11/11/2008

Telah dijemput para bidadari para kafilah syuhada

Serang, Banten (arrahmah.com) - Hari ini telah dijemput para bidadari para kafilah syuhada, Mujahid Imam Samudera, Mujahid Amrozi dan Mujahid Ali Ghufron. Mereka semua telah menunjukkan pada umat ini bagaimana sikap mujahid sejati yang tetap istiqomah.

Sejak kedatangan jenazah Mujahid Imam Samudera yang diterima dirumah istri beliau Zakiah Derajat, keluarga besar tampak tabah dan meyakini akan syahidnya As Syahid Imam Samudera.

Wajah as syahid Imam Samudera yang sempat dibuka keluarga tampak putih segar, tersenyum dan berpaling ke kanan sebagaimana ekspresi raut kebahagiaan dan kepuasan bertemu dengan Sang Khalik. As Syahid Imam Samudera membawa luka yang akan menjadi bukti di hadapan Allah untuk menjadi salah satu pengikut rombongan kafilah syuhada.

Setelah disholatkan keluarga, jenazah dibawa menuju masjid Al Manar Serang Banten diiringi ribuan masyarakat pada kanan kirinya jalan. Sholat jenazah diikuti ribuan umat muslim sehngga memerlukan 3 kali kesempatan sholat jenazah.

Walaupun dengan penjagaan yang sangat ketat dari aparat, hal ini tidak menyurutkan ribuan kaum muslimin mengiringi as syahid Imam Samudera untuk mengantarkan ke kuburnya. Gema takbir terus membahana mengiringi As Syahid Imam Samudera menjemput bidadari.

Sungguh, As Syahid memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi para mujahid bagaimana wujud Iskariman au mut syahidan (Hidup Mulia, Atau Mati Syahid).(Prince of jihad/arrahmah.com)

Imam Samudra Meninggal Dengan Senyum

"Jenazah Imam Samudra disambut bak “pahlawan” dan pekikan takbir. Pelayat tak henti mengalir sejak pagi sampai sore. Ada keanehan yang dirasa pihak keluarga. Wajahnya berseri dan mengeluarkan bau harum."


Hidayatullah.com --Warga Serang sejak pagi tadi memadati Pemakaman Kampung Lopang Gede, Serang, Banten. Hal ini menyusul disiarkannya berita eksekusi mati pada pria asal kota ini, Imam Samudera. Imam bersama Amrozi dan Ali Ghufron, yang dituduh sebagai pelaku bom bali I dieksekusi Ahad dini hari di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah (9/11).

Menurut Syafrison, warga Lopang Gede, jenazah Imam Samudera tiba di Serang dengan menggunakan helikopter polisi yang mendarat di Mapolda Banten. Selanjutnya, jenazah sempat dibawa ke rumah istri Imam Samudera yang berada di daerah Cinanggung. Baru kemudian, dengan menggunakan mobil ambulan, jenazah dibawa ke Masjid Al Manar yang berada di dekat rumah orangtua Imam Samudera, Embay Badriyah.

"Masjid berkapasitas 500 orang itu, tidak mampu menampung warga yang ingin ikut menyolatkan. Makanya, sholat jenazah dilakukan sampai empat kali," kata Syafrison kepada www.Hidayatullah.com.

Usai disholatkan, jenazah dibawa ke lokasi penguburan yang berada 300 meter dari Masjid Al Manar. Warga yang ingin menyaksikan prosesi pemakaman Imam Samudera telah berdesak-desakan. Sayangnya, satuan polisi yang berjumlah 500 personil telah berjaga-jaga di sekitar makam. Jadi, tak hanya warga yang tak bisa melihat langsung prosesi pemakaman, wartawan pun hanya bisa menyaksikan dari jarak sekitar 10 meter.

Sambutan Takbir

Suasana makam menjadi riuh saat jenazah tiba di pintu makam. "Allahu akbar, Allahu akbar," teriak warga menyambut kedatangan jasad Imam Samudera. Di antara mereka ada yang meneteskan air mata. Berkali-kali lantunan takbir itu diteriakkan. Sebagian lainnya, melantunkan tahlil, Laa Ilaha Illallah. Jenazah Imam, diusung di dalam keranda besi berwarna hijau dan ditutupi oleh kain warna hitam bertuliskan kalimat Thayyibah.

Ketegangan mulai terasa saat perlahan keranda berisi jenazah pemilik nama lain Abu Umar ini masuk lokasi pemakaman. Seluruh warga berlomba ingin ikut mengangkat keranda. Untungnya, sebagian warga segera membuat pagar betis. Namun, untuk membawa keranda ke lubang makam ternyata tak mudah. Pria-pria yang membawa keranda itu harus berdesakan dengan warga. Hidayatullah.com yang berada di samping keranda saat diusung menuju makam, juga ikut berdesak-desakan. Saat dorong-dorongan itu, telintas penulis membayangkan jamaah haji di Makkah yang berdesak-desakan hendak melempar jumrah. Butuh tenaga dan fisik yang kuat untuk menahan arus manusia.

