuk mengasosiasikan antara kejahatan dengan dunia Timur dan negara-negara Islam. Dengan kata lain, Hollywood berusaha menyebarkan opini bahwa bangsa yang jahat adalah bangsa-bangsa Timur dan bangsa penyelamat adalah bangsa Barat.

Poin yang menarik dalam hal ini adalah bahwa film-film Hollywood berusaha membesar-besarkan kejadian tragedi di masa depan dan menimbulkan ketakutan di tengah manusia. Tragedi tersebut dibuat sedemikian rupa sehingga para pemirsa menyetujui semua ide dan jalan penyelesaian yang ditawarkan oleh para sutradara film. Dari sini, kita bisa menangkap adanya proses penggunaan film-film untuk menyeret opini masyarakat dunia tentang akan terjadinya perang di masa depan antara Barat dan Timur.

Hall Lindsey, seorang penulis buku “Bumi, Planet Besar Penuh Rahmat”, pernah menulis tentang apocalyse. Ia berkata, “Sebelum orang-orang Yahudi berhasil membentuk sebuah negara, tidak ada satupun di dunia ini yang berjalan dengan baik. Kini, ketika negara Israel telah terbentuk, segala hal berjalan sesuai dengan yang telah diramalkan. Hal ini bisa terjadi karena pusat kekuasaan dunia adalah politik. Kini, percaturan politik dunia berporos di Timur Tengah, khususnya di Israel. Oleh karena itu, seluruh bangsa dunia akan ikut merasakan kesulitan dan kesengsaraan atas segala hal yang terjadi di sana, dan di sanalah mereka akan bertempur.”

Ucapan Lindsey ini sepertinya telah diadopsi oleh film-film Hollywood. Sejak puluhan tahun yang lalu, ide-ide zionisme telah masuk ke dalam kancah perfilman Barat. Film berjudul “Birth of a Nation” karya D.W Griffith merupakan pelopor film-film mengenai pemberantasan manusia non-Yahudi. Film ini dibuat tahun 1915 dan sepanjang film itu dipenuhi tayangan pembunuhan. Di dalam film ini, bangsa yang lebih mulia, yaitu Yahudi, digambarkan dibenci oleh bangsa lain. Di akhir film, diceritakan bahwa kelompok Ku Klux Klan merupakan penyelamat kulit putih. Kelompok itu berhasil membasmi musuh mereka, yaitu orang-orang kulit hitam.

Dalam menyikapi penjajahan Zionis di Palestina, Hollywood memproduksi film-film yang bertujuan untuk menjustifikasi penjajahan tersebut, dengan menceritakan tentang sejarah Yahudi. Misalnya, film “Ben Hur “dan “The Ten Commandments”. Orang-orang Zionis telah menanamkan investasi yang besar dalam pembuatan film-film seperti ini. Kritikus film terkenal dan penulis sejarah perfilman, Eric Rhode, mengomentari bahwa film-film tersebut tidak begitu sesuai dengan isi kitab suci. Menurutnya, para sutradara film itu mengakui bahwa sesungguhnya film-film tersebut dibuat untuk mengambil keuntungan dari reaksi orang-orang Kristen.

Film Independence Day yang diproduksi pada tahun 1996, menceritakan bahwa di suatu masa, semua komputer melaporkan adanya sebuah pesawat ruang angkasa yang menghampiri bumi. Seorang pakar komputer melakukan penelitian terhadap sinyal-sinyal yang ditangkap dari pesawat ruang angkasa itu dan memberikan analisis metode untuk menghancurkannya. Akhirnya, makhluk angkasa yang melakukan serangan ke bumi itu berhasil dikalahkan lewat kecanggihan alat komputer, tepat pada hari kemerdekaan Amerika Serikat.

Dalam film yang dipenuhi dengan simbol-simbol Yahudi ini, Amerika dan Zionis diperkenalkan sebagai penyelamat manusia. Amerika diperkenalkan sebagai bangsa dan negara yang terbaik. Penekanan terhadap perang akhir zaman dan kemenangan Yahudi ini diungkapkan dalam dialog seorang pakar komputer dalam film tersebut, “Sejauh yang aku ketahui, akhir dunia telah mendekat dan aku merasa senang.”

Pada tahun 2000, sebuah film berjudul “Matrix” telah diproduksi dan mendapat sambutan hangat dari para pemirsa di seluruh dunia. Diceritakan dalam film ini, pada tahun 2199, kehidupan manusia telah menyerupai robot buatan komputer. Saat itu, telah diciptakan inteligensia buatan yang dimasukkan dalam tubuh manusia dan disambungkan lewat pipa ke dalam otak. Akibatnya, kehidupan manusia saat itu diatur oleh mesin. Namun, ada seseorang yang menolak kehidupan seperti ini dan melakukan perlawanan. Orang tersebut, yang bernama Neo, kemudian berhasil menyelamatkan manusia dari cengkeraman mesin.

Film Matrix dipenuhi dengan lambang dan tanda Yahudi. Dalam film ini, manusia direkomendasikan untuk mencari perlindungan ke sebuah tempat bernama Zion, yang merupakan nama sebuah bukit di Baitul Maqdis. Tokoh Neo, yang artinya “baru”, digambarkan sebagai sang penyelamat masa depan dan menjadi pemimpin di bumi Zionis.

Menyusul film Matrix, diproduksi film lanjutan yang berjudul “Matrix Reloaded”. Dalam film ini digambarkan bahwa umat manusia telah diserang oleh mesin dan mereka kemudian mencari perlindungan di kota bawah tanah. Neo hanya memiliki waktu 72 jam untuk mengalahkan makhluk tidak berperi kemanusiaan itu lewat petunjuk seorang peramal. Dalam film ini, para penonton diajak untuk menanti tanah air yang ditunggu-tunggu dan masa depan mereka. Sang peramal dalam film Matrix kedua ini, bernama Oracle dan berasal dari Yunani kuno. Dia memperlihatkan simbol nabi-nabi sebelum Isa Al-Masih dan menyampaikan ajaran-ajaran Yahudi di kitab “Old Testament”. Dia membimbing Neo untuk berperang dengan mesin dan meramalkan apa yang akan terjadi di masa mendatang.

Saudara pendengar, demikianlah pembahasan secara sepintas tentang infiltrasi Zionisme dalam film-film Hollywood. Sebelum mengakhiri acara ini, kami ingin mengutip sebuah ayat Al-Quran dalam surat Al-Anbiya ayat 105, yang artinya, “Sesungguhnya bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hamba- Ku yang saleh.”

Artinya, sesungguhnya, masa depan dunia akan berada di tangan orang-orang yang saleh, bukan di tangan bangsa Zionis yang bertahun-tahun menzalimi rakyat Palestina, melakukan pembunuhan massal, dan menyebabkan ribuan manusia menjadi pengungsi. Justru sebaliknya, merekalah yang kelak akan menerima hukuman atas kejahatan mereka, sebagaimana yang telah dijanjikan oleh Allah.

sumber: http://secretsocieties.wordpress.com/

12/22/2008

Misteri Malam Satu Suro.....,

Seminggu lagi kita masuk bulan Muharram. Wong Jowo bilang bulan Suro, gara-gara ilat ndeso tak mampu melafalkan istilah Arab dengan benar. Dinamai Suro karena di bulan Muharram ada satu hari yang bersejarah, yakni tanggal 10 Muharram. Tanggal ke Sepuluh bahasa Arabnya ‘Asyuro. Maka untuk menandai bulan ini, wong Jowo menamainya dengan nama sasi (bulan) Suro.

Biasanya suasana pergantian tahun selalu diwarnai dengan kemeriahan dan gegap gempita penuh harap. Tapi rupanya tak demikian dengan suasana Tahun Baru Hijriyah ini. Yang ada adalah suasana penuh keangkeran, wingit, mencekam dan beraroma klenik yang kental. Terutama wong Jowo.

Tahun baru Hijriyah selalu diwarnai dengan mitos seputar Nyi Roro Kidul, si Danyang Ratu Pantai Selatan. Lantas bermunculanlah pamali-pamali yang njelehi dan tak masuk akal, namun dipegang erat-erat oleh khalayak ramai yang konon cerdas, bagaikan 4 balon yang belum meletus di lagu Balonku Ada Lima.

Di Solo tahun baru Hijriyah diwarnai dengan Parade Thawaf Kebo Bule Kyai Slamet, yang telah ditunggu fans beratnya dari kalangan manusia berotak kerbau yang histeris untuk minta tanda tangan rebutan tahinya yang konon ampuh buat mengusir penyakit, termasuk plu manuk. Simbah jadi heran, kalo yang namanya bule kok mesti dipuji-puji lho. Dari orangnya, pemikiran, budaya bahkan sampai kepada kebonya pun dielu-elukan bak berhala. Bener-bener bulemania.

Di satu daerah di tlatah Wonogiri, ada satu goa yang saat malam satu Suro ribuan manusia berjejal buat ngalap berkah di goa wingit itu. Di Gunung Lawu, puluhan ribu manusia meramaikan lereng gunung Lawu, buat ngalap berkah di satu sendang keramat yang ada di sana. Wis, pokokmen. Pokoknya yang namanya demit, jin iprit, setan alas kobar, danyang, tuyul, banaspati, dan segala makhluk-makhluk alien dari negeri klenik, malam itu berpesta pora merayakan malam tahun Baru Islam dengan dipuja-puji oleh muslimin yang konon bertauhid hanya menyembah Allah Yang Esa.

Ha kok bisa begitu tho? Apa yang salah dari ajaran Tauhid? Kang Djigoer, salah seorang pembaca blog ini pernah menyampaikan satu teori konspirasi. Konon ada upaya menglenikkan semua unsur yang bernapaskan islam, sehingga nantinya Islam itu identik dengan dunia perdemitan yang hung liwang-liwung itu. Misalnya, ritual perawatan jenassah dalam Islam adalah dengan Pocong. Maka dibuatlah mitos-mitos tentang hantu pocong untuk mendiskreditkan tatacara perawatan jenasah tersebut. Itu kata kang Djigoer….

Yang jelas, memang ajaran Islam yang memerintahkan umatnya untuk beriman pada hal yang ghaib telah diselewengkan. Benihnya dari umat Islam sendiri, unsur diluar Islam hanya menyuburkan saja. Ghaib dipahami sebagai klenik… ini genah ngawur. Klenik itu takhayul, takhayul itu khayal, khayal itu fiktif, fiktif itu bukan fakta… tak pantas diyakini. Sementara hal yang ghaib yang harus diimani itu nyata, riil, dan keberadaannya pasti. Masyarakat bahkan tak mampu membedakan mana yang fiktif dan mana yang nyata-nyata ada.

Satu contoh lagi penglenikan yang njelehi adalah mitos malam Jum’at. Jum’at adalah sayidul ayyam. Rajanya hari, hari beribadahnya umat islam. Ha kok hari raya baik begitu malah diwarnai dengan cerita-cerita pating klenyit ra nggenah. Herannya umat Islam ngemplok bulet-bulet hal itu tanpa dicerna. Seakan ya memang begitulah keadaannya.

Kebodohan yang sudah masuk kategori jahil murokab itu seringkali malah didukung dengan kata-kata, “Itulah tradisi adiluhung, yang pantas dilestarikan, karena merupakan warisan peninggalan nenek moyang yang berharga.”

Di era kapitalisme seperti saat ini, tradisi klenik merupakan aset. Bisa meraup banyak dolar. Maka dibangkitkanlah kejahilan-kejahilan yang sudah terpendam, dimunculkan ke permukaan demi menarik doku dari sakunya turis nudis yang royal dollar. Dengan bangganya si anak pribumi bilang, “Inilah budaya luhur kami mister.”

Di saat bangsanya si bule bangun dari terlelapnya di dunia gelap mereka, bangsa ini malah kembali terlelap di dunia gelap masa lalunya yang klenik. Si bule sudah asyik ngelus-elus rudal berkepla nuklir, si klenik masih asyik njamasi pusaka Keris kyai Gemblung, dimandiin, dikasih minyak wangi takut si keris ngamuk kalo gak dimandiin. Si bule telah menjelajah melanglang angkasa, si klenik masih asyik ngoprek kubur, nyuri kafan, makan daging mayit, maling iket pocong… dlsb.

Yang parah, di saat si bule bersatu padu dalam Uni Bule, si klenik berpecah belah dalam puluhan bahkan ratusan aliran, sekte, madzhab dan perguruan. Menunggu-nunggu ratu adil, satrio piningit, titisan Bung Karno, titisan Nyi Blorong, sambil komat-kamit semoga keadaan berubah mak grembyang dengan hanya duduk-duduk menanti kehadiran mereka.

Klenik selalu menyedihkan dan membodohi. Kebodohan adalah mangsa bagi si pinter. Selama umat Islam masih berkutat dengan klenik berkedok iman pada yang ghaib ini, maka mereka hanya akan menjadi santapan bagi pemangsanya. Ini sudah diramalkan oleh kanjeng Nabi.

Selamat Tahun Baru Hijriyah 1430. Semoga di tahun itu, klenik gak mendapat tempat.

12/01/2008

Awan Berbentuk Lafal Allah di Atas Rumah Amrozy dan Ustad Mukhlas


Redaksi Muslimdaily menerima kiriman foto dari seorang pentakziyah yang menghadiri pemakaman As Syshid Amrozy dan Ustad Mukhlas. Dalam foto yang diambil dari depan rumah Hj. Tariyem ibunda Ustad Mukhlas dan Amrozy menggunakan kemera handphone tersebut memperlihatkan awan yang membentuk lafalz Allah.

Kejadian ini muncul setelah ketiga burung besar menghilang. Kemudian langit yang saat itu terang benderang tiba-tiba berubah menjadi mendung dan para pentakziyah mulai menunjuk-nunjuk langit di atas, melihat awan yang membentuk lafal Allah tersebut.

Reporter Muslimdaily tidak sempat mengambil gambar kejadian tesebut karena lokasinya terletak diatas rumah yang kami tempati, jadi terhalang genteng rumah. Namun anggota TPM bapak Achmad Michdan yang setelah menyolatkan jenazah kemudian duduk-duduk bersama kru Muslimdaily di rumah salah satu kerabat ustad Mukhlas melihat sendiri kejadian itu dan menceritakan kepada kami.

Foto ini kami terima hari Ahad setelah ada seorang kerabat keluarga yang menghubungi kami dan memberitahukan kalau dia mempunyai foto kejadian tersebut kemudian mengirimkan ke redaksi Muslimdaily via e-mail. (Muslimdaily)

11/11/2008

Telah dijemput para bidadari para kafilah syuhada

Serang, Banten (arrahmah.com) - Hari ini telah dijemput para bidadari para kafilah syuhada, Mujahid Imam Samudera, Mujahid Amrozi dan Mujahid Ali Ghufron. Mereka semua telah menunjukkan pada umat ini bagaimana sikap mujahid sejati yang tetap istiqomah.

Sejak kedatangan jenazah Mujahid Imam Samudera yang diterima dirumah istri beliau Zakiah Derajat, keluarga besar tampak tabah dan meyakini akan syahidnya As Syahid Imam Samudera.

Wajah as syahid Imam Samudera yang sempat dibuka keluarga tampak putih segar, tersenyum dan berpaling ke kanan sebagaimana ekspresi raut kebahagiaan dan kepuasan bertemu dengan Sang Khalik. As Syahid Imam Samudera membawa luka yang akan menjadi bukti di hadapan Allah untuk menjadi salah satu pengikut rombongan kafilah syuhada.

Setelah disholatkan keluarga, jenazah dibawa menuju masjid Al Manar Serang Banten diiringi ribuan masyarakat pada kanan kirinya jalan. Sholat jenazah diikuti ribuan umat muslim sehngga memerlukan 3 kali kesempatan sholat jenazah.

Walaupun dengan penjagaan yang sangat ketat dari aparat, hal ini tidak menyurutkan ribuan kaum muslimin mengiringi as syahid Imam Samudera untuk mengantarkan ke kuburnya. Gema takbir terus membahana mengiringi As Syahid Imam Samudera menjemput bidadari.

Sungguh, As Syahid memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi para mujahid bagaimana wujud Iskariman au mut syahidan (Hidup Mulia, Atau Mati Syahid).(Prince of jihad/arrahmah.com)

Imam Samudra Meninggal Dengan Senyum

"Jenazah Imam Samudra disambut bak “pahlawan” dan pekikan takbir. Pelayat tak henti mengalir sejak pagi sampai sore. Ada keanehan yang dirasa pihak keluarga. Wajahnya berseri dan mengeluarkan bau harum."


Hidayatullah.com --Warga Serang sejak pagi tadi memadati Pemakaman Kampung Lopang Gede, Serang, Banten. Hal ini menyusul disiarkannya berita eksekusi mati pada pria asal kota ini, Imam Samudera. Imam bersama Amrozi dan Ali Ghufron, yang dituduh sebagai pelaku bom bali I dieksekusi Ahad dini hari di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah (9/11).

Menurut Syafrison, warga Lopang Gede, jenazah Imam Samudera tiba di Serang dengan menggunakan helikopter polisi yang mendarat di Mapolda Banten. Selanjutnya, jenazah sempat dibawa ke rumah istri Imam Samudera yang berada di daerah Cinanggung. Baru kemudian, dengan menggunakan mobil ambulan, jenazah dibawa ke Masjid Al Manar yang berada di dekat rumah orangtua Imam Samudera, Embay Badriyah.

"Masjid berkapasitas 500 orang itu, tidak mampu menampung warga yang ingin ikut menyolatkan. Makanya, sholat jenazah dilakukan sampai empat kali," kata Syafrison kepada www.Hidayatullah.com.

Usai disholatkan, jenazah dibawa ke lokasi penguburan yang berada 300 meter dari Masjid Al Manar. Warga yang ingin menyaksikan prosesi pemakaman Imam Samudera telah berdesak-desakan. Sayangnya, satuan polisi yang berjumlah 500 personil telah berjaga-jaga di sekitar makam. Jadi, tak hanya warga yang tak bisa melihat langsung prosesi pemakaman, wartawan pun hanya bisa menyaksikan dari jarak sekitar 10 meter.

Sambutan Takbir

Suasana makam menjadi riuh saat jenazah tiba di pintu makam. "Allahu akbar, Allahu akbar," teriak warga menyambut kedatangan jasad Imam Samudera. Di antara mereka ada yang meneteskan air mata. Berkali-kali lantunan takbir itu diteriakkan. Sebagian lainnya, melantunkan tahlil, Laa Ilaha Illallah. Jenazah Imam, diusung di dalam keranda besi berwarna hijau dan ditutupi oleh kain warna hitam bertuliskan kalimat Thayyibah.

Ketegangan mulai terasa saat perlahan keranda berisi jenazah pemilik nama lain Abu Umar ini masuk lokasi pemakaman. Seluruh warga berlomba ingin ikut mengangkat keranda. Untungnya, sebagian warga segera membuat pagar betis. Namun, untuk membawa keranda ke lubang makam ternyata tak mudah. Pria-pria yang membawa keranda itu harus berdesakan dengan warga. Hidayatullah.com yang berada di samping keranda saat diusung menuju makam, juga ikut berdesak-desakan. Saat dorong-dorongan itu, telintas penulis membayangkan jamaah haji di Makkah yang berdesak-desakan hendak melempar jumrah. Butuh tenaga dan fisik yang kuat untuk menahan arus manusia.

Suasana demikian haru, saat jasad Imam Samudera diletakkan dalam tanah. Teriakan takbir kembali menggelegar di sekeliling lubang kubur. Bahkan, pelayat yang rata-rata menggunakan gamis dan pakaian khas Afhanistan mengeluarkan ucapan yang berjanji akan meneruskan perjuangan Imam Samudera. "Demi Allah, kematian Imam Samudera akan melahirkan ribuan mujahid yang akan meneruskan cita-cita perjuangannya," teriak salah satu pelayat.

Usai dimakamkan, secara bergantian pelayat melaksanakan sholat Ghaib di depan makam Imam Samudera. Menurut Munir, wartawan yang meliput pemakaman, sholat itu dilaksanakan sebanyak tujuh kali.

Khoirul Anwar, kakak Imam Samudera yang turut memasukan jenazah ke liang lahat begitu terpukau saat melihat sang adik terakhir kali.

"Wajahnya seperti anak kecil yang baru saja dapat permen. Seperti bayi yang baru saja dimandikan bidan," katanya. Lebih lanjut Khairul mengatakan, "Wajahnya begitu bahagia dan bersih. Bibirnya tampak senyum."

Yang lebih aneh lagi adalah pengakuan adik Imam Samudra, Lulu Jamaluddin. "Jenazah kakak wangi sekali waktu dikeluarkan dari peti. Seperti minyak wangi yang sering dipakainya," ujar Lulu Jamaluddin dikutip inilah.com, di rumah duka, Lopang Gede, Serang

Tentang darah segar yang mengalir dari salah satu bagian tubuhnya, Khairul menjawab, "Memang darah Syuhada tak pernah kering," ujarnya. Sampai sore ini, palayat tak henti berdatangan dan mengalir sejak pagi hari. [adam/cha/www.hidayatullah.com]

10/20/2008

Jika seorang wanita menangis dihadapanmu,

Itu berarti dia tak dapat menahannya lagi.
Jika kamu memegang tangannya saat dia menangis,
Dia akan tinggal bersamamu sepanjang hidupmu.
Jika kamu membiarkannya pergi,
Dia tidak akan pernah kembali lagi menjadi dirinya yang dulu.
Selamanya....

Seorang wanita tidak akan menangis dengan mudah,
Kecuali didepan orang yang amat dia sayangi.
Dia menjadi lemah.

Seorang wanita tidak akan menangis dengan mudah,
Hanya jika dia sangat menyayangimu,
Dia akan menurunkan rasa egoisnya.

Lelaki....,
Jika seorang wanita pernah menangis karena mu,
Tolong pegang tangannya dengan pengertian.
Dia adalah orang yang akan tetap bersamamu sepanjang hidupmu.

Lelaki...,
Jika seorang wanita menangis karenamu.
Tolong jangan menyia-nyiakannya.
Mungkin karena keputusanmu, kau merusak kehidupannya.
Saat dia menangis didepanmu,
Saat dia menangis karenamu,
Lihatlah matanya....
Dapatkah kau lihat dan rasakan sakit yang dirasakannya?

Pikirkan....
Wanita mana lagikah yang akan menangis dengan murni, penuh rasa sayang,
Didepanmu dan karenamu......
Dia menangis bukan karena dia lemah
Dia menangis bukan karena dia menginginkan simpati atau rasa kasihan
Dia menangis, karena menangis dengan diam-diam tidaklah memungkinkan lagi.

Lelaki.....,
Pikirkanlah tentang hal itu.
Jika seorang wanita menangisi hatinya untukmu,
Dan semuanya karena dirimu.
Inilah waktunya untuk melihat apa yang telah kau lakukan untuknya.

Hanya kau yang tahu jawabannya....
Pertimbangkanlah..., karena suatu hari nanti
Mungkin akan terlambat untuk menyesal,
Mungkin akan terlambat untuk bilang 'MAAF'

Tentang Pernikahan_chapter 01

Alangkah indahnya pernikahan yang Islami yang ditegakkan diatas dasar mawaddah (cinta) dan rahmah (kasih sayang). Allah Ta'ala berfirman:
"Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir." (QS. Ar-Ruum: 21).

Betapa bahagianya perayaan walimahan yang diberkati ini yang mana Allah Ta'ala mengumpulkan sepasang suami istri dan merpertautkan hati keduanya serta menjadikan keduanya dekat sesuai syar'i yang halal berdasar kitabullah dan sunnah Rasulullah shalallahu alahi wasalam. Allah Ta'ala berfirman:
".. maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua,tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya." (QS. An-Nisa': 3).
Allah Ta'ala juga berfirman:
"Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezki dari yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah ?" (QS. An-Nahl: 72).
"Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang patut (kawin) dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan.Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya.Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. An-Nuur: 32).
Allah melarang sikap tidak mau menikah padahal ia mampu melakukannya. Allah Ta'ala berfirman:
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (QS. Al-Maidah: 87).
Menikah adalah sunnah para nabi dan rasul, shalawat Allah semoga tercurah kepada mereka. Allah Ta'ala berfirman;
"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka istri-istri dan keturunan.Dan tidak ada hak bagi seorang Rasul mendatangkan suatu ayat (mu'jizat) melainkan dengan izin Allah.Bagi tiap-tiap masa ada kitab (yang tertentu)." (QS. Ar-Ra'du: 38).
Barangsiapa yang tidak suka dan benci untuk menikah, berarti ia telah menyelisihi sunnah dan meninggalkan petunjuknya nabi shallallahu 'alaihi wa salam yang mana beliau telah bersabda:
"Demi Allah, akulah orang yang paling takut dan paling takwa diantara kalian, namun aku tetap berpuasa dan berbuka, shalat dan juga tidur. Dan aku juga menikah dengan para wanita.Barang siapa yang tidak senang dengan sunnahku, maka ia bukan termasuk golonganku." (Muttafaqun 'Alaih).
Beliau shallallahu 'alaihi wa salam juga bersabda:
"Wahai para pemuda, barangsiapa diantara kalian yang sudah mempunyai kemampuan menikah,maka hendaklah segera menikah.Sebab menikah itu bisa lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan.Barang siapa yang belum mampu,hendaklah berpuasa,oleh karena puasa itu dapat melemahkan syahwatnya." (Muttafaqun 'Alaih).


Dasar-dasar Syar'i untuk Menikah

Agar terjalin mawaddah wa rahmah (cinta dan kasih sayang) antara suami istri, maka sebelum menikah harus menentukan terlebih dahulu kriteria calon pasangan yang baik. Dalam ajaran Islam ada beberapa kriteria memilih calon pasangan yang baik;

1. Pilihan berdasar faktor agama
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam bersabda:
"Wanita itu dinikahi karena empat hal; karena harta, keturunan, kecantikan dan agamanya, maka jadikanlah pilihanmu itu mengacu pada agamanya niscaya engkau akan beruntung." (Muttafaqun 'Alaih).
Begitu juga nabi memberikan petunjuk kepada para wali yang menerima pinangan untuk menyeleksi calon suami, yang beragama dan berakhlak baik. Nabi shallallahu 'alaihi wa salam bersabda:
"Apabila datang seseorang (peminang) kepada kalian yang mana kalian telah ridha dengan agama dan akhlaknya, maka terimalah (nikahkanlah) ia, jika tidak demikian niscaya akan terjadi kerusakan dimuka bumi dan keburukan yang banyak." (HR. At-Tirmidzi).

2. Pilihan berdasar pada keturunan dan status sosial
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam bersabda:
"Seleksilah bakal benih kalian,sebab faktor genetik itu akan menurun." (HR. Ibnu Majah).
Diriwayatkan dari nabi shallallahu 'alaihi wa salam, bahwa beliau bersabda:
"Waspadalah kalian terhadap 'khadhraud diman'. Para shahabat bertanya: "Apa 'khadhraud diman' itu wahai Rasulullah? Beliau menjawab: "Seorang wanita baik-baik berasal dari benih yang jelek." (HR. Ad-Daruquthni). Hadist ini dhaif (-pent).

3. Mengutamakan gadis
Islam menganjurkan untuk memilih calon istri yang masih gadis. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam bersabda:
"Hendaknya kalian memilih para gadis, sebab mereka lebih manis mulutnya, lebih bersih rahimnya dan lebih sedikit makar dan tipu dayanya serta lebih ridha dengan yang sedikit." (HR. Ibnu Majah).

4. Mengutamakan wanita yang banyak anaknya
Nabi shallallahu 'alaihi wa salam bersabda:
"Nikahilah wanita-wanita yang banyak anak dan penyayang,sebab aku akan berbangga dengan banyaknya kalian atas umat-umat yang lain." (HR. Abu Dawud).

5. Melihat calon Tunangan
Agama islam menganjurkan untuk melihat wanita yang akan dipinang, supaya diketahui seberapa kecantikannya sehingga mendorong ia untuk segera menikahinya. Diriwayatkan dari Al-Mughirah bin Syukbah,bahwa ia telah meminang seorang wanita, lantas nabi bersabda kepadanya: "Engkau telah melihat wanita itu?” Ia jawab; “Belum." Nabi shallallahu 'alaihi wa salam kemudian bersabda:
"Lihatlah kepadanya, sebab dengan itu akan lebih mengekalkan hubungan kalian berdua." (HR. At-Tirmidzi).


Referensi :
"Baquyah min Bustan An-Nushi fii Lailah unsi wa 'Ursy", penyusun : Darul Qasim


8/09/2008

journey to the Lawu's gate


26-07-2008 , 16.30 pm,
at Cemoro Kandang





27-07-2008, 08.00 am,
at Lawu's peak (Hargo Dumilah)

5/31/2008

Terima kasih IBU...,,,

Hari pertama taman kanak-kanak
Ia bergegas ke pintu
Melepaskan pelukan ibunya
Ia tak lagi perlu itu
Karena ia sudah besar sekarang
Terlalu besar untuk hal-hal seperti itu
Sebaliknya ia melambaikan salam
Berharap itu sudah cukup

Saat hari itu ia pulang sekolah
Sang ibu menanyakan kegiatannya
Ia memberinya secarik kertas
Bergambar matahari kuning besar
Gambarnya tak sempurna
Karena ia ceroboh sana-sini
Tapi sang ibu agaknya tak melihat
Atau agaknya tak peduli

Hari pertama SMP
Ia bergegas ke pintu
Berlari dari pelukan ibunya
Ia tak menginginkan hal itu lagi
Ia mengabaikan panggilannya
Saat ia bergegas menyusuri jalan
Di dekat perempatan
Tempat temannya berencana bertemu
Ia berharap ibu akan mengerti
Mengapa ia harus berjalan kesekolah
Diantar oleh ibunya kini
Akan tidak keren kelihatannya

Dan saat ia pulang sekolah
Sang ibu menanyakan kegiatannya
Ia menyerahkan beberapa kertas
Dengan silang lebih dari satu
Sang guru jelas menunjukkan
Jawaban salah disana-sini
Tapi ibunya agaknya tak melihat
Atau agaknya tak peduli

Hari pertama SMU
Ia bergegas keluar pintu
Melompat kekursi pengemudi
Ford-nya yang mengilap
Ia pergi tanpa sarapan
Ia pergi tanpa pamit
Tapi ia berbalik dan menoleh
Sebelum membelok
Ia melihat ibunya melambai dengan semangat
Saat ia menjauh
Ia membunyikan klaksonnya hanya sekali
Untuk mencerahkan hari ibunya
Ia melihat senyuman diwajah ibunya
Lalu ia melaju menghilang dari pandangan
Menuju dunia yang berbeda
Kehidupan baru yang menyenangkan

Dan saat wisudanya
Saat air mata bersinar dimata ibunya
Ia tahu sudah tiba waktunya
Untuk berpisah dengan ibunya
Karena ia akan pergi kuliah
Pergi menuju hari lebih baik
Tak ada lagi peraturan mengekang
Sendirian menemukan jalan

Kopor memenuhi bagasi Ford-nya
yang kotor dan usang
Ia tak sabar tiba di kampus
Memeriksa kamar asramanya
Sang ibu membuka pintu mobil
Dan menutupnya saat ia masuk
Lalu tersenyum bangga pada putranya
Seraya air mata menetes dari dagunya
Ia menjulurkan tangan melalui jendela yang terbuka
Mengucapkan selamat sukses dikampus
Lalu ditariknya anaknya mendekat
Dan melanggar aturan dilarang memeluk
Si anak merasa kebebasan menyapanya
Saat ia memasuki jalan tol
Akhirnya hidupnya hanya miliknya sendiri
Dan ia mengantisipasi takdir

Kehidupan kampus lebih menantang
Daripada yang dapat ia harapkan
Tak ada waktu menjawab surat
Yang sering dikirim ibunya
Ia sudah dewasa sekarang
Terlalu tua untuk hal-hal itu
Kunjungannya saat liburan
Sudah mesti cukup
Lagipula, ujian semester cepat menghadang
Tekanan terasa raksasa
Ia belajar hingga begadang
Keinginannya untuk lulus begitu kuat
Ia bertanya-tanya bagaimana ia berhasil
Bagaimana ia mengatasi
Bagaimana jika ia tak lulus?
Apakah masih akan ada harapan?

Seakan ia mendapat panggilan
Ia melaju di jalan tol
Dengan kecepatan penuh
Malam mulai larut
Ia membelok di kelokan
Yang sering dijelajahinya
Dan memasuki pintu terbuka
Rumah ibunya

Sang ibu duduk di meja
Bersama gambar dalam pigura
Kenangan dari masa lalu
Yang membawa suka duka
Sang ibu tidak perlu bertanya
Mengapa anaknya pulang dari kampus
Karena ia tahu jawabannya
Saat si anak melanggar aturan dilarang memeluk
Lengan melingkarinya erat
Mengintip gambar yang dibuatnya
Banyak pohon, cabang tidak sempurna
Dan matahari kuning yang besar
Sang ibu tersenyum penuh pengertian
Lalu ia pun berkata tegas
anakku, sejak dulu
dan selalu kau membanggakanku
lihatlah betapa jauh kau menempuh
dari anak kecil yang begitu berani
menuju taman kanak-kanak
tanganmu melambai
dan ditahun-tahun kau berbuat kesalahan
tapi anakku, ibu juga pernah salah,
sempurna itu mustahil dalam hidup
lakukanlah sebaik mungkin
dan jangan berharap lebih dari itu
karena hidup ini semestinya menyenangkan
kau hanya bisa menjalani satu kehidupan
lakukan apa yang terbaik bagimu, Nak

duduk dikamar asramanya
saat tekanan tampak terlalu banyak
dan segala yang ia perjuangkan
tampak begitu tak terjangkau
ia menatap gambar
matahari kuning besar
lalu ia teringat
betapa jauh ia telah menempuh
dari anak menjadi dewasa
melawan banyak rasa takut
melalui ujian dan cobaan
manahan banyak air mata
tahu bahwa sukses itu
bukan melewati setiap ujian
dan satu-satunya jalan gagal dalam hidup
adalah tidak melakukan yang terbaik
dan pelajaran terbesar yang didapatnya
yang tidak didapatnya dari sekolah...
bahwa tak apa-apa bagi orang dewasa
untuk melanggar aturan dilarang memeluk

5/30/2008

Keindahan Untukmu...

Rabbi....
Jika cintaku Kau ciptakan untuk dia
tabahkan hatinya
teguhkan imannya
sucikan cintanya
lembutkan rindunya

Rabbi....
Jika hatiku Kau ciptakan untuk dia
penuhi hatinya dengan Kasih-MU
terangi langkahnya dengan Nur-MU
bisikkan kedamaian dalam kegalauan
temani dia dalam kesepian

Rabbi...
kutitipkan cintaku pada-MU untuknya
resapkan rinduku pada rindunya
mekarkan cintaku bersama cintanya
satukan hidupku dan hidupnya dalam cinta-MU
sebab, sungguh aku mencintainya karena-MU...

5/29/2008

Teruntuk Sahabat-sahabatku...

Cinta ibarat kupu-kupu.
Makin kau kejar, makin ia menghindar.
Tapi bila kau biarkan ia terbang, ia akan menghampirimu
disaat kau tak menduganya.

Cinta bisa membahagiakanmu
tapi sering pula ia menyakiti,
tapi cinta itu hanya istimewa apabila kau berikan
pada seseorang yang layak menerima.
Jadi tenang-tenang saja, jangan terburu-buru
dan pilihlah yang terbaik.

Kepada sahabat-sahabatku yang
"RAGU-RAGU DENGAN PERNIKAHAN"
Cinta bukannya perkara menjadi "orang sempurna"- nya seseorang.
Justru perkara menemukan seseorang yang bisa membantumu
menjadikan dirimu menjadi se-sempurnanya.

Kepada sahabat-sahabatku yang
"TIPE PLAYBOY/PLAYGIRL."
Jangan katakan "Aku cinta padamu"
bila kau tidak benar-benar peduli.
Jangan bicarakan soal perasaan-perasaan
bila itu tidak benar-benar ada.
Jangan kau sentuh hidup seseorang
bila kau berniat mematahkan hati.
Jangan menatap ke dalam mata
bila apa yang kau kerjakan cuma berbohong.
Hal terkejam yang bisa dilakukan ialah
membuat seseorang jatuh cinta,
padahal kau tidak berniat sama sekali
'tuk menerimanya saat ia terjatuh..

Kepada sahabat-sahabatku yang "SUDAH MENIKAH."
Kalau Cinta jangan katakan "Ini salahmu!",
tapi "Maafkan aku, ya?" Bukan "Kau dimana!",
melainkan "Aku disini, kenapa?"
Bukan "Kok bisa sih kau begitu!" tapi "Aku ngerti."
Dan juga bukan "Coba, seandainya kau..."
akan tetapi "Terima kasih ya, kau begitu.."
















Kepada sahabat-sahabatku yang "BERTUNANGAN"
Tolak ukur saling mencocoki bukanlah berapa lamanya waktu
yang kalian habiskan bersama, melainkan untuk berapa saling baiknyaanda berdua.

Kepada sahabat-sahabatku yang "PATAH HATI"
Sakit patah hati bertahan selama kau menginginkannya
dan akan mengiris luka sedalam kau membiarkannya.
Tantangannya bukanlah bagaimana bisa mengatasi
melainkan apa yang bisa diambil sebagai pelajaran
dan hikmahnya.

Kepada sahabat-sahabatku yang
"BELUM PERNAH JATUH CINTA."
Bagaimana kalau jatuh cinta: Mau jatuh jatuhlah
tapi jangan sampai terjerumus,
tetaplah konsisten tapi jangan terlalu "ngotot",
berbagilah dan jangan sekali-kali tidak fair,
berpengertianlah dan cobalah untuk tidak menuntut,
siap-siaplah untuk terluka dan menderita,
tapi jangan kau simpan semua rasa sakitmu itu.

Kepada sahabat-sahabatku yang
"INGIN MENGUASAI."
Hatimu patah melihat yang kau cintai
berbahagia dengan orang lain,
tapi akan lebih sakit lagi mengetahui
bahwa yang kau cintai ternyata tidak bahagia denganmu.

Kepada sahabat-sahabatku yang
"TAKUT MENGAKUI."
Cinta menyakitkan bila anda putuskan
hubungan dengan seseorang.
Itu malah lebih sakit lagi bila seseorang
memutuskan hubungan denganmu.
Tapi cinta paling menyakitkan
bila orang yang kau cintai sama sekali
tidak mengetahui perasaanmu (terhadapnya).

Kepada sahabat-sahabatku yang
"MASIH BERTAHAN MENCINTAI SEORANG YANG SUDAH PERGI."
Hal menyedihkan dalam hidup
ialah bila kau bertemu seseorang lalu jatuh cinta,
hanya kemudian pada akhirnya menyadari bahwa
dia bukanlah jodohmu
dan kau telah menyiakan bertahun-tahun
untuk seseorang yang tidak layak.
Kalau sekarangpun ia sudah tak layak,
10 tahun dari sekarangpun ia juga tak akan layak.
Biarkan dia pergi,
Lupakan......!!
Relakan.......!!
Matahari pagi menunggumu di esok hari ...
Saat yang tepat buat memulai sesuatu yang baru ...