Suasana demikian haru, saat jasad Imam Samudera diletakkan dalam tanah. Teriakan takbir kembali menggelegar di sekeliling lubang kubur. Bahkan, pelayat yang rata-rata menggunakan gamis dan pakaian khas Afhanistan mengeluarkan ucapan yang berjanji akan meneruskan perjuangan Imam Samudera. "Demi Allah, kematian Imam Samudera akan melahirkan ribuan mujahid yang akan meneruskan cita-cita perjuangannya," teriak salah satu pelayat.

Usai dimakamkan, secara bergantian pelayat melaksanakan sholat Ghaib di depan makam Imam Samudera. Menurut Munir, wartawan yang meliput pemakaman, sholat itu dilaksanakan sebanyak tujuh kali.

Khoirul Anwar, kakak Imam Samudera yang turut memasukan jenazah ke liang lahat begitu terpukau saat melihat sang adik terakhir kali.

"Wajahnya seperti anak kecil yang baru saja dapat permen. Seperti bayi yang baru saja dimandikan bidan," katanya. Lebih lanjut Khairul mengatakan, "Wajahnya begitu bahagia dan bersih. Bibirnya tampak senyum."

Yang lebih aneh lagi adalah pengakuan adik Imam Samudra, Lulu Jamaluddin. "Jenazah kakak wangi sekali waktu dikeluarkan dari peti. Seperti minyak wangi yang sering dipakainya," ujar Lulu Jamaluddin dikutip inilah.com, di rumah duka, Lopang Gede, Serang

Tentang darah segar yang mengalir dari salah satu bagian tubuhnya, Khairul menjawab, "Memang darah Syuhada tak pernah kering," ujarnya. Sampai sore ini, palayat tak henti berdatangan dan mengalir sejak pagi hari. [adam/cha/www.hidayatullah.com]

10/20/2008

Jika seorang wanita menangis dihadapanmu,

Itu berarti dia tak dapat menahannya lagi.
Jika kamu memegang tangannya saat dia menangis,
Dia akan tinggal bersamamu sepanjang hidupmu.
Jika kamu membiarkannya pergi,
Dia tidak akan pernah kembali lagi menjadi dirinya yang dulu.
Selamanya....

Seorang wanita tidak akan menangis dengan mudah,
Kecuali didepan orang yang amat dia sayangi.
Dia menjadi lemah.

Seorang wanita tidak akan menangis dengan mudah,
Hanya jika dia sangat menyayangimu,
Dia akan menurunkan rasa egoisnya.

Lelaki....,
Jika seorang wanita pernah menangis karena mu,
Tolong pegang tangannya dengan pengertian.
Dia adalah orang yang akan tetap bersamamu sepanjang hidupmu.

Lelaki...,
Jika seorang wanita menangis karenamu.
Tolong jangan menyia-nyiakannya.
Mungkin karena keputusanmu, kau merusak kehidupannya.
Saat dia menangis didepanmu,
Saat dia menangis karenamu,
Lihatlah matanya....
Dapatkah kau lihat dan rasakan sakit yang dirasakannya?

Pikirkan....
Wanita mana lagikah yang akan menangis dengan murni, penuh rasa sayang,
Didepanmu dan karenamu......
Dia menangis bukan karena dia lemah
Dia menangis bukan karena dia menginginkan simpati atau rasa kasihan
Dia menangis, karena menangis dengan diam-diam tidaklah memungkinkan lagi.

Lelaki.....,
Pikirkanlah tentang hal itu.
Jika seorang wanita menangisi hatinya untukmu,
Dan semuanya karena dirimu.
Inilah waktunya untuk melihat apa yang telah kau lakukan untuknya.

Hanya kau yang tahu jawabannya....
Pertimbangkanlah..., karena suatu hari nanti
Mungkin akan terlambat untuk menyesal,
Mungkin akan terlambat untuk bilang 'MAAF'

Tentang Pernikahan_chapter 01

Alangkah indahnya pernikahan yang Islami yang ditegakkan diatas dasar mawaddah (cinta) dan rahmah (kasih sayang). Allah Ta'ala berfirman:
"Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir." (QS. Ar-Ruum: 21).

Betapa bahagianya perayaan walimahan yang diberkati ini yang mana Allah Ta'ala mengumpulkan sepasang suami istri dan merpertautkan hati keduanya serta menjadikan keduanya dekat sesuai syar'i yang halal berdasar kitabullah dan sunnah Rasulullah shalallahu alahi wasalam. Allah Ta'ala berfirman:
".. maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua,tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya." (QS. An-Nisa': 3).
Allah Ta'ala juga berfirman:
"Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezki dari yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah ?" (QS. An-Nahl: 72).
"Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang patut (kawin) dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan.Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya.Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. An-Nuur: 32).
Allah melarang sikap tidak mau menikah padahal ia mampu melakukannya. Allah Ta'ala berfirman:
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (QS. Al-Maidah: 87).
Menikah adalah sunnah para nabi dan rasul, shalawat Allah semoga tercurah kepada mereka. Allah Ta'ala berfirman;
"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka istri-istri dan keturunan.Dan tidak ada hak bagi seorang Rasul mendatangkan suatu ayat (mu'jizat) melainkan dengan izin Allah.Bagi tiap-tiap masa ada kitab (yang tertentu)." (QS. Ar-Ra'du: 38).
Barangsiapa yang tidak suka dan benci untuk menikah, berarti ia telah menyelisihi sunnah dan meninggalkan petunjuknya nabi shallallahu 'alaihi wa salam yang mana beliau telah bersabda:
"Demi Allah, akulah orang yang paling takut dan paling takwa diantara kalian, namun aku tetap berpuasa dan berbuka, shalat dan juga tidur. Dan aku juga menikah dengan para wanita.Barang siapa yang tidak senang dengan sunnahku, maka ia bukan termasuk golonganku." (Muttafaqun 'Alaih).
Beliau shallallahu 'alaihi wa salam juga bersabda:
"Wahai para pemuda, barangsiapa diantara kalian yang sudah mempunyai kemampuan menikah,maka hendaklah segera menikah.Sebab menikah itu bisa lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan.Barang siapa yang belum mampu,hendaklah berpuasa,oleh karena puasa itu dapat melemahkan syahwatnya." (Muttafaqun 'Alaih).


Dasar-dasar Syar'i untuk Menikah

Agar terjalin mawaddah wa rahmah (cinta dan kasih sayang) antara suami istri, maka sebelum menikah harus menentukan terlebih dahulu kriteria calon pasangan yang baik. Dalam ajaran Islam ada beberapa kriteria memilih calon pasangan yang baik;

1. Pilihan berdasar faktor agama
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam bersabda:
"Wanita itu dinikahi karena empat hal; karena harta, keturunan, kecantikan dan agamanya, maka jadikanlah pilihanmu itu mengacu pada agamanya niscaya engkau akan beruntung." (Muttafaqun 'Alaih).
Begitu juga nabi memberikan petunjuk kepada para wali yang menerima pinangan untuk menyeleksi calon suami, yang beragama dan berakhlak baik. Nabi shallallahu 'alaihi wa salam bersabda:
"Apabila datang seseorang (peminang) kepada kalian yang mana kalian telah ridha dengan agama dan akhlaknya, maka terimalah (nikahkanlah) ia, jika tidak demikian niscaya akan terjadi kerusakan dimuka bumi dan keburukan yang banyak." (HR. At-Tirmidzi).

2. Pilihan berdasar pada keturunan dan status sosial
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam bersabda:
"Seleksilah bakal benih kalian,sebab faktor genetik itu akan menurun." (HR. Ibnu Majah).
Diriwayatkan dari nabi shallallahu 'alaihi wa salam, bahwa beliau bersabda:
"Waspadalah kalian terhadap 'khadhraud diman'. Para shahabat bertanya: "Apa 'khadhraud diman' itu wahai Rasulullah? Beliau menjawab: "Seorang wanita baik-baik berasal dari benih yang jelek." (HR. Ad-Daruquthni). Hadist ini dhaif (-pent).

3. Mengutamakan gadis
Islam menganjurkan untuk memilih calon istri yang masih gadis. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam bersabda:
"Hendaknya kalian memilih para gadis, sebab mereka lebih manis mulutnya, lebih bersih rahimnya dan lebih sedikit makar dan tipu dayanya serta lebih ridha dengan yang sedikit." (HR. Ibnu Majah).

4. Mengutamakan wanita yang banyak anaknya
Nabi shallallahu 'alaihi wa salam bersabda:
"Nikahilah wanita-wanita yang banyak anak dan penyayang,sebab aku akan berbangga dengan banyaknya kalian atas umat-umat yang lain." (HR. Abu Dawud).

5. Melihat calon Tunangan
Agama islam menganjurkan untuk melihat wanita yang akan dipinang, supaya diketahui seberapa kecantikannya sehingga mendorong ia untuk segera menikahinya. Diriwayatkan dari Al-Mughirah bin Syukbah,bahwa ia telah meminang seorang wanita, lantas nabi bersabda kepadanya: "Engkau telah melihat wanita itu?” Ia jawab; “Belum." Nabi shallallahu 'alaihi wa salam kemudian bersabda:
"Lihatlah kepadanya, sebab dengan itu akan lebih mengekalkan hubungan kalian berdua." (HR. At-Tirmidzi).


Referensi :
"Baquyah min Bustan An-Nushi fii Lailah unsi wa 'Ursy", penyusun : Darul Qasim


8/09/2008

journey to the Lawu's gate


26-07-2008 , 16.30 pm,
at Cemoro Kandang





27-07-2008, 08.00 am,
at Lawu's peak (Hargo Dumilah